Bukitmakmur.id – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menyiapkan kantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) per 2026 dengan mengirimkan 50 stafnya ke Kalimantan. Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan segala kebutuhan operasional sebelum Gibran mulai berkantor secara resmi di IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan informasi ini dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR pada Senin (30/3/2026). Basuki optimistis rencana Gibran berkantor di IKN dapat terealisasi pada tahun 2026 ini, menyusul dirinya yang sudah lebih dulu berkantor di sana.
Persiapan Kantor Gibran di IKN Per 2026
Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, awalnya menanyakan isu terkait rencana Gibran untuk berkantor di IKN. Menanggapi pertanyaan tersebut, Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa persiapan sedang berjalan intensif.
“Saya kira iya (Wapres akan berkantor di IKN), karena sudah menugaskan 50 staf ke sana untuk persiapan-persiapannya. Mudah-mudahan akan segera,” jawab Basuki. Harapannya adalah Gibran dapat segera menyusul berkantor di IKN setelah persiapan selesai.
Selain itu, Basuki menambahkan semua persiapan, termasuk gedung, rumah, dan perabotan, hampir rampung. Dengan demikian, kantor Wakil Presiden di IKN siap digunakan.
Kapan Gibran Mulai Berkantor di IKN?
Meski semua persiapan hampir tuntas, Basuki belum bisa memberikan tanggal pasti kapan Gibran akan mulai berkantor di IKN. Saat ini, kantor yang diperuntukkan bagi putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut sedang dalam tahap finalisasi.
Meski begitu, Basuki memastikan jika Gibran memutuskan untuk mulai berkantor tahun 2026 ini, hal tersebut sangat mungkin dilakukan. “Tahun ini bisa, karena gedungnya sudah jadi ya, furniture-nya juga yang sementara juga sudah jadi,” ujarnya menjelaskan.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan kehadiran Gibran di IKN dapat mempercepat proses pembangunan dan pemindahan ibu kota.
Dampak Pemindahan Staf ke IKN
Pengiriman 50 staf oleh Gibran ke IKN merupakan langkah strategis untuk memastikan kelancaran operasional kantor Wakil Presiden di ibu kota baru. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan pemindahan ibu kota, sesuai target yang telah ditetapkan.
Selain itu, kehadiran staf dari berbagai bidang akan membantu Gibran dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Wakil Presiden, serta memantau perkembangan pembangunan IKN secara langsung. Dengan demikian, berbagai permasalahan yang muncul dapat segera diatasi, dan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Harapan untuk IKN di 2026
Pemerintah berharap, pada tahun 2026, IKN sudah mulai berfungsi sebagai pusat pemerintahan yang baru. Dengan adanya kantor Wakil Presiden dan berbagai instansi pemerintah lainnya, diharapkan aktivitas pemerintahan dapat berjalan efektif di IKN.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berharap IKN dapat menjadi simbol kemajuan dan modernitas Indonesia, serta menjadi contoh bagi pembangunan kota-kota lain di seluruh nusantara. Dengan konsep kota pintar dan ramah lingkungan, IKN diharapkan dapat menjadi tempat yang nyaman dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.
Potensi IKN Sebagai Pusat Ekonomi Baru
Selain sebagai pusat pemerintahan, IKN juga diharapkan menjadi pusat ekonomi baru yang dapat menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Dengan lokasinya yang strategis di Kalimantan Timur, IKN memiliki potensi besar untuk menjadi hub perdagangan dan industri di kawasan tersebut.
Pemerintah juga berencana untuk mengembangkan berbagai sektor ekonomi di IKN, seperti pariwisata, teknologi, dan energi terbarukan. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Persiapan kantor Wakil Presiden di IKN terus dikebut, menunjukkan komitmen pemerintah untuk segera mewujudkan pemindahan ibu kota. Pengiriman 50 staf oleh Gibran adalah langkah penting untuk memastikan kelancaran operasional pemerintahan di IKN pada tahun 2026. Diharapkan kehadiran Gibran dan berbagai instansi pemerintah lainnya dapat mempercepat pembangunan dan menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi yang modern dan berkelanjutan.