Bukitmakmur.id – Katadata melalui Katadata Green meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard pada Senin (6/4) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Platform ini menghimpun serta menganalisis data ESG (Environmental, Social, and Governance) milik perusahaan terbuka demi mempercepat transisi bisnis hijau di Indonesia.
Acara peluncuran berlangsung dalam rangkaian Katadata ESG Forum bertajuk “ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau”. Lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pemangku kebijakan, pimpinan perusahaan, investor, dan pelaku industri hadir menyaksikan peresmian inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut.
Pentingnya KESGI Dashboard bagi Pertumbuhan Ekonomi
Co-founder dan Chief Executive Officer Katadata Metta Dharmasaputra menyatakan bahwa inisiatif ini muncul berdasarkan keyakinan kuat bahwa ekonomi hijau mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Fokus utama pemerintah dalam sektor berkelanjutan memang memerlukan instrumen pendukung yang tepat dan akurat.
Metta memaparkan hambatan nyata yang perusahaan hadapi berdasarkan survei mandiri bersama Mandiri Institute tahun 2024 terhadap 150 perusahaan. Ternyata, tantangan operasional utama meliputi kurangnya data kuantitatif yang memadai, keterbatasan tenaga kerja ahli, dan tingginya biaya pengumpulan data keberlanjutan. Melalui kehadiran alat ini, perusahaan memiliki akses lebih baik dalam mengelola informasi ESG mereka.
Selain itu, Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto menekankan bahwa alat inovatif ini mengubah data menjadi insight berharga bagi pengambilan keputusan strategis. Dengan demikian, data yang semula terfragmentasi kini terkonsolidasi menjadi satu keterpaduan. KESGI menjanjikan pembacaan perkembangan ESG di Indonesia yang lebih jelas, mendalam, dan sangat cepat.
Metodologi dan Standar Penilaian ESG
Heri menambahkan bahwa KESGI menerapkan metodologi yang mengacu pada standar global serta selaras dengan regulasi nasional. Kerangka penilaian ini mencakup tiga pilar utama ESG, yakni:
- Pilar Lingkungan (Environmental)
- Pilar Sosial (Social)
- Pilar Tata Kelola (Governance)
Keseluruhan kerangka penilaian ini mencakup 15 topik spesifik dan dukungan lebih dari 100 indikator. Ke depannya, tim pengembang akan meluncurkan Katadata ESG-50 Leader Index. Indeks ini akan memetakan 50 perusahaan tercatat dengan penerapan standar ESG terbaik secara konsisten.
Investor dapat memanfaatkan indeks saham tersebut sebagai rujukan utama dalam memantau kinerja keuangan sekaligus performa keberlanjutan perusahaan. Hal ini memberikan transparansi lebih bagi pemangku kepentingan dalam menempatkan modal mereka pada bisnis yang memiliki masa depan cerah.
Tantangan dan Solusi Ekosistem Keberlanjutan
Deputy Head of Katadata Green Jeany Hartriani menjelaskan bahwa konteks Indonesia memiliki tantangan unik seperti kerumitan standar pelaporan dan keterbatasan pengalaman tim internal perusahaan. Membangun standar serta prosedur yang matang merupakan langkah krusial bagi setiap perusahaan saat ini.
ESG tidak boleh sekadar menjadi beban pelaporan administratif. Sebaliknya, perusahaan perlu menjadikan ESG sebagai prinsip kepemimpinan yang melatarbelakangi seluruh operasional bisnis. KESGI hadir menjawab kebutuhan tersebut dengan menyajikan ekosistem lengkap yang mengintegrasikan aspek konsultasi, pembelajaran, komunikasi, dan aktivasi keberlanjutan.
Dukungan Bursa Efek Indonesia terhadap Produk Investasi
Penanggung Jawab Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa minat pelaku pasar terhadap instrumen berbasis ESG terus meningkat signifikan. Investor global juga menunjukkan perhatian lebih pada sektor energi baru terbarukan serta proyek transisi energi di Indonesia.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026 mencatat adanya 72 reksadana pasif dan ETF (Exchange-Traded Fund) berbasis saham di bursa. Total dana kelolaan seluruh instrumen tersebut mencapai Rp15,83 triliun. Angka ini mencerminkan antusiasme pasar yang tinggi terhadap praktik bisnis ramah lingkungan.
| Indikator | Detail Per Februari 2026 |
|---|---|
| Total Reksadana & ETF ESG | 72 Unit |
| Total Dana Kelolaan | Rp15,83 Triliun |
BEI berupaya mendorong penciptaan produk investasi berkelanjutan melalui penyediaan enam indeks berbasis ESG. Selain itu, bursa juga menyediakan platform, panduan laporan ESG, program edukasi, serta dukungan kolaboratif dengan mitra strategis seperti Katadata. Sinergi ini memperkuat fondasi pasar modal Indonesia dalam menghadapi tren global.
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Hijau
Katadata Green melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan lima mitra strategis dalam acara tersebut. Mitra-mitra tersebut antara lain East Ventures, Life Cycle Indonesia, Indonesia Carbon Capture and Storage Center, A+ CSR Indonesia, Rekosistem, serta Jejakin.
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah menciptakan ekosistem ESG yang solid berbasis data yang akurat. Para mitra sepakat untuk mempercepat pengembangan platform digital dan memperluas adopsi praktik berkelanjutan di berbagai sektor industri di Indonesia. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan memerlukan kerja sama seluruh pihak secara kolektif.
Perkembangan teknologi AI dan data yang komprehensif akan mempercepat langkah Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi melalui sektor hijau. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan standar ESG terbaru akan unggul dalam persaingan pasar global yang semakin kritis terhadap isu-isu iklim dan sosial. Pada akhirnya, keberhasilan integrasi data dan praktik keberlanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan di masa depan.