Beranda » Berita » Juwono Sudarsono Disemayamkan – Tribute untuk Menhan Legendaris 2026

Juwono Sudarsono Disemayamkan – Tribute untuk Menhan Legendaris 2026

Bukitmakmur.id – Jenazah Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan , disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Minggu 29 Maret 2026 pagi. Tokoh yang pernah menjabat di era Presiden Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono ini tiba di gedung pusat pertahanan pada pukul 08.00 WIB untuk menjalani prosesi persemayaman formal.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa jenazah ditempatkan di Ruang Hening untuk menerima ziarah dari tokoh nasional dan . Prosesi persemayaman berlangsung hingga pukul 11.00 WIB sebelum dilanjutkan dengan pelepasan resmi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.

Perjalanan Hidup Juwono Sudarsono sebagai Tokoh Pertahanan

lahir di Ciamis, , pada 5 Maret 1942. Dia merupakan putra bungsu dari Dr Sudarsono, seorang diplomat berpengalaman yang pernah menjabat Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, dan Duta Besar RI untuk Yugoslavia.

karier Juwono menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap ilmu pengetahuan dan pengabdian negara. Dia berhasil meraih gelar doktor untuk Ilmu Hubungan Internasional dari London School of Economics di London, Inggris. Selain itu, Juwono memegang gelar PhD dari London School of Economics and Political Science dengan disertasi berjudul “Politik Luar Negeri Indonesia 1965-1975: Studi Kasus Hubungan Indonesia-” yang diselesaikan pada 1978.

Menariknya, Juwono juga meraih gelar PhD kedua dari Georgetown Inggris pada 1985. Prestasi akademik gemilang ini menjadi fondasi kuat saat dia menjadi Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional sejak tahun 1998.

Baca Juga:  Post Holiday Blues: Cara Mengatasi dengan Berpikir Positif

Karier Menteri Pertahanan yang Bersejarah

Juwono Sudarsono menciptakan sejarah baru dalam struktur pemerintahan Indonesia dengan menjadi orang pertama dari kalangan sipil yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Sebelumnya, selama kurang lebih 40 tahun (1959-1999), semua pejabat Menteri Pertahanan selalu berasal dari kalangan militer.

Kontribusinya dalam dua periode kementerian sangat signifikan. Periode pertama Juwono menjadi Menteri Pertahanan berlangsung dari Oktober 1999 hingga Agustus 2000 di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Kemudian dia kembali menjabat sebagai Menteri Pertahanan untuk periode kedua, mulai 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Status Juwono sebagai satu-satunya tokoh yang dipercaya oleh empat Presiden RI untuk menjadi menteri menunjukkan kredibilitas dan profesionalisme tinggi yang dia miliki. Kemampuannya mengelola kementerian teknis seperti Pertahanan membutuhkan keahlian khusus yang tidak semua orang dapat kuasai.

Jejak Intelektual dan Diplomatik

Pengalaman Juwono melintasi berbagai negara memperkaya perspektifnya tentang hubungan internasional. Semasa hidup, dia sempat mengakui kesulitan berbahasa Indonesia meski menjadi tokoh kunci dalam formulasi kebijakan .

Pekerjaan Juwono sebagai Guru Besar membuktikan komitmennya terhadap pendidikan generasi muda. Oleh karena itu, warisan intelektualnya tidak hanya terbatas pada kebijakan publik tetapi juga dalam membentuk pemikiran akademis di bidang hubungan internasional.

Prosesi Pemakaman dan Penghormatan Nasional

Setelah prosesi persemayaman berakhir pada pukul 11.00 WIB, jenazah Juwono Sudarsono diantar ke Taman Makan Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan. Pelepasan resmi dari Kementerian Pertahanan menandai pengakuan negara terhadap dedikasi dan pengabdian tokoh ini.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa berbagai tokoh nasional dipersilakan untuk memberikan penghormatan akhir kepada Juwono melalui upacara ziarah. Kesempatan ini mencerminkan posisi penting yang dipegang Juwono dalam sejarah pertahanan dan diplomasi Indonesia.

Baca Juga:  Pembelian BBM secara wajar dan bijak jadi imbauan Bahlil Lahadalia

Walaupun Juwono telah meninggal, kontribusinya dalam membangun fondasi pertahanan sipil Indonesia tetap menjadi inspirasi. Keberaniannya melangkah ke posisi Menteri Pertahanan sebagai figur sipil membuka jalan bagi profesionalisasi sektor pertahanan dengan perspektif akademik yang mendalam. Almarhum Juwono Sudarsono meninggalkan warisan signifikan bagi bangsa dan negara melalui dedikasi, intelektualitas, dan integritas yang konsisten selama puluhan tahun mengabdi.