Bayar tagihan listrik bulanan sering kali menjadi masalah bagi sebagian orang. Mulai dari lupa tanggal jatuh tempo, kesulitan antre di loket PLN, sampai saldo rekening yang tidak mencukupi. Akibatnya, tagihan listrik pun menumpuk dan denda keterlambatan menjadi masalah tersendiri.
Nah, ada solusi praktis agar Anda tak lagi telat bayar tagihan listrik, yaitu dengan memanfaatkan fitur autodebet. Simak penjelasan lengkap dari Bukitmakmur.id berikut ini…
Mengaktifkan Autodebet Tagihan PLN via E-Wallet
Fitur autodebet tagihan PLN melalui saldo e-wallet semakin populer karena kemudahannya. Anda tak perlu lagi khawatir lupa bayar atau antre di loket PLN. Berikut langkah-langkah untuk mengaktifkannya:
1. Buka Aplikasi E-Wallet yang Digunakan
Pertama, buka aplikasi e-wallet yang biasa Anda gunakan, seperti OVO, GoPay, DANA, atau LinkAja. Cari menu “Autodebet” atau “Pembayaran Rutin”.
2. Pilih “Listrik” dan Cari Nomor Pelanggan PLN
Pada menu tersebut, pilih opsi “Listrik” atau “PLN” sebagai jenis tagihan yang ingin diautodebet. Kemudian, masukkan nomor pelanggan PLN Anda untuk mengidentifikasi rekening yang akan didebetkan.
3. Atur Tanggal dan Saldo Autodebet
Selanjutnya, tentukan tanggal berapa tagihan PLN akan didebetkan setiap bulannya. Umumnya, tanggal jatuh tempo tagihan PLN adalah antara tanggal 1-20, jadi sesuaikan dengan tanggal favorit Anda.
Selain itu, pastikan jumlah saldo di e-wallet Anda cukup untuk membayar tagihan PLN. Rata-rata, tagihan listrik rumah tangga berkisar Rp100.000 – Rp300.000 per bulan. Atur saldo e-wallet sesuai kebutuhan Anda.
4. Aktivasi dan Konfirmasi Autodebet
Terakhir, aktifkan fitur autodebet dengan menekan tombol “Aktifkan” atau “Simpan”. Anda juga akan diminta mengonfirmasi proses ini melalui kode OTP atau PIN e-wallet.
Setelah selesai, tagihan listrik bulanan Anda akan otomatis terbayar setiap bulannya melalui saldo e-wallet. Anda tak perlu lagi khawatir lupa bayar atau terkena denda keterlambatan.
Simulasi: Bayar Tagihan PLN via Saldo OVO
Sebagai contoh, saya akan menjelaskan bagaimana caranya mengaktifkan autodebet tagihan PLN melalui aplikasi OVO.
Pertama, buka aplikasi OVO lalu pilih menu “Pembayaran”. Di sana akan ada berbagai jenis tagihan, termasuk “Listrik – PLN”.
Selanjutnya, masukkan nomor ID pelanggan PLN Anda. OVO akan menampilkan tagihan listrik bulan ini beserta tanggal jatuh tempo.
Lalu, pilih “Bayar Otomatis” atau “Autodebet”. Atur tanggal otodebet sesuai keinginan, misalnya tanggal 5 setiap bulannya. Pastikan saldo OVO Anda mencukupi, misal Rp150.000.
Terakhir, konfirmasi proses dengan memasukkan kode OTP. Selesai, tagihan PLN Anda akan terbayar otomatis setiap bulannya via saldo OVO.
Kendala & Solusinya
Meskipun autodebet tagihan PLN via e-wallet sangat praktis, ada beberapa kendala yang mungkin Anda alami, antara lain:
- Saldo E-Wallet Tidak Cukup
Solusinya, pastikan saldo di e-wallet selalu mencukupi untuk membayar tagihan listrik. Anda bisa mengecek saldo setiap bulan dan melakukan isi ulang jika perlu.
- Gagal Verifikasi OTP/PIN
Jika terjadi masalah saat verifikasi OTP atau PIN e-wallet, cobalah beberapa kali atau hubungi customer service penyedia e-wallet.
- Tagihan PLN Naik Drastis
Jika tagihan listrik tiba-tiba naik jauh di luar kebiasaan, periksa dahulu meteran dan laporkan ke PLN jika ada indikasi kesalahan.
- Autodebet Tidak Berjalan
Pastikan fitur autodebet sudah benar-benar aktif di aplikasi e-wallet Anda. Jika masih bermasalah, hubungi customer service PLN dan e-wallet.
- Nomor Pelanggan PLN Salah
Sebelum mengaktifkan autodebet, pastikan Anda memasukkan nomor ID pelanggan PLN dengan benar.
Tanya Jawab Seputar Autodebet Tagihan PLN
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Kapan sebaiknya mengaktifkan autodebet tagihan PLN? | Sebaiknya aktifkan autodebet jauh-jauh hari sebelum tanggal jatuh tempo tagihan listrik, misalnya 1-2 minggu sebelumnya. Agar jika ada masalah, Anda masih punya waktu untuk mengatasinya. |
| Apakah ada biaya tambahan untuk autodebet? | Tidak ada biaya tambahan khusus untuk fitur autodebet tagihan PLN. Anda hanya dikenakan biaya tagihan listrik sesuai pemakaian, tidak ada charge tambahan lain. |
| Bagaimana jika saldo e-wallet tidak cukup saat autodebet? | Jika saldo e-wallet tidak mencukupi saat autodebet, tagihan PLN tidak akan terbayar. Anda tetap akan dikenakan denda keterlambatan sesuai ketentuan PLN. Oleh karena itu, pastikan saldo selalu cukup setiap bulannya. |
| Apakah bisa menghentikan fitur autodebet sewaktu-waktu? | Ya, Anda bisa menghentikan fitur autodebet kapan saja melalui aplikasi e-wallet yang digunakan. Namun, pastikan untuk segera membayar tagihan listrik secara manual agar tidak telat. |
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi, bukan saran finansial profesional. Bukitmakmur.id tidak bekerja sama dengan pemerintah/instansi terkait.
Nah, itulah cara mudah mengaktifkan autodebet tagihan PLN melalui saldo e-wallet agar tagihan listrik tidak lagi menumpuk. Dengan fitur ini, Anda tak perlu khawatir lupa bayar atau terkena denda keterlambatan. Kapan lagi mau coba?
Jangan lupa bagikan pengalaman Anda terkait autodebet tagihan PLN di kolom komentar ya! Semoga bermanfaat.