Bukitmakmur.id – Material dalam negeri menjadi tulang punggung PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA dalam menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah gejolak global. Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Agung Budi Waskito, menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung Kantor Proyek Tol Harbour Road II di Jakarta Utara pada Senin, 6 April 2026.
Agung menyatakan bahwa konflik bersenjata di Timur Tengah antara Iran maupun koalisi Israel-Amerika Serikat tidak memberikan dampak signifikan bagi kelangsungan proyek-proyek yang perusahaan tangani. Keberhasilan perusahaan dalam memitigasi risiko eksternal ini berpangkal pada strategi penggunaan material proyek yang didominasi oleh pasokan lokal.
Strategi Penggunaan Material dalam Negeri oleh WIKA
Agung Budi Waskito menjelaskan bahwa WIKA meminimalisir ketergantungan terhadap barang impor dalam setiap pengerjaan konstruksi. Kebijakan ini terbukti efektif dalam menjaga ketahanan perusahaan dari guncangan harga internasional yang seringkali tidak menentu karena konflik geopolitik.
Perusahaan memilih untuk mengoptimalkan sumber daya nasional guna memenuhi kebutuhan material utama. Dengan demikian, tekanan terhadap kinerja keuangan perusahaan tetap berada dalam batas kendali manajemen meskipun dinamika pasar global sedang bergejolak per 2026 ini.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai strategi pasokan material WIKA:
- Prioritas utama pada vendor dan pemasok domestik yang memiliki kapasitas produksi stabil.
- Penggantian opsi barang impor dengan produk lokal jika kualitas dan spesifikasi teknis terpenuhi.
- Pengurangan risiko kurs mata uang karena transaksi mayoritas berlangsung dalam mata uang Rupiah.
- Optimalisasi rantai pasok lokal untuk mempercepat durasi pengerjaan proyek.
Tidak hanya itu, langkah ini juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri pendukung konstruksi nasional. Dengan mempercayakan kebutuhan proyek kepada pelaku usaha dalam negeri, WIKA turut mengakselerasi perputaran ekonomi di tingkat domestik.
Manajemen Krisis dan Kenaikan Harga Material
Meski mengutamakan material dalam negeri, Agung tetap mengakui kenyataan pahit bahwa beberapa jenis barang masih memerlukan impor. Ia tidak menampik bahwa kenaikan harga pada sektor tertentu sempat memberikan tantangan tersendiri bagi industri karya di tahun 2026.
Salah satu material yang masih bergantung pada pasokan luar negeri adalah besi beton. Agung mencontohkan bahwa besi beton kerap menjadi komoditas yang rentan terhadap fluktuasi harga karena ketergantungan pasar pada mekanisme impor.
Tabel berikut mengilustrasikan perbandingan ketergantungan material pada tahun 2026:
| Kategori Material | Status Dominasi |
|---|---|
| Material Utama (Beton, Agregat, Pasir) | 100% Dalam Negeri |
| Besi Beton & Baja Khusus | Masih Impor (Porsi Kecil) |
| Material Finishing | Mayoritas Dalam Negeri |
Meskipun harga besi beton sempat mengalami kenaikan, manajemen WIKA tetap memiliki keyakinan penuh bahwa porsi ketergantungan tersebut relatif kecil. Alhasil, dampak negatif terhadap total biaya proyek tetap terukur dan tidak menggoyahkan target perusahaan secara substansial.
Ketahanan Proyek Strategis di Tahun 2026
Agung Budi Waskito meyakini bahwa seluruh proyek yang berjalan saat ini tetap berada pada jalur yang benar. Upaya perusahaan dalam melakukan manajemen risiko material terbukti ampuh menghadapi tekanan eksternal tahun 2026.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana perusahaan berkomitmen menjaga kualitas konstruksi? Faktanya, penggunaan material dalam negeri tidak menurunkan standar kualitas proyek. Sertifikasi produk nasional saat ini telah memenuhi standar kelayakan internasional yang WIKA terapkan.
Dengan demikian, para pemangku kepentingan tidak perlu khawatir mengenai keberlanjutan proyek tol maupun proyek infrastruktur strategis lainnya. WIKA terus memantau perkembangan harga di pasar global guna mengantisipasi langkah mitigasi lebih lanjut jika situasi memburuk di masa mendatang.
Komitmen Jangka Panjang Perusahaan
Intinya, efisiensi yang WIKA lakukan melalui penggunaan material dalam negeri menjadi model bisnis yang tangguh. Strategi ini meminimalisir ketergantungan pada rantai pasok global yang rentan terhadap gesekan politik antarnegara.
Perusahaan berencana tetap mempertahankan kebijakan ini sebagai bagian dari komitmen dukungannya terhadap kemandirian industri nasional. Pada akhirnya, ketahanan ini memberikan rasa aman bagi para investor dan masyarakat luas bahwa percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia tidak akan melambat meski dunia sedang diterpa konflik.
Langkah nyata ini sekaligus menunjukkan kematangan manajemen dalam menjaga aset bangsa. WIKA optimis mampu menuntaskan seluruh kewajiban proyeknya tepat waktu dengan performa yang tetap terjaga baik di tahun 2026.