Beranda » Berita » Transaksi SPKLU PLN di Sulselrabar Melonjak 208 Persen, Bukti Minat Kendaraan Listrik Meningkat

Transaksi SPKLU PLN di Sulselrabar Melonjak 208 Persen, Bukti Minat Kendaraan Listrik Meningkat

Bukitmakmur.id – PT PLN Unit Induk Distribusi , Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar) mencatat transaksi SPKLU melonjak 208 persen selama periode Idulfitri tahun 2026. Data internal perusahaan menunjukkan total 2.701 transaksi pengguna kendaraan listrik sukses terlayani dengan nilai mencapai Rp194.810.875.

Lonjakan signifikan ini merepresentasikan antusiasme yang melambung jauh melampaui capaian periode Idulfitri 1446 H. Saat itu, PLN hanya mencatat 875 transaksi dengan nilai Rp63.135.672.

Pemerintah sendiri menegaskan komitmen untuk menjaga BBM bersubsidi tetap stabil sepanjang tahun . Kebijakan ini beriringan dengan tren masyarakat yang mulai beralih menuju ekosistem kendaraan listrik sebagai moda transportasi utama baik harian maupun .

Lonjakan Transaksi SPKLU PLN Menandai Adopsi Kendaraan Listrik

Ahmad Amirul Syarif, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, menyatakan bahwa kenaikan drastis ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap infrastruktur pengisian daya yang PLN sediakan. Momentum Lebaran 2026 menjadi bukti nyata kesiapan ekosistem kendaraan listrik di wilayah timur Indonesia.

Selain itu, pihak pengelola memastikan seluruh infrastruktur SPKLU beroperasi secara optimal demi menjaga kelancaran mobilitas pengguna di jalan raya. PLN terus memantau keamanan serta keandalan pasokan listrik pada setiap titik pengisian daya agar pengguna merasa nyaman selama perjalanan.

Menariknya, hingga 1 April 2026, PLN UID Sulselrabar telah mengoperasikan 74 unit SPKLU yang tersebar pada 54 lokasi strategis. Infrastruktur ini mencakup seluruh wilayah kerja yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Barat.

Baca Juga:  Diperbarui: Perangkat Mewah Baru Rayakan Ulang Tahun Apple ke-50

Peta Sebaran Infrastruktur Pengisian Daya

PLN berkomitmen untuk terus menambah jumlah unit pengisian untuk memastikan kemudahan akses bagi seluruh pemilik mobil listrik. Pengguna tidak perlu khawatir akan ketersediaan layanan karena PLN terus memperluas jangkauan SPKLU secara bertahap sepanjang tahun 2026.

Faktanya, strategi pengembangan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Bahlil menilai peningkatan transaksi di level regional menunjukkan progres perkembangan penggunaan kendaraan listrik yang sangat pesat di tanah air.

Pemerintah meyakini bahwa pembangunan infrastruktur yang masif akan memicu pertumbuhan jumlah pengguna mobil listrik secara signifikan. Alhasil, kemudahan akses pengisian daya menjadi kunci utama keberhasilan transisi energi di sektor transportasi darat.

Sinergi Nasional dalam Mendukung Kendaraan Listrik

Secara nasional, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa strategi perusahaan fokus pada penguatan kuantitas, pembaruan teknologi, dan integrasi layanan digital. Pendekatan ini berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

Saat ini, PLN bersama mitra strategis telah menyediakan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Jarak antar-SPKLU kini mencapai rata-rata 22 kilometer, sehingga memudahkan pengguna untuk merencanakan perjalanan jauh tanpa rasa cemas.

Tidak hanya itu, PLN menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di lokasi-lokasi krusial guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan pengisian daya. Perusahaan juga melakukan peningkatan standar layanan dari pengisian daya standar menjadi fast charging bahkan ultra fast charging.

Inovasi Digital PLN Mobile

Aplikasi PLN Mobile memberikan kemudahan bagi pengguna melalui fitur canggih seperti Trip Planner dan layanan AntreEV. Pengguna dapat merencanakan rute perjalanan dan memesan antrean pengisian daya dari ponsel pintar masing-masing.

Teknologi ini meminimalisir waktu tunggu pengisian daya baterai kendaraan. Dengan demikian, pengguna dapat menikmati kenyamanan ekstra saat berkendara jauh dengan mobil listrik kesayangan mereka.

Baca Juga:  Kondisi psikologis Andrie Yunus Stabil walau Alami Trauma

Perbandingan Transaksi Idulfitri SPKLU PLN UID Sulselrabar

Indikator Idulfitri 1446 H Idulfitri 2026
Jumlah Transaksi 875 2.701
Nilai Transaksi Rp63.135.672 Rp194.810.875

Tren Industri Kendaraan Listrik 2026

Perkembangan ekosistem kendaraan listrik tidak berhenti pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya saja. Industri global bahkan menobatkan Hyundai IONIQ 6 N sebagai World Performance Car 2026, yang menegaskan bahwa mobil listrik kini mampu memberikan performa tinggi bagi penggunanya.

Selain performa, aspek keawetan baterai menjadi perhatian utama bagi pemilik kendaraan. Produsen otomotif di Indonesia kini memberikan masa garansi yang kompetitif, sembari memberikan edukasi mengenai menjaga kesehatan baterai agar tetap prima selama masa pakai.

Di sisi lain, GEM Group mengambil peran aktif dengan mendorong nikel melalui teknologi HPAL. Langkah strategis ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai global sekaligus mendorong munculnya teknologi di dalam negeri.

Selanjutnya, fitur pengisian daya ultracepat menjadi standar baru pada mobil listrik masa kini, seperti yang terlihat pada BYD Song Ultra EV. Kendaraan ini memungkinkan pengisian daya cepat dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit.

Pada akhirnya, efisiensi penggunaan baterai sangat bergantung pada gaya berkendara pengemudi. Pengemudi perlu menghindari gaya berkendara agresif agar baterai mobil tetap awet dan menempuh jarak lebih jauh dengan sekali pengisian daya secara optimal hingga sampai ke tujuan dengan aman.