Bukitmakmur.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan analis masih akan bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini. Di tengah kondisi pasar yang cenderung sideways, saham-saham seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi rekomendasi menarik untuk dicermati.
Analis menyarankan investor untuk mempertimbangkan saham-saham tersebut, namun tetap perlu berhati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan investasi. Fluktuasi pasar yang tinggi di tahun 2026 menuntut investor untuk lebih selektif dalam memilih saham.
Analisis Teknikal IHSG: Level Support dan Resistance Terbaru
Ivan Rosanova, Analis BinaArtha Sekuritas, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi menguji level resisten Fibonacci di Rp 7.129. Menurutnya, jika IHSG berhasil menembus level tersebut, ada peluang kenaikan hingga level 7.268. Akan tetapi, Ivan menegaskan bahwa resisten krusial tetap berada di level 7.436.
Selama IHSG masih bergerak di bawah level 7.436, Ivan memperkirakan indeks saham ini masih rentan terhadap tren penurunan. Untuk itu, investor perlu mewaspadai level support di 6.900, 6.744, dan 6.587, serta level resistance di 7.179, 7.436, 7.765, dan 8.098.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” jelas Ivan dalam keterangan update 2026.
Memahami Support dan Resistance dalam Trading Saham
Dalam dunia investasi saham, support dan resistance adalah dua konsep penting yang perlu investor pahami. Support merupakan level harga saham di mana harga cenderung berhenti turun dan berbalik naik karena adanya peningkatan aktivitas pembelian. Sebaliknya, resistance adalah level harga di mana harga saham cenderung berhenti naik dan berbalik turun karena adanya peningkatan aktivitas penjualan.
Mengenal Indikator MACD untuk Analisis Teknikal
MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator teknikal yang kerap digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak mengindikasikan tren naik yang berkelanjutan, sehingga momentum beli tetap kuat.
Rekomendasi Saham Pilihan dari BinaArtha Sekuritas
Sejalan dengan analisis teknikal tersebut, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan investor pada perdagangan hari ini:
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Beli pada rentang harga Rp 3.510 – 3.610 dengan target harga terdekat di Rp 3.970.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Tahan penjualan (hold) dengan target harga terdekat di Rp 232.
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Beli di rentang harga Rp 3.700 – 3.800 dengan target harga terdekat di Rp 4.220.
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Hold dengan target harga terdekat di Rp 2.590.
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Beli pada rentang harga Rp 1.800 – 1.820, dengan target harga terdekat di Rp 2.050.
Prediksi IHSG 2026: Bergerak Sideways Antara 7.000 – 7.200
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memberikan penilaian bahwa secara teknikal histogram MACD bergerak sideways. Analis Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.200 pada perdagangan hari ini.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Pasar Saham
Dari sisi fundamental, pasar per 2026 sedang mencermati langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta perekonomian domestik. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan skema efisiensi anggaran dan opsi *work from home* (WFH).
Terdapat tiga sektor utama yang dinilai rentan terdampak oleh kondisi ini, yaitu stabilitas energi, rantai pasok global, dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berencana meningkatkan efisiensi energi serta memperkuat implementasi program biodiesel 50% (B50) untuk menekan impor migas.
Kebijakan-kebijakan tersebut diharapkan dapat menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi guna menjaga inflasi dan mencegah pelebaran defisit APBN 2026. Meski begitu, harga BBM nonsubsidi diperkirakan tetap berpotensi mengalami kenaikan seiring dengan penyesuaian harga bulanan pada 1 April 2026. Apakah ini akan menjadi kenyataan?
Di sisi lain, pemerintah belum memberikan kepastian terkait rencana penerapan bea keluar ekspor batu bara, meskipun kebijakan ini sudah masuk dalam asumsi penerimaan APBN 2026. Namun, kebijakan bea keluar untuk produk turunan nikel telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo.
Rekomendasi Saham Pilihan dari Phintraco Sekuritas
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak untuk dicermati hari ini, antara lain:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
- PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
Update Rekomendasi Saham: Fokus pada BBNI dan BUMI di Tengah Konsolidasi IHSG
Secara keseluruhan, pasar saham di tahun 2026 menunjukkan dinamika yang menarik dengan potensi konsolidasi IHSG. Investor disarankan untuk tetap cermat dalam memilih saham dan mempertimbangkan faktor teknikal serta fundamental dalam pengambilan keputusan. Saham BBNI dan BUMI menjadi beberapa pilihan yang menarik untuk diperhatikan, namun tetap dengan manajemen risiko yang baik.