Beranda » Ekonomi » Apa Itu Saham Undervalued? Ini Trik Mencari Perusahaan Bagus Harga Murah

Apa Itu Saham Undervalued? Ini Trik Mencari Perusahaan Bagus Harga Murah

Banyak investor bingung memilih yang tepat untuk dimasukkan ke dalam portofolio . Apalagi di tengah gejolak pasar yang kian dinamis. Namun, ada satu strategi investasi yang cukup populer di kalangan investor jangka panjang, yakni mencari atau harga murah.

Saham undervalued merupakan saham perusahaan yang nilainya dinilai lebih rendah dari nilai sebenarnya (intrinsik value). Jika Anda bisa mengidentifikasi dan berinvestasi pada saham-saham undervalued berkualitas, maka potensi keuntungan di masa depan bisa sangat menjanjikan. Simak penjelasan lengkap dari Bukitmakmur.id berikut ini…

Singkatnya, Saham Undervalued Adalah Saham yang Memiliki Harga di Bawah Nilai Wajarnya

Singkatnya, saham undervalued adalah saham perusahaan yang harganya di bursa efek dinilai lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Nilai intrinsik ini dihitung berdasarkan analisis fundamental perusahaan, seperti prospek bisnis, kinerja keuangan, prospek pertumbuhan, serta valuasi aset.

Cara Mencari Saham Undervalued yang Berkualitas

1. Analisis Fundamental Perusahaan

Langkah pertama, Anda harus melakukan analisis fundamental yang mendalam untuk mengetahui kondisi dan prospek perusahaan. Ini meliputi analisis laporan keuangan, proyeksi pertumbuhan, manajemen perusahaan, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk menilai nilai intrinsik perusahaan yang sesungguhnya.

Baca Juga:  Keuntungan Pinjam Uang di Pegadaian Dibanding Bank Konvensional

2. Gunakan Metrik Valuasi yang Tepat

Setelah memahami kondisi perusahaan, selanjutnya tentukan metrik valuasi yang cocok, seperti Price to Earnings (P/E) Ratio, Price to Book Value (P/BV) Ratio, atau Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA). Bandingkan nilai metrik tersebut dengan rata-rata sektor atau perusahaan sejenis.

3. Cari Margin of Safety yang Cukup

Saham undervalued yang berkualitas harus memiliki “Margin of Safety” yang cukup. Artinya, harga saham saat ini jauh di bawah nilai intrinsiknya. Idealnya, harga saham saat ini paling tidak 30% lebih rendah dari nilai wajarnya.

4. Pantau Perkembangan Perusahaan

Jangan berhenti setelah menemukan saham undervalued yang menarik. Anda harus terus memantau perkembangan perusahaan secara berkala, baik dari sisi kinerja bisnis maupun harga saham. Hal ini penting untuk memastikan saham tetap undervalued dan masih memiliki potensi kenaikan harga.

Simulasi: Membeli Saham Undervalued Cocacola

Misalkan Anda tertarik untuk berinvestasi pada saham Cocacola (COCA) yang saat ini diperdagangkan di harga Rp 40.000 per lembar. Berdasarkan analisis fundamental, nilai intrinsik saham Cocacola diperkirakan sekitar Rp 55.000 per lembar. Ini berarti saham Cocacola saat ini undervalued sekitar 27% dari nilai wajarnya.

Jika Anda membeli 100 lembar saham Cocacola dengan harga Rp 40.000 per lembar, total modal yang Anda butuhkan adalah Rp 4.000.000. Namun, jika harga saham Cocacola kembali ke nilai wajarnya Rp 55.000, maka Anda akan mendapat keuntungan Rp 1.500.000 (100 lembar x Rp 15.000).

Contoh di atas hanya simulasi, tidak menjamin pergerakan harga saham di masa depan. Selalu lakukan analisis dan riset mendalam sebelum memutuskan berinvestasi.

5 Penyebab Saham Bisa Undervalued dan Solusinya

Penyebab Solusi
1. Sentimen pasar yang negatif Identifikasi alasan di balik sentimen negatif, lalu bandingkan dengan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
2. Kinerja perusahaan yang sedang lesu Analisis lebih dalam apakah penurunan kinerja bersifat sementara atau struktural. Jika prospek jangka panjang masih baik, saham bisa menjadi undervalued.
3. Perusahaan sedang mengalami transformasi Pelajari lebih jauh tentang rencana transformasi dan prospek bisnisnya di masa depan. Jika perubahannya positif, saham bisa undervalued saat ini.
4. Sektor industri sedang mengalami tekanan Analisis lebih dalam apakah tekanan yang dialami bersifat sementara atau struktural. Jika prospek jangka panjang masih bagus, saham sektor tersebut bisa undervalued.
5. Kondisi ekonomi yang kurang kondusif Identifikasi apakah penurunan harga saham akibat kondisi makro ekonomi atau karena memang kinerjanya sedang buruk. Jika kondisi fundamental masih bagus, saham bisa menjadi undervalued.
Baca Juga:  Apa Itu Saham IPO? Cara Pesan Saham Baru Lewat e-IPO KSEI

FAQ Seputar Saham Undervalued

1. Apa perbedaan saham undervalued dan saham overvalued?

Saham undervalued adalah saham yang dinilai lebih rendah dari nilai wajarnya, sedangkan saham overvalued adalah saham yang dinilai lebih tinggi dari nilai wajarnya. Investor biasanya akan mencari saham undervalued untuk mendapatkan keuntungan ketika harga kembali ke nilai wajarnya.

2. Bagaimana cara menghitung nilai intrinsik saham?

Nilai intrinsik saham bisa dihitung dengan berbagai metode, seperti Discounted Cash Flow (DCF), Price to Earnings (P/E) Ratio, Price to Book Value (P/BV) Ratio, dan lain-lain. Metode terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi beberapa analisis fundamental.

3. Apa keuntungan berinvestasi di saham undervalued?

Keuntungan utama berinvestasi di saham undervalued adalah potensi capital gain yang cukup besar ketika harga saham kembali ke nilai wajarnya. Selain itu, saham undervalued biasanya memiliki dividen yield yang cukup tinggi.

4. Apa risiko berinvestasi di saham undervalued?

Risiko utama berinvestasi di saham undervalued adalah jika penilaian atas nilai intrinsik salah, sehingga saham tetap undervalued dalam jangka panjang. Selain itu, ada risiko jika kondisi bisnis perusahaan memang sedang buruk sehingga prospek ke depan tidak cerah.

5. Kapan saat terbaik membeli saham undervalued?

Waktu terbaik undervalued adalah ketika sentimen pasar sedang negatif, namun kondisi fundamental perusahaan masih bagus. Dengan begitu, Anda bisa menikmati potensi kenaikan harga saham di masa depan.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi, bukan saran finansial profesional. Bukitmakmur.id tidak bekerja sama dengan /instansi terkait.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang saham undervalued dan cara mencari perusahaan berkualitas dengan harga murah. Semoga bermanfaat bagi strategi investasi Anda ke depan! Jangan ragu berbagi pengalaman atau bertanya lebih lanjut di kolom komentar.

Baca Juga:  Rekomendasi Saham Perbankan Terbaik 2026 Prospek Cerah dan Dividen Besar