Bukitmakmur.id – Tim SAR gabungan menemukan dua wisatawan dalam kondisi meninggal dunia setelah air bah menerjang Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada 31 Maret 2026. Operasi pencarian ini berakhir setelah tim menemukan seluruh korban yang sempat dilaporkan hilang saat berwisata.
Peristiwa nahas ini menimpa Muhammad Fajrin (20) dan Ica (20) yang sedang berenang di area sungai tersebut pada Minggu (29/3/2026). Debit air seketika naik secara mendadak dari arah hulu, sehingga arus kuat langsung menyeret keduanya ke tempat yang lebih dalam.
Kronologi Wisatawan Tewas Terseret Arus
Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar, memberikan konfirmasi resmi mengenai penemuan korban. Beliau menjelaskan bahwa kedua korban sedang menikmati aktivitas renang sebelum debit air sungai meningkat secara drastis tanpa peringatan dini.
Selain itu, pihak SAR segera melakukan operasi pencarian intensif sejak menerima laporan kehilangan wisatawan tersebut. Tim penyelamat menyisir sepanjang aliran sungai dengan harapan menemukan titik lokasi korban berada demi proses evakuasi yang cepat.
Pertama, tim SAR gabungan mendapati Muhammad Fajrin dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (30/3/2026). Tim menemukannya pada jarak kurang lebih 4 kilometer dari lokasi awal kejadian musibah tersebut.
Kedua, tim melanjutkan proses penyisiran hingga hari ketiga untuk mencari korban perempuan. Hasilnya, petugas gabungan menemukan jasad Ica pada Selasa (31/3/2026) pukul 12.20 WITA di titik yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi kejadian.
Detail Operasi Pencarian dan Evakuasi
Proses evakuasi berjalan lancar setelah tim menemukan titik penemuan jasad. Selanjutnya, petugas membawa korban menuju puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut sebelum pihak keluarga membawa pulang jenazah mereka.
Berikut adalah rincian fakta terkait temuan korban dalam pencarian tahun 2026:
| Data Korban | Keterangan |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Minggu, 29 Maret 2026 |
| Lokasi | Sungai Kalimborang, Maros |
| Waktu Penemuan | Senin dan Selasa, 30-31 Maret 2026 |
Dengan ditemukannya seluruh korban, pihak Basarnas Makassar menyatakan operasi SAR resmi tutup. Seluruh unsur tim gabungan kini kembali ke kesatuannya masing-masing setelah menjalankan tugas mulia tersebut.
Imbauan Keselamatan Sungai
Menariknya, kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas. Pihak Basarnas mengeluarkan peringatan agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu.
Faktanya, perubahan cuaca ekstrem mampu memicu kenaikan debit air atau air bah secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda fisik yang mencolok. Kewaspadaan menjadi kunci utama guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa depan.
Oleh karena itu, wisatawan perlu memantau prediksi cuaca dan kondisi lingkungan sebelum memutuskan berenang di sungai. Langkah preventif ini bertujuan melindungi diri dari potensi ancaman arus berbahaya yang bersifat mendadak.
Komitmen Tim Penyelamat di Sulawesi Selatan
Operasi ini menunjukkan sinergi kuat antar elemen SAR dalam merespons laporan masyarakat di Sulawesi Selatan. Keberhasilan tim dalam menyisir lokasi hingga 7 kilometer menunjukkan dedikasi penuh di tengah medan yang cukup berat.
Pada akhirnya, keselamatan jiwa merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan wisata air. Pihak berwenang berharap insiden memilukan ini tidak terulang kembali di masa mendatang seiring dengan upaya edukasi keselamatan publik yang lebih masif.