Bukitmakmur.id – Polisi menangkap seorang pelatih silat di Serang, Banten, karena mencabuli lima orang anak di bawah umur selama rentang waktu sejak Mei 2026. Pelaku yang bekerja sebagai buruh harian lepas memakai modus ritual pembersihan diri untuk memperdaya para korban di bawah pengaruh tipu dayanya.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan informasi tersebut pada Senin, 6 April 2026. Pihak kepolisian menindaklanjuti laporan pihak keluarga korban yang merasa curiga dengan kegiatan yang pelaku sebut sebagai proses pembersihan hati dan pikiran.
Modus Licik Pelatih Silat di Serang
Pelaku melancarkan aksinya dengan menawarkan layanan spiritual kepada para muridnya. Modus utama pelaku yakni memandikan korban menggunakan air kembang yang ia siapkan sebelumnya. Setelah ritual mandi tersebut, pelaku selanjutnya melakukan pijatan kepada tubuh korban dengan dalih membersihkan tubuh, pikiran, dan hati dari energi negatif.
Praktik manipulatif ini berjalan mulus tanpa kecurigaan berlebih dari para korban pada awalnya. Pelaku memanfaatkan statusnya sebagai sosok pelatih yang seharusnya menjaga anak-anak, namun ia justru mengkhianati kepercayaan tersebut demi kepentingan pribadi.
Faktanya, kasus ini terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri menceritakan perlakuan tidak senonoh tersebut kepada orang tuanya. Akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadian memilukan ini kepada pihak berwajib pada 3 April 2026 untuk segera memproses hukum pelaku.
Detail Korban dan Investigasi Kepolisian
Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus ini demi mengungkap skala kejahatan yang terselubung. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara per 2026, kepolisian mengidentifikasi setidaknya ada lima anak yang menjadi korban perbuatan bejat sang pelatih.
Guna memberikan gambaran lebih jelas mengenai status tindakan pelaku, berikut rincian dampak kejahatan berdasarkan investigasi aparat:
| Jenis Tindakan | Jumlah Korban |
|---|---|
| Tindak Persetubuhan | 3 Anak |
| Tindak Pencabulan | 2 Anak |
Selanjutnya, penyidik Polda Banten masih terus menggali keterangan dari berbagai pihak guna memastikan tidak ada korban lain yang mungkin takut bersuara. Pihak kepolisian menjamin perlindungan terhadap identitas serta psikologis para korban sepanjang proses hukum berjalan hingga tuntas di pengadilan nanti.
Pentingnya Kewaspadaan Orang Tua
Kejadian di Serang ini menjadi pengingat keras bagi setiap orang tua mengenai pentingnya mengawasi aktivitas anak di luar rumah. Meskipun sebuah kegiatan memiliki embel-embel pendidikan karakter atau olahraga seperti silat, orang tua tetap wajib melakukan verifikasi terkait metode yang pelatih terapkan dalam latihan.
Banyak ahli psikologi anak menekankan bahwa ritual yang melibatkan sentuhan fisik tidak wajar atau kegiatan tertutup tanpa pengawasan orang tua lain patut orang tua curigai. Anak-anak kerap merasa takut untuk melapor karena ancaman atau manipulasi psikologis dari pihak pelaku yang lebih dewasa.
- Selalu jalin komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman melaporkan ketidaknyamanan.
- Pantau kegiatan ekstrakurikuler atau pelatihan di luar sekolah secara berkala.
- Ajarkan anak mengenai batasan tubuh pribadi sejak dini sebagai bentuk proteksi mandiri.
- Jangan ragu menolak atau menghentikan izin mengikuti kegiatan jika syarat-syarat yang diminta pelatih bersifat aneh.
Langkah Hukum Polda Banten Tahun 2026
Aparat penegak hukum kini memproses pelaku sesuai dengan undang-undang perlindungan anak yang berlaku di Indonesia. Pihak kepolisian berkomitmen memberikan hukuman maksimal kepada individu yang merusak masa depan anak-anak, terutama dalam kasus yang melibatkan penyalahgunaan kepercayaan lewat ritual-ritual tidak masuk akal.
Update 2026 mengenai kasus ini menunjukkan bahwa penyidik telah mengumpulkan barang bukti yang cukup kuat. Selain itu, tenaga ahli dari bagian psikologi forensik turut membantu kepolisian agar pemulihan trauma para korban bisa berlangsung dengan optimal melalui serangkaian pendampingan profesional.
Sebagai langkah terakhir, marilah masyarakat selalu mendukung proses hukum ini agar keadilan bagi para korban bisa tercapai sepenuhnya. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pertumbuhan anak-anak di tanah air.