Beranda » Berita » Homestay Borobudur Ludes Jelang Waisak 2026? Cek Info Ini!

Homestay Borobudur Ludes Jelang Waisak 2026? Cek Info Ini!

Bukitmakmur.idHomestay Borobudur mulai kebanjiran pesanan bahkan jauh sebelum perayaan Waisak 2026 tiba. Sejak Februari 2026, baik panitia maupun umat Buddha sudah berbondong-bondong memesan penginapan di sekitar Candi Borobudur.

Ketua Paguyuban Kampung , Muslih, mengungkapkan bahwa kamar dengan fasilitas AC sudah habis dipesan. Lonjakan pemesanan homestay Borobudur ini terbilang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apakah ini pertanda Waisak 2026 akan lebih meriah?

Kamar Homestay Ber-AC Ludes Terpesan

Perayaan Waisak 2026 yang akan berlangsung pada akhir Mei mendatang ternyata sudah berdampak positif bagi pengusaha homestay di sekitar Borobudur. Muslih menjelaskan, dari total kamar ber-AC yang berjumlah sekitar 40 hingga 50 unit, semuanya sudah sold out.

Lalu, bagaimana dengan ketersediaan kamar non-AC? Kabar baiknya, masih ada sekitar 20 persen kamar non-AC yang tersedia. Dari total 100 kamar non-AC, hanya sekitar 20 kamar yang masih bisa dipesan per ini.

Kenapa Pemesanan Homestay Borobudur Lebih Awal?

Muslih menduga, percepatan pemesanan homestay Borobudur kali ini dipengaruhi oleh pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Banyak pengunjung yang tidak kebagian tempat menginap saat perayaan Waisak. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk memesan kamar jauh-jauh hari per Februari 2026.

Hingga akhir Maret 2026, total kamar yang sudah terpesan mencapai sekitar 130 unit. Jumlah ini mencakup berbagai tipe akomodasi di kawasan Borobudur. Data ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pengunjung yang ingin merayakan Waisak di Borobudur.

Baca Juga:  Kenapa Transfer BI Fast Gagal Tapi Saldo Terpotong? Lakukan Komplain Ini

Tarif Homestay Stabil Meski Permintaan Tinggi

Di tengah tingginya permintaan, tarif homestay di kawasan Borobudur relatif stabil. Muslih memastikan bahwa harga kamar masih berada pada kisaran normal. Untuk kamar ber-AC, tarifnya berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu per malam. Sementara itu, kamar tanpa AC dibanderol sekitar Rp 250 ribu per malam.

Apakah harga ini akan tetap bertahan hingga Mei 2026? Kita lihat saja nanti. Namun, dengan tren pemesanan yang terus meningkat, ada kemungkinan harga bisa sedikit naik.

Prediksi: April 2026 Semua Homestay Ludes Terpesan

Muslih memperkirakan, seluruh kamar homestay di Borobudur akan habis terjual sebelum memasuki bulan Mei 2026. “Kalau melihat tren sekarang, kemungkinan April sudah penuh semua,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Waisak 2026 akan menjadi momen yang sangat ramai di Borobudur.

Pemesanan kamar homestay dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari telepon hingga . Namun, sebagian besar pemesan berasal dari panitia kegiatan Waisak 2026 serta umat Buddha yang akan mengikuti rangkaian ibadah. Hal ini menunjukkan bahwa Borobudur memang menjadi pusat perayaan Waisak yang penting di Indonesia.

Cara Terbaik Mendapatkan Homestay Borobudur

Melihat antusiasme pemesanan homestay Borobudur yang begitu tinggi jelang Waisak 2026, ada beberapa yang bisa dilakukan agar tidak kehabisan tempat:

  • Pesan jauh-jauh hari: Jangan tunda pemesanan hingga mendekati hari-H. Semakin cepat memesan, semakin besar peluang mendapatkan kamar yang sesuai.
  • Manfaatkan platform : Gunakan aplikasi atau website perjalanan untuk membandingkan harga dan ketersediaan kamar di berbagai homestay.
  • Hubungi langsung homestay: Jika memungkinkan, hubungi langsung homestay yang diinginkan untuk mendapatkan informasi terbaru dan penawaran khusus.
  • Cari alternatif penginapan: Jika semua homestay sudah penuh, pertimbangkan untuk mencari penginapan alternatif di sekitar Borobudur, seperti atau guest house.
Baca Juga:  Rupiah Bangkit Menguat Setelah Tinggalkan Level Rp17 Ribu

Dengan perencanaan yang matang, Anda tetap bisa menikmati perayaan Waisak 2026 di Borobudur tanpa harus khawatir kehabisan tempat menginap.

Waisak 2026: Momentum Kebangkitan Pariwisata Borobudur?

Antusiasme pemesanan homestay Borobudur jelang Waisak 2026 bisa menjadi indikator positif bagi kebangkitan di kawasan tersebut. Setelah sempat terpuruk akibat pandemi, Borobudur kini mulai menunjukkan geliatnya kembali.

Pemerintah dan setempat perlu terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pariwisata di Borobudur. Dengan begitu, Borobudur tidak hanya menjadi destinasi religi, tetapi juga budaya dan sejarah yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kesimpulan

Pemesanan homestay Borobudur untuk Waisak 2026 sudah melonjak sejak Februari, menandakan minat yang tinggi untuk merayakan hari besar umat Buddha ini di Borobudur. Dengan kamar AC sudah ludes dan kamar non-AC semakin menipis, segera rencanakan perjalanan dan pesan penginapan Anda sekarang juga agar tidak kehabisan!