Bukitmakmur.id – Empat astronaut NASA resmi disiapkan untuk meluncur ke Bulan dalam waktu kurang dari dua minggu ke depan. Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama menuju Bulan sejak lebih dari 50 tahun setelah era Apollo berakhir, dan jadwal peluncurannya telah ditetapkan pada 1 April 2026.
Keempat astronaut yang akan menggerakkan misi bersejarah ini adalah Reid Wiseman sebagai komandan, Christina Koch, Victor Glover sebagai pilot, dan Jeremy Hansen. Mereka akan menjalani perjalanan selama 10 hari mengelilingi Bulan sebelum akhirnya kembali ke Bumi. Peluncuran ini menandai kali pertama roket Space Launch System (SLS) generasi baru dan kapsul Orion NASA membawa penumpang manusia ke angkasa.
Perjalanan Sejarah Melampaui Rekor Apollo
Para astronaut akan terbang lebih jauh dari Bumi dibandingkan pencapaian manusia sebelumnya. Mereka melampaui rekor jarak terjauh yang pernah dicapai manusia, yakni 400.171 kilometer yang dicetak oleh Apollo 13 pada tahun 1970. Meskipun tidak akan mendarat di permukaan Bulan, misi Artemis II dirancang untuk memulai era baru eksplorasi dan membuka jalan bagi pendaratan di Bulan dalam beberapa tahun mendatang.
Selama berada di ruang angkasa, kru akan mendemonstrasikan prosedur docking di orbit Bumi, melakukan eksperimen ilmiah, dan menguji berbagai sistem dalam kapsul Orion. Semua kegiatan ini berfungsi sebagai uji coba penting untuk pendaratan berawak di masa depan, khususnya untuk misi Artemis III yang bertujuan mendaratkan empat astronot di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2027.
Profil Komandan Wiseman dan Persiapan Misi
Reid Wiseman memimpin misi Artemis II sebagai komandan. Wiseman adalah veteran penerbangan luar angkasa yang sebelumnya bertugas di Angkatan Laut dan menjadi astronot pada tahun 2009. Ia menghabiskan enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2014. Sejak kematian istrinya pada tahun 2020, Wiseman membesarkan kedua anaknya sendirian.
Menjadi astronaut menimbulkan banyak tekanan dan kecemasan bagi anggota keluarganya. Namun, Wiseman percaya bahwa kesempatan ini membenarkan pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang tercintanya. “Tentu saja akan jauh lebih mudah jika saya hanya duduk di sofa dan menonton sepak bola sepanjang akhir pekan, tetapi di sisi lain, ada empat orang yang diberi kesempatan untuk menjelajah dan melakukan sesuatu yang sangat unik dan langka dalam peradaban ini,” ujarnya.
Selain itu, Wiseman berharap pendaratan di Bulan ini akan mengubah perspektif generasi mendatang. “Kita selalu memandang Bulan dan berkata, ‘Kita pernah ke sana.’ Namun bagi seluruh generasi ini, bagi generasi kita, bagi generasi muda, bagi generasi Artemis, mereka akan memandang Bulan sekarang dan berkata, ‘Kita ada di sana,'” kata Wiseman.
Keempat astronaut telah menjalani karantina di Houston sejak seminggu yang lalu, sebuah bagian standar dari kegiatan prapeluncuran yang dirancang untuk membatasi paparan mereka terhadap kuman. Wiseman pun mengumumkan kesiapannya melalui postingan di media sosial dengan pernyataan: “Tidak ada lagi yang tersisa di daftar tugasku. Aku sudah siap berangkat.”
Keistimewaan Kru: Perempuan Pertama, Orang Berkulit Berwarna, dan Warga Kanada
NASA mengumumkan pemilihan keempat astronaut ini pada tahun 2023. Vanessa Wyche, direktur Pusat Antariksa Johnson NASA, menekankan signifikansi historis dari komposisi kru ini. “Di antara awak misi tersebut terdapat perempuan pertama, orang berkulit berwarna pertama, dan warga Kanada pertama yang ikut serta dalam misi ke Bulan,” kata Wyche.
Tidak hanya itu, Wyche menambahkan bahwa keempat astronaut tersebut akan mewakili yang terbaik dari umat manusia saat mereka menjelajahi Bulan demi kepentingan semua orang. Wiseman akan bertindak sebagai komandan, Glover menjadi pilot, sementara Koch dan Hansen berperan sebagai spesialis misi.
Christina Koch: Pemegang Rekor Penerbangan Luar Angkasa Wanita
Christina Koch bukan pemula dalam hal misi antariksa yang panjang dan pencapaian bersejarah. Koch menghabiskan hampir sepanjang tahun 2019 (328 hari) di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mencetak rekor penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang yang dilakukan oleh seorang wanita.
Selama berada di ISS, Koch dan rekan astronautnya Jessica Meir melakukan perjalanan luar angkasa pertama NASA yang seluruh anggotanya adalah wanita. Pengalaman ekstensif ini menjadikan Koch sosok yang sangat berpengalaman dalam menjalani misi luar angkasa yang panjang dan kompleks.
Meski demikian, Koch tetap rendah hati mengenai kemungkinan berjalan di Bulan di masa depan. “Saya akan sangat senang melihat seseorang yang saya kenal ditunjuk sebagai orang yang akan berjalan di Bulan, tetapi jika itu bukan bagian dari takdir saya di bidang antariksa, saya tidak masalah dengan itu,” ungkapnya. Terkait kesuksesan misi, Koch memiliki visi jangka panjang yang jelas untuk program Artemis.
“Bagi kami, kesuksesan adalah mendarat di Bulan dalam misi Artemis III,” kata Koch. “Kesuksesan adalah Artemis 100, kapan pun itu terjadi. Dan kami benar-benar mendefinisikan segalanya berdasarkan hal itu,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Victor Glover: Pilot dengan Pengalaman SpaceX
Victor Glover ikut serta dalam penerbangan operasional perdana kapsul Crew Dragon milik SpaceX menuju stasiun luar angkasa pada tahun 2020. Sebagai kapten Angkatan Laut AS dan pilot uji coba yang berpengalaman, Glover sedang menjabat sebagai rekan legislatif di Senat AS ketika NASA merekrutnya. Ia terpilih menjadi astronaut pada tahun 2013.
Dalam misi Artemis II, Glover bertugas sebagai pilot kapsul Orion. Glover berencana membawa barang-barang bermakna dalam penerbangan mengelilingi Bulan ini. Dia akan membawa Alkitab, cincin kawinnya, dan pusaka untuk putri-putrinya, menjadikan misi ini kesempatan untuk menghubungkan keluarganya dengan pencapaian bersejarah ini.
Jeremy Hansen: Astronaut Kanada dan Debutannya ke Luar Angkasa
Jeremy Hansen adalah satu-satunya anggota kru yang melakukan debut penerbangan luar angkasa dalam misi Artemis II. Sebelum bergabung dengan program antariksa, Hansen adalah seorang pilot pesawat tempur dan kolonel di Angkatan Bersenjata Kanada. Badan Antariksa Kanada memilihnya untuk menjadi astronot pada tahun 2009.
Dengan menjadi bagian dari Artemis II, Hansen akan menciptakan sejarah sebagai orang Kanada pertama yang terbang ke Bulan. Hansen dan istrinya memiliki tiga anak. Setelah bertahun-tahun menjalani pelatihan intensif untuk misi ini, Hansen mengatakan bahwa kru tersebut kini telah menjadi “seperti sebuah keluarga.”
Seperti rekan-rekannya, Hansen juga berencana membawa kenang-kenangan istimewa dalam perjalanan ini. Dia akan membawa liontin berbentuk Bulan yang dihiasi batu kelahiran anggota keluarganya serta bertuliskan “moon and back”. Barang-barang bermakna ini menjadi cara para astronaut melibatkan keluarga dalam perjalanan bersejarah mereka ke Bulan.
Kenang-Kenangan Keluarga dalam Perjalanan Bersejarah
Keempat astronaut berencana membawa barang-barang kecil dan kenang-kenangan dalam penerbangan mereka mengelilingi Bulan. Wiseman dan Koch mengatakan bahwa mereka berencana membawa surat-surat dari keluarga mereka. Barang-barang ini menjadi penghubung emosional antara keluarga mereka dan pencapaian luar biasa yang sedang mereka raih di angkasa.
Setiap item yang dibawa memiliki cerita dan makna mendalam bagi para astronaut. Koleksi kenang-kenangan ini mencerminkan bagaimana misi antariksa bukan hanya tentang eksplorasi ilmiah, tetapi juga tentang menghubungkan manusia dengan orang-orang yang mereka sayangi, bahkan ketika mereka berada di ketinggian puluhan ribu kilometer dari Bumi.
Langkah Menuju Artemis III dan Pendaratan Bulan
Peluncuran Artemis II menandai misi kedua bagi roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion milik NASA. Misi pertama adalah Artemis I, misi tanpa awak yang mengelilingi Bulan dan berlangsung lebih dari tiga tahun yang lalu. Keberhasilan Artemis II akan membuka pintu menuju Artemis III, misi yang bertujuan mendaratkan empat astronot di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2027.
Wiseman, Koch, Glover, dan Hansen sepenuhnya menyadari bahwa misi mereka merupakan langkah penting dalam mengerjakan tujuan jangka panjang program Artemis. Keberhasilan setiap tahap adalah fondasi untuk pencapaian berikutnya. Dengan persiapan matang, pengalaman luar biasa, dan semangat yang membara, keempat astronaut ini siap menulis bab baru dalam sejarah penjelajahan antariksa manusia pada 1 April 2026 mendatang.