Bukitmakmur.id – Pakistan mengambil langkah berani dalam upaya diplomasi terbarunya. Negara tersebut menunjuk seorang pengembang kripto muda, Bilal Bin Saqib yang berusia 35 tahun, untuk mendekati lingkaran Donald Trump. Strategi ini menjadi bagian dari upaya Islamabad memposisikan diri sebagai mediator potensial antara Amerika Serikat dan Iran per 2026.
Inisiatif yang terbilang unik ini muncul di tengah tekanan krisis energi dan ekonomi yang dihadapi Pakistan. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan bagaimana Pakistan berupaya memanfaatkan aset digital dalam diplomasi internasional.
Pertemuan Tingkat Tinggi dengan ‘Crypto Bro’
Awal 2026, pertemuan penting berlangsung di Islamabad. Jajaran elite Pakistan menyambut Zachary Witkoff, CEO World Liberty Financial. Perusahaan kripto ini diketahui didukung oleh keluarga Trump. Witkoff, yang baru berusia 32 tahun saat itu, didampingi oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Asim Munir.
Di balik layar, sosok Bilal Bin Saqib memegang peranan kunci dalam pendekatan baru Pakistan ini. Kiprahnya di dunia kripto yang meroket dalam setahun terakhir telah menjadikannya figur berpengaruh di pemerintahan.
Peran Strategis Bilal Bin Saqib
Berdasarkan informasi dari akun LinkedIn-nya, Saqib menjabat sebagai CEO Pakistan Crypto Council. Tidak hanya itu, ia juga menjadi penasihat pemerintah, dan saat ini memimpin Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA). Sejak ditunjuk sebagai penasihat khusus di 2026, kariernya terus menanjak pesat di pemerintahan.
Dalam sebuah acara, Saqib bahkan menyebut kunjungan Witkoff sebagai tonggak penting. Kunjungan tersebut dinilai membantu menempatkan Pakistan dalam peta dunia. Pendekatan ini dikenal sebagai “diplomasi kripto” atau “biplomacy”. Pakistan berharap dapat mempererat hubungan dengan lingkaran Trump, sekaligus memperkuat posisinya dalam dinamika geopolitik global.
Meredakan Ketegangan AS-Iran
Peran sebagai mediator menjadi krusial bagi Pakistan. Negara ini berkepentingan untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran. Konflik yang berkepanjangan di kawasan berisiko mengganggu jalur perdagangan energi yang vital, terutama di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur penting yang memengaruhi pasokan energi global.
Pakistan sendiri menghadapi ancaman kekurangan energi apabila terjadi pembatasan pelayaran di kawasan tersebut. Oleh karena itu, stabilitas kawasan menjadi prioritas utama bagi Islamabad.
Hubungan Personal Era Trump
“Dan dalam pemerintahan yang tidak konvensional, faktor tidak biasa seperti kripto bisa membantu kepentingan suatu negara,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (31/3).
‘Crypto Bro’ Bukan Trader
Saqib sendiri bukan figur lama di dunia kripto maupun pemerintahan. Ia lebih memilih untuk menyebut dirinya sebagai pengembang kripto atau crypto bro, bukan seorang trader biasa.
“Saya bukan trader kripto. Saya builder, lebih seperti seniman, bukan ilmuwan,” tegas Saqib.
Dalam waktu singkat, Saqib berhasil menjalin koneksi dengan tokoh-tokoh besar industri kripto, termasuk Changpeng Zhao. Ia aktif berinteraksi dengan investor global dan pemimpin dunia. Sebelumnya, ia sempat menjadi penasihat World Liberty Financial sebelum bergabung dengan pemerintahan.
Kripto Buka Peluang Baru
Hubungan dengan perusahaan kripto milik keluarga Trump membuka banyak pintu bagi Pakistan. Pintu-pintu apa saja yang berhasil dibuka?
“Karena kripto, banyak pintu terbuka. Percakapan baru dimulai, kepercayaan terbangun. Kami mendapat kesempatan untuk melakukan rebranding,” ungkap Saqib.
Transformasi Ekonomi Pakistan
Bagi Pakistan, langkah ini menandai perubahan besar. Setelah bertahun-tahun berada di bawah tekanan ekonomi, dengan inflasi tinggi, utang besar, dan cadangan devisa menipis, negara tersebut kini mencoba memanfaatkan kripto sebagai alat diplomasi sekaligus strategi ekonomi. Tentu, ini bukan tanpa risiko.
Pemerintah Pakistan bahkan mulai membangun kerangka regulasi aset digital. Otoritas khusus dibentuk untuk mengawasi aktivitas terkait kripto. Selain itu, pemerintah membuka peluang bagi perusahaan kripto global untuk masuk dan berinvestasi. Pakistan juga berencana menyiapkan cadangan kripto nasional dan mengalokasikan sebagian pasokan listrik untuk aktivitas penambangan.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski demikian, tantangan tetap besar. Pakistan masih harus menghadapi kewajiban kepada Dana Moneter Internasional (IMF), yang cenderung berhati-hati terhadap eksperimen kripto oleh negara. Dinamika politik global yang tidak pasti juga bisa memengaruhi arah hubungan Pakistan dengan AS.
Namun, di tengah ketidakpastian tersebut, Saqib melihat peluang besar. Apakah peluang tersebut akan terwujud?
“Banyak faktor kebetulan dan momentum yang tepat. Semua seolah berjalan selaras,” pungkasnya.
Kesimpulan
Pakistan menggunakan pendekatan unik dalam diplomasi global dengan menunjuk seorang ‘crypto bro’ untuk menjembatani hubungan dengan AS dan Iran. Inisiatif ini mencerminkan upaya Pakistan untuk memanfaatkan aset digital sebagai alat ekonomi dan diplomasi. Walaupun terdapat risiko dan tantangan, langkah ini menunjukkan kemauan Pakistan untuk berinovasi dan mencari solusi di tengah tekanan ekonomi yang ada.