Beranda » Edukasi » Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Dipahami!

Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Dipahami!

Sebagai warga negara Indonesia, Anda tentunya sudah mendengar tentang dan . Kedua program jaminan sosial ini memang wajib diikuti oleh seluruh penduduk, baik pekerja formal maupun informal. Meski sama-sama dikelola oleh BPJS, ternyata keduanya memiliki perbedaan yang penting untuk Anda pahami.

Simak penjelasan lengkap dari Bukitmakmur.id berikut ini untuk mengetahui apa saja perbedaan di antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ringkasan Cepat:

  1. BPJS Kesehatan adalah yang menjamin pembiayaan pengobatan peserta, sementara BPJS Ketenagakerjaan adalah asuransi yang melindungi risiko kecelakaan kerja, kematian, dan jaminan hari tua.
  2. Kesehatan ditanggung peserta dan/atau pemberi kerja, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan iurannya hanya ditanggung pemberi kerja.
  3. Kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib untuk seluruh penduduk, sementara BPJS Ketenagakerjaan hanya wajib untuk pekerja formal.

Apa Itu BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan adalah program jaminan kesehatan nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dalam bentuk pelayanan kesehatan yang layak.

Sebagai program asuransi kesehatan sosial, BPJS Kesehatan menjamin biaya perawatan kesehatan bagi seluruh pesertanya. Mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga obat-obatan yang dibutuhkan. Selain itu, BPJS Kesehatan juga memberikan manfaat berupa fasilitas rehabilitasi medik dan pelayanan lainnya.

Baca Juga:  Apakah BPJS Kesehatan Menanggung Korban Kecelakaan Lalu Lintas?

Saat ini, kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib bagi seluruh penduduk Indonesia, baik pekerja formal, informal, maupun bukan pekerja. Iuran BPJS Kesehatan dapat dibayar oleh peserta sendiri atau pemberi kerja tergantung status kepesertaan.

Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan sosial yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja. Program ini dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan bertujuan untuk memberikan jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, serta jaminan kematian.

Berbeda dengan BPJS Kesehatan yang bersifat wajib untuk seluruh penduduk, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hanya diwajibkan bagi pekerja formal. Pekerja informal dan bukan pekerja tidak wajib mengikuti program ini.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan sepenuhnya ditanggung oleh pemberi kerja. Peserta tidak perlu membayar iuran secara langsung, karena sudah dipotong dari gaji setiap bulannya.

Perbedaan Penting BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Berikut adalah beberapa perbedaan penting antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan:

Aspek BPJS Kesehatan BPJS Ketenagakerjaan
Jenis Manfaat Pelayanan kesehatan (rawat jalan, rawat inap, obat-obatan, dll) Jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kematian
Kepesertaan Wajib untuk seluruh penduduk, baik pekerja formal, informal, maupun bukan pekerja Wajib untuk pekerja formal, tidak wajib untuk pekerja informal dan bukan pekerja
Iuran Ditanggung peserta dan/atau pemberi kerja Hanya ditanggung oleh pemberi kerja

Studi Kasus: Besaran Iuran dan Manfaat

Misalnya, Andi adalah seorang karyawan swasta dengan gaji Rp4 juta per bulan. Sebagai karyawan, Andi diwajibkan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk BPJS Kesehatan, iuran yang harus dibayar oleh Andi adalah sebesar 5% dari gaji pokoknya, yaitu Rp200.000 per bulan. Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan, iuran yang harus ditanggung oleh pemberi kerja Andi adalah sebesar 5,74% dari gaji pokoknya, yaitu Rp229.600 per bulan.

Baca Juga:  Cara Mengurus STNK Hilang 2026: Syarat, Biaya & Tanpa Calo

Dengan iuran tersebut, Andi akan mendapatkan manfaat berupa jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan serta jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.

Troubleshooting: 5 Masalah Umum dengan BPJS

Meski BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan program jaminan sosial yang wajib diikuti, dalam praktiknya masih banyak ditemui berbagai masalah umum, di antaranya:

  1. Keterlambatan Pembayaran Iuran: Banyak peserta yang terlambat membayar iuran bulanan, sehingga manfaat BPJS tidak dapat diterima.
  2. Pemahaman Prosedur Klaim yang Kurang: Sebagian peserta kurang memahami cara mengajukan klaim dan dokumen yang dibutuhkan, sehingga klaim ditolak.
  3. Rumitnya : Proses administrasi dan verifikasi di BPJS sering dianggap berbelit-belit dan memakan waktu lama.
  4. Batasan Manfaat yang Terbatas: Terdapat beberapa jenis perawatan yang tidak dijamin oleh BPJS, sehingga peserta harus mengeluarkan biaya sendiri.
  5. Minimnya Sosialisasi: Masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan baik hak dan kewajiban sebagai peserta BPJS.

FAQ Seputar BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Apa perbedaan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan?

Iuran BPJS Kesehatan ditanggung oleh peserta dan/atau pemberi kerja, sedangkan iuran BPJS Ketenagakerjaan sepenuhnya ditanggung oleh pemberi kerja. Peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu membayar iuran secara langsung.

Apakah pekerja informal wajib mengikuti BPJS Ketenagakerjaan?

Tidak. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hanya wajib bagi pekerja formal, sementara pekerja informal dan bukan pekerja tidak diwajibkan untuk mengikuti program ini.

Apa saja manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian. Manfaat ini akan diterima oleh peserta sesuai dengan program yang diikuti.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi, bukan saran finansial profesional. Bukitmakmur.id tidak bekerja sama dengan /instansi terkait.

Baca Juga:  Asuransi Melahirkan Terbaik Tanpa Masa Tunggu, Ini Pilihan di 2026!

Nah, itulah perbedaan penting antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang wajib Anda pahami. Semoga informasi ini bermanfaat! Jangan ragu untuk berbagi pengalaman atau pertanyaan Anda di kolom komentar.