Beranda » Berita » Pembangunan Jembatan Kewek Terhambat, Kapan Bisa Digunakan?

Pembangunan Jembatan Kewek Terhambat, Kapan Bisa Digunakan?

Bukitmakmur.id – Pembangunan Jembatan Kewek menjumpai kendala jadwal sehingga molor dari target semula pada April 2026. Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) Pekerjaan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta Andi Nugroho Jati mengonfirmasi bahwa proses lelang saat ini masih berlangsung, sehingga kontrak kerja kemungkinan baru berjalan pada Mei .

Andi Nugroho Jati menyatakan bahwa tim memilih metode prakualifikasi dalam proses lelang tersebut. Metode ini memang membutuhkan durasi konsultasi yang cukup lama untuk memastikan kontraktor memiliki kualifikasi yang benar-benar layak. Meskipun jadwal mengalami perubahan, Andi memastikan bahwa pengerjaan proyek tetap memiliki durasi delapan bulan. Proyek ini memproyeksikan penyelesaian pada pergantian tahun 2026 menuju 2027 sehingga warga sudah bisa melewati jembatan tersebut pada awal tahun depan.

Progres Pembangunan Jembatan Kewek dan Tantangan Lelang

Pemerintah menyadari bahwa mundurnya target April sempat menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat sekitar. Namun, Andi Nugroho Jati menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya intensif memastikan kualitas pengerjaan. Fungsionalitas akses publik menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan teknis. "Insyaallah awal tahun 2027, pengguna jalan sudah bisa memanfaatkan jembatan kembali," ungkap Andi saat memberikan keterangan pada Minggu, 12 .

Selain memastikan jadwal pengerjaan delapan bulan, pemerintah juga melakukan perubahan dimensi konstruksi untuk meningkatkan kapasitas akses. Proyek ini menambah panjang jembatan dari semula 17 meter menjadi 30 meter. Lebih dari itu, dimensi lebar jembatan pun mengalami penyesuaian dari ukuran awal 9,5 meter menjadi 12,5 meter. Pihak Satker P2JN memastikan bahwa meskipun ada perubahan signifikan dari sisi ukuran, mereka tetap mempertahankan desain fasad asli jembatan agar nilai tidak hilang.

Baca Juga:  GTA 6 Resmi Meluncur 19 November 2026, Cek Jadwal Rilisnya

Readiness Criteria dan Finalisasi Administratif Pemerintah Kota

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mengonfirmasi bahwa seluruh kebutuhan administratif tingkat kota sudah tuntas. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Jogja Hasri Nilam Baswari menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan dokumen penting kepada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN). Kelengkapan dokumen ini mencakup Detail Engineering Design (DED) maupun Readiness Criteria (RC).

Faktanya, pemerintah kota memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pelaksana proyek dalam berkas Readiness Criteria tersebut. Dokumen-dokumen ini mencakup beberapa aspek krusial sebagai berikut:

  • Penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan dan Upaya Pemantauan Hidup (UKL-UPL) terkait .
  • Penyusunan dokumen kajian analisis dampak lalu lintas (Andalin) untuk kelancaran mobilitas kendaraan di sekitar lokasi.
  • Pemberian rekomendasi teknis untuk izin penggunaan sumber daya air di Sungai Code guna mendukung struktur bangunan baru.

Hasri Nilam Baswari menambahkan bahwa koordinasi antara tingkat kota dan nasional berjalan lancar selama proses persiapan ini. Dengan penyerahan dokumen final, pemerintah mengalihkan tanggung jawab sepenuhnya kepada tim pelaksana lapangan. Langkah ini mengartikan bahwa secara administratif sudah tidak ada hambatan lagi dalam eksekusi proyek jembatan tersebut.

Perbandingan Spesifikasi Pembangunan Jembatan Kewek

Pemerintah melakukan transformasi besar pada untuk menjawab tantangan kepadatan lalu lintas di Jogja. Tabel berikut merinci perubahan spesifikasi yang akan terlaksana nantinya:

Keterangan Ukuran Awal Ukuran Baru (Target 2026)
Panjang Jembatan 17 Meter 30 Meter
Lebar Jembatan 9,5 Meter 12,5 Meter

Data tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memaksimalkan fungsi infrastruktur. Perubahan dimensi ini bertujuan untuk mengakomodasi volume kendaraan yang meningkat dari tahun ke tahun. Singkatnya, revitalisasi ini bukan hanya sekadar perbaikan, melainkan penyesuaian kapasitas sesuai kebutuhan masa kini.

Baca Juga:  Marc Marquez Kena Long Lap Penalty Usai Insiden Sprint Race MotoGP Amerika 2026

Komitmen Penyelesaian Proyek di Akhir Tahun 2026

Pemerintah tetap optimis pada target pengerjaan delapan bulan sejak penandatanganan kontrak perdana Mei 2026 mendatang. Koordinasi intensif antara pihak Satker P2JN dan DPUPKP Kota Jogja diharapkan mampu meminimalisir kendala teknis di lapangan. Selain itu, monitoring ketat atas setiap tahapan pengerjaan akan terus berjalan guna memastikan ketepatan waktu.

Pentingnya Jembatan Kewek bagi mobilitas warga menjadi alasan utama mengapa pengerjaan harus memenuhi standar teknis yang ketat. Apakah kualitas bangunan jauh lebih krusial daripada sekadar memacu kecepatan pengerjaan? Jawabannya tentu saja ya, mengingat durabilitas jangka panjang infrastruktur ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan mobilitas warga Jogja selama bertahun-tahun ke depan.

Pada akhirnya, kesabaran warga sangat pemerintah butuhkan selama tahapan krusial revitalisasi berlangsung. Pengerjaan ini nantinya akan memberikan akses yang lebih luas dan aman setelah proses panjang pembangunan berakhir. Pemerintah berharap dukungan masyarakat tetap terjaga hingga Jembatan Kewek siap beroperasi sepenuhnya di awal tahun 2027 mendatang.