Bukitmakmur.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menetapkan target penyelesaian pembangunan hunian relokasi bagi warga bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada 15 Juni 2026. Proyek ini berjalan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meninjau kondisi lapangan warga secara langsung demi menciptakan hunian layak huni.
Pemerintah memulai konstruksi lebih dari 300 unit tempat tinggal di lokasi tersebut segera setelah Presiden Prabowo memberikan arahan. Maruarar Sirait menyampaikan rencana detail progres pembangunan ini seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 6 April 2026.
Detail Proyek Pembangunan Hunian Relokasi
Pemerintah menyiapkan 324 unit rumah sebagai tahap awal yang dijadwalkan rampung tepat dua bulan setelah rapat terbatas tersebut. Tidak hanya itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merancang pengembangan lebih lanjut bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menambah unit hunian.
Rencana lanjutan mencakup pembangunan sebanyak 500 unit tambahan di kawasan sekitar. Alhasil, pemerintah menargetkan total keseluruhan mencapai 824 unit rumah untuk menampung warga terdampak. Meski begitu, pemerintah memprioritaskan penyelesaian 324 unit awal untuk segera mereka gunakan.
Skema Kolaborasi Pembangunan
Maruarar menekankan pentingnya skema kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat capaian visi hunian layak bagi masyarakat. Pihak kementerian berperan menyiapkan lahan, sementara kolaborasi pendanaan melibatkan tiga pilar utama.
- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai motor utama.
- Badan Pengelola Investasi Danantara dalam mendukung pendanaan strategis.
- Partisipasi sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Salah satu contoh nyata dukungan swasta datang dari Astra yang berkomitmen membangun 1.000 unit rumah susun. Kementerian menyiapkan tanah, kemudian pihak Astra menjalankan konstruksi bangunan lalu menyerahkannya kepada negara sebagai aset hunian warga.
Data Rencana Hunian Warga Senen
| Kategori Proyek | Jumlah Unit | Target Waktu |
|---|---|---|
| Tahap Awal (Senen) | 324 unit | 15 Juni 2026 |
| Pengembangan Lanjutan | 500 unit | Menyusul |
| Total Target | 824 unit | 2026 |
Fokus Utama Kepemilikan Hunian
Pemerintah masih memprioritaskan percepatan fisik konstruksi bangunan agar warga segera memperoleh tempat tinggal yang layak. Mengenai aturan kepemilikan, kementerian masih menyusun regulasi pendukung seiring berjalannya pembangunan.
Apakah skema ini akan memberi beban berat bagi warga? Menariknya, Maruarar memberikan sinyal bahwa pemerintah menyiapkan opsi sewa dengan harga terjangkau bagi para penghuni. Kebijakan ini bertujuan menjaga kesejahteraan masyarakat sambil tetap menjaga keberlangsungan aset hunian negara.
Dukungan Presiden Prabowo Bagi Warga
Tekad kuat penyediaan hunian layak muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan dadakan ke kawasan pinggir rel di Kramat, Pasar Senen. Beliau melihat langsung situasi warga pada Kamis, 26 Maret 2026.
Melalui akun Instagram resminya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun hunian warga dengan cepat. Kepala negara memandang terpenuhinya hunian layak sebagai hak fundamental masyarakat yang perlu negara penuhi segera.
Pemerintah membuktikan komitmen tersebut dengan menggandeng berbagai pihak untuk bahu-membahu dalam proyek ini. Gotong royong antara negara dan swasta menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan di tahun 2026. Dengan selesainya pembangunan ini, masyarakat bisa menatap masa depan di tempat tinggal yang lebih sehat dan aman.