Bukitmakmur.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memulai Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) pada Senin (30/3). Program ini melibatkan ASN dari 24 kabupaten/kota dan berlangsung selama dua bulan di Rindam XIV Hasanuddin, Kabupaten Gowa.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan bahwa program pelatihan Komcad ini menjadi proyek percontohan secara nasional. Selain itu, program ini hadir sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat komponen cadangan strategis negara. Oleh karena itu, Sulsel menjadi provinsi pertama yang mengambil langkah konkret dalam melaksanakan program ini.
Latsarmil Komcad ASN: Percontohan Nasional
Andi Sudirman menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Pihaknya melakukan seleksi ketat untuk memastikan peserta memenuhi persyaratan yang ada, termasuk batas usia maksimal 35 tahun. Program ini diharapkan menjadi pionir dan contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Kita ambil yang betul-betul memenuhi persyaratan karena ada seleksi, dan umur maksimal 35 tahun. Ini percontohan, pionir pertama,” ungkap Andi Sudirman pada Senin (30/3), menegaskan keseriusan Pemprov Sulsel dalam mendukung program Komcad.
Materi Pelatihan: Kebangsaan dan Kedisiplinan
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Gabriel Lema, menjelaskan bahwa pelatihan ini akan berlangsung selama dua bulan. Materi yang diberikan akan fokus pada nilai-nilai kebangsaan, dengan penyesuaian terhadap fungsi dan tugas ASN. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara di kalangan ASN.
“Durasi sekitar 1,5 sampai 2 bulan. Materinya karakter kebangsaan, tapi tetap menyesuaikan dengan fungsi dan tugas ASN,” kata Gabriel. Lebih lanjut, peserta akan mendapatkan materi yang memperkuat karakter kebangsaan dan kesadaran akan pentingnya bela negara.
Instruktur Profesional dari Kodam XIV Hasanuddin
Para peserta pelatihan Komcad akan dilatih oleh instruktur profesional dari jajaran Kodam XIV Hasanuddin melalui Rindam. Materi yang diberikan meliputi disiplin, kerja sama, dan membangun empati. Dengan demikian, diharapkan peserta dapat mengalami perubahan positif dalam cara berpikir dan bekerja setelah mengikuti pelatihan.
Gabriel menjelaskan bahwa instruktur akan memberikan pembekalan intensif kepada para peserta. Para instruktur berharap dapat menanamkan nilai-nilai disiplin dan kerja sama yang tinggi. Oleh karena itu, perubahan karakter dan peningkatan tanggung jawab terhadap negara menjadi tujuan utama dari pelatihan ini.
Harapan Setelah Pelatihan Komcad bagi ASN
Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan membawa perubahan positif dalam karakter, cara pandang, dan tanggung jawab terhadap negara. Pemerintah berharap bahwa ASN yang telah mengikuti pelatihan Komcad akan menjadi agen perubahan yang dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
“Yang kita harapkan ada perubahan karakter, cara pandang, dan tanggung jawab terhadap negara,” jelas Gabriel, menekankan pentingnya perubahan mindset dan perilaku setelah mengikuti pelatihan.
Jadwal dan Durasi Pelatihan Komcad ASN Sulsel 2026
Pelatihan akan berlangsung hingga 13 Mei 2026, dengan total durasi sekitar 45 hari. Kegiatan inti akan dimulai setelah pembukaan resmi pelatihan Latsarmil Komcad. Dengan demikian, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk menyerap ilmu dan keterampilan yang diberikan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ASN. Melalui pelatihan Komcad ini, diharapkan ASN dapat menjadi lebih profesional, berintegritas, dan memiliki semangat bela negara yang tinggi.
Komcad ASN: Sukarela atau Kewajiban?
Keikutsertaan ASN dalam program Komcad bersifat sukarela. Pemerintah tidak mewajibkan seluruh ASN untuk mengikuti program ini. Namun, pemerintah memberikan apresiasi bagi ASN yang bersedia berkontribusi dalam memperkuat pertahanan negara.
Kementerian PANRB telah menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam Komcad bersifat sukarela. Dengan demikian, ASN memiliki kebebasan untuk memilih apakah akan bergabung atau tidak. Pemerintah hanya mendorong ASN yang memiliki minat dan memenuhi persyaratan untuk mendaftar.
Kesiapan ASN Sulsel dalam Membela Negara
Program pelatihan Komcad bagi ASN di Sulawesi Selatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat komponen cadangan negara. Melalui pelatihan ini, diharapkan ASN memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan yang mungkin timbul di masa depan. Bagaimana persiapan para ASN tersebut?
Dengan semangat bela negara yang tinggi, ASN Sulsel siap berkontribusi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi ASN untuk meningkatkan profesionalisme dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kesimpulan
Pelatihan Komcad bagi ASN di Sulawesi Selatan menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat komponen cadangan strategis. Dengan materi yang berfokus pada kebangsaan, disiplin, dan kerja sama, diharapkan ASN dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM ASN dan memperkuat pertahanan negara di 2026.