Bukitmakmur.id – Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS mengunjungi Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember pada Senin, 23 Maret 2026. Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan standar layanan JKN berkualitas bagi seluruh peserta di wilayah Jember tetap terjaga tanpa praktik diskriminasi.
Owner RS Bina Sehat Group dr. Hj. Faida, MMR bersama Direktur RS Bina Sehat Jember drg. Yunita Puspita Sari P., M.Kes menyambut kedatangan jajaran direksi BPJS Kesehatan. Pertemuan tersebut mempererat kolaborasi nyata antara pihak rumah sakit dengan penyelenggara jaminan kesehatan pusat demi mengutamakan kebutuhan pasien.
Pentingnya Layanan JKN Berkualitas di Jember
Direktur Utama BPJS Kesehatan menekankan bahwa kunjungan lapangan rutin seperti ini berfungsi sebagai supervisi langsung agar kebijakan pusat selaras dengan implementasi di lapangan. Pihak BPJS Kesehatan ingin memastikan peserta mendapatkan pelayanan optimal sejak tahap pendaftaran hingga perawatan medis selesai. Selain itu, kebijakan ini menjamin setiap pasien memperoleh akses kesehatan aman tanpa kesulitan finansial yang memberatkan masyarakat.
Faktanya, pihak rumah sakit telah menyiapkan alur layanan terintegrasi yang mencakup sistem antrean digital, pelayanan rawat jalan, rawat inap, hingga penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sistem ini memudahkan pasien mengakses hak mereka dengan cepat dan tepat. Menariknya, manajemen RSBS juga melakukan efisiensi proses secara berkala guna mendukung kualitas pelayanan yang berbasis pada kebutuhan pasien secara spesifik.
Evaluasi Layanan bagi Peserta JKN
Dalam agenda peninjauan tersebut, pimpinan BPJS Kesehatan secara detail memantau unit-unit krusial. Beberapa unit unggulan yang menjadi fokus evaluasi meliputi unit hemodialisis serta fasilitas kemoterapi. Pemantauan ini bertujuan memverifikasi kesiapan rumah sakit dalam melayani pasien dengan penyakit kronis atau katastropik secara berkesinambungan sesuai prosedur medis yang berlaku.
Tabel berikut menunjukkan perkembangan proporsi pasien peserta JKN yang mengakses layanan RSBS Jember:
| Layanan | Proporsi 2021 | Proporsi 2026 |
|---|---|---|
| IGD | 70% | 90% |
| Rawat Inap | 74% | 93% |
Data tersebut mencatat lonjakan partisipasi peserta JKN yang sangat signifikan di RSBS. Sejak menjalin kemitraan pada tahun 2014, pihak RSBS membuktikan diri sebagai penyedia layanan kesehatan yang dapat masyarakat andalkan.
Sinergi dan Komitmen Tanpa Diskriminasi
Owner RS Bina Sehat Group dr. Hj. Faida, MMR menyatakan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh timnya. Beliau memandang momen ini sebagai validasi atas komitmen RSBS dalam memberikan pelayanan kesehatan kelas wahid yang tidak membeda-bedakan latar belakang sosial ekonomi pasien.
Lebih dari itu, kolaborasi ini menghasilkan energi baru bagi manajemen rumah sakit untuk terus berkembang. RSBS memastikan bahwa mereka tetap fokus pada indikasi medis guna memberikan tindakan yang tepat bagi setiap penderita. Dengan demikian, peserta JKN bisa merasakan keamanan dan kemudahan saat menjalani pengobatan di fasilitas tersebut.
Pihak rumah sakit juga berkomitmen untuk menjauhkan praktik diskriminasi dari lingkungan pelayanan kesehatan. Meskipun jumlah pasien JKN terus meningkat, RSBS menegaskan bahwa standar keselamatan pasien dan mutu layanan selalu menjadi prioritas utama. Harapannya, program JKN dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat sehingga kualitas hidup masyarakat Jember secara umum menjadi jauh lebih baik.
Pada akhirnya, kesuksesan implementasi layanan JKN di RSBS menjadi tolok ukur penting bagi kualitas infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut. Sinergi antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit menjadi kunci utama dalam menjamin masa depan bangsa yang lebih sehat pada tahun 2026 dan seterusnya. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa akses kesehatan yang berkualitas adalah hak bersama warga negara.