Beranda » Berita » Emiten Dipo Grup PMJS Raih Proyek Rp 10,8 Triliun Agrinas

Emiten Dipo Grup PMJS Raih Proyek Rp 10,8 Triliun Agrinas

Bukitmakmur.id – PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) memperoleh kontrak fantastis pengadaan 20.600 unit truk 6 ban dari PT Agrinas Pangan Nusantara (APN) dengan nilai mencapai Rp 10,83 triliun. Direktur Utama PMJS, Ie Putra, mengonfirmasi efektifnya perjanjian kerja sama ini per 6 April 2026 melalui entitas usaha mereka, PT Dipo Internasional Pahala (DIPO).

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi emiten otomotif di bawah Dipo Group tersebut dalam mendukung program ketahanan pangan . Pihak manajemen mengungkapkan bahwa DIPO berperan sentral dalam penyediaan unit kendaraan spesifikasi khusus serta yang APN butuhkan demi kelancaran operasional program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

Menariknya, keberhasilan kontrak ini memberikan sentimen positif bagi bursa efek nasional. Faktanya, harga saham PMJS langsung merespons pengumuman tersebut dengan lonjakan mencapai 17,86% ke level Rp 132 pada perdagangan Selasa, 7 .

Detail Kontrak Proyek PMJS dan Agrinas

Proses perolehan proyek ini melibatkan beberapa tahapan krusial antara DIPO dan Agrinas. Pertama, program ini berakar sejak 28 November 2025 melalui kemitraan antara Agrinas dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors sebagai distributor resmi Mitsubishi. Kemudian, DIPO menindaklanjuti hal ini lewat kontrak turunan yang sah.

Selain itu, pihak perusahaan melakukan addendum kontrak turunan pertama pada 10 Maret 2026. Kontrak tersebut berlaku efektif segera setelah DIPO menyerahkan bank garansi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) per 16 Maret 2026. Alhasil, APN menyetorkan pembayaran senilai Rp 2,84 triliun kepada DIPO pada 6 April 2026.

Baca Juga:  Panduan Bayar Pajak PBB Online Lewat Tokopedia Pakai Saldo DANA

Profil Entitas dalam Kerja Sama Strategis

Perlu khalayak ketahui bahwa PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO) merupakan anak usaha PMJS dengan kepemilikan langsung sebesar 82,64%. Fokus bisnis DIPO sendiri bergerak di sektor otomotif yang kini semakin kuat posisinya setelah memenangkan kepercayaan dari BUMN pangan.

Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menjalankan mandat sebagai BUMN yang fokus pada pengelolaan dan pengembangan sektor pangan nasional. Direktur Utama PMJS menegaskan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara entitas perseroan yakni DIPO dengan pihak Agrinas. Hal ini menunjukkan profesionalitas murni dalam sebuah kemitraan bisnis berskala jumbo.

Dampak Kinerja Emiten Dipo Grup

Manajemen PMJS optimistis bahwa proyek ini membawa dampak signifikan bagi perseroan. Pertama, peningkatan aktivitas bisnis akan memperkuat kinerja operasional DIPO secara menyeluruh. Kedua, aliran pendapatan baru dari proyek Rp 10,83 triliun ini bakal mendorong perbaikan arus kas dan kondisi PMJS secara jangka panjang.

Berikut ringkasan performa saham PMJS pada hari Selasa, 7 April 2026:

Indikator Keterangan
Harga Saham Rp 132 (Naik 17,86%)
Volume Perdagangan 27,88 juta unit
Nilai Transaksi Rp 3,75 miliar
Rp 1,82 triliun

Analisis Pergerakan Saham PMJS

Jika menilik performa bulanan, saham PMJS mencatatkan kenaikan sebesar 16,96%. Meskipun dalam enam hari perdagangan sebelumnya sempat tergelincir 10,75% akibat tekanan pasar, pengumuman proyek Agrinas ini menjadi katalisator kuat bagi pemulihan harga saham di bursa.

DIPO sendiri memikul tanggung jawab penuh dalam menyediakan armada sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, mereka wajib memberikan layanan purna jual yang andal demi memastikan keberlangsungan operasional program pangan tersebut setiap harinya. Komitmen ini membuktikan kapabilitas perusahaan dalam mengelola proyek infrastruktur skala masif.

Baca Juga:  Pembunuhan WN Belanda - 2 Tersangka Brasil Masuk DPO Interpol 2026

Dengan efektivitas kontrak yang sudah berjalan, PMJS kini menatap masa depan operasional dengan lebih percaya diri. Keberhasilan menyuntik proyek sebesar Rp 10,83 triliun ini tentu menjadi modal berharga bagi perseroan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi perusahaan sepanjang tahun 2026.