Beranda » Berita » Cara membuat lilin aromaterapi dari jelantah di tahun 2026

Cara membuat lilin aromaterapi dari jelantah di tahun 2026

Bukitmakmur.id – Mahasiswa Universitas Airlangga bersama warga Desa Warukulon, mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomi tinggi pada Januari 2026. Inovasi ini menyasar pengurangan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang baru bagi ekonomi kreatif masyarakat pedesaan.

Kegiatan tersebut menindaklanjuti keresahan warga perihal pembuangan minyak bekas ke saluran air yang mencemari lingkungan. Warga kini memiliki keterampilan praktis dalam memurnikan dan memprosesnya menjadi produk dekoratif fungsional.

Cara membuat lilin aromaterapi mandiri

Langkah awal mengolah minyak jelantah memerlukan ketelitian dalam persiapan bahan dan alat. Tim ahli menyarankan penggunaan bahan pendamping agar kualitas lilin tetap optimal dan aman saat pembakaran.

  • Saring minyak jelantah hingga benar-benar bersih dari residu sisa makanan
  • Siapkan parafin dan stearic acid dengan perbandingan satu banding satu untuk tekstur lilin yang kokoh
  • Panaskan campuran bahan menggunakan metode double boiler atau wadah di atas air mendidih
  • Masukkan essential oil saat campuran bahan mencair untuk memberikan aroma relaksasi
  • Tuang cairan ke gelas kaca kecil yang sudah terpasang sumbu di bagian tengah
  • Diamkan lilin selama satu jam hingga mengeras sempurna sebelum pemakaian

Pemilihan aroma sangat menentukan fungsi produk. Penggunaan bahan alami seperti cengkeh atau kulit kayu manis sering memberikan efek pengusir serangga. Sementara aroma lavender atau lemon grass membantu bagi pengguna.

Manfaat lingkungan melalui ekonomi sirkular

Pemanfaatan kembali minyak jelantah mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tahun 2026. Masyarakat yang mengubah limbah menjadi produk bernilai jual menunjukkan kesadaran baru terhadap pelestarian ekosistem dan kebersihan lingkungan domestik.

Baca Juga:  Kasus Amsal Sitepu: Kemenkraf Beri Perhatian Khusus - Kabar Terbaru 2026

Di sisi lain, kolaborasi antara akademisi dan warga membuka akses pemasaran . Pelatihan pembuatan toko online di marketplace memungkinkan pelaku usaha mikro menjual produk mereka ke jangkauan lebih luas melampaui batas desa.

Penggunaan kain batik sebagai ornamen

Inovasi tidak berhenti pada bahan dasar lilin saja. Kelompok asistensi mengajar mahasiswa UNS mengenalkan penggunaan kain perca batik sebagai hiasan tambahan pada produk lilin di SMP Negeri 2 Plupuh, Sragen pada April 2026.

Langkah ini menggabungkan aspek keberlanjutan dan pelestarian budaya lokal. Pemanfaatan sisa produksi industri batik sekitar sekolah berhasil mengubah limbah tekstil menjadi elemen estetika yang meningkatkan harga jual setiap kemasan lilin.

Perhitungan harga pokok produksi

Pengelolaan usaha yang baik menuntut pemahaman terhadap struktur biaya. Penyelenggara pelatihan menekankan pentingnya menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) sebelum masyarakat memasarkan produk mereka secara .

Komponen Usaha Keterangan
Biaya Variabel Parafin, essence, sumbu, kemasan
Biaya Tetap Penyusutan peralatan masak
Analisis BEP Titik impas saat total penjualan menutup modal

Perhitungan yang terencana membantu pemilik menetapkan persentase keuntungan secara tepat. Strategi ini meminimalisir risiko kerugian sekaligus menjamin keberlangsungan operasional di masa depan.

Saran penggunaan agar tetap sehat

Para ahli menyarankan batasan waktu penggunaan di dalam ruangan. Pembakaran sumbu lilin sebaiknya tidak melampaui tiga jam terus-menerus untuk menjaga kualitas udara dan pernapasan.

Inovasi sederhana berbasis limbah rumah tangga ini membuktikan daya kreatif masyarakat sangat besar jika mendapat pendampingan tepat. Keterampilan yang warga peroleh dari pelatihan selama 2026 menjadi modal berharga bagi pengembangan unit usaha kreatif di rumah masing-masing. Mulailah mengumpulkan minyak jelantah hari ini dan ciptakan produk bernilai sambil berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Kematangan Emosional: 9 Teknik Tetap Tenang Saat Terpicu