Beranda » Berita » Reset Finansial dan Gaya Hidup Pasca-Lebaran Versi Sequis Life

Reset Finansial dan Gaya Hidup Pasca-Lebaran Versi Sequis Life

Bukitmakmur.id – PT Asuransi Jiwa Sequis Life mengajak masyarakat melakukan reset finansial dan gaya hidup pasca- dalam acara Halalbihalal bertajuk ‘Better Tomorrow Starts Today Feel Good, Stay Healthy, Be Protected’ di Jakarta. Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, menyampaikan inisiatif ini guna menata kembali prioritas hidup setelah periode konsumtif selama Ramadan dan libur panjang 2026.

Sequis Life menghadirkan Faculty Head Sequis Quality Empowerment Yan Ardhianto Handoyo, Spesialis Gizi Klinik RSPI-Pondok Indah dr. Juwalita Surapsari, serta Brand Ambassador Sequis Life Donna Agnesia dalam sesi diskusi tersebut. Acara ini menyoroti pentingnya menyeimbangkan kendali arus kas dengan pemeliharaan kesehatan tubuh agar masyarakat mampu mempertahankan kualitas hidup yang berkelanjutan sepanjang sisa tahun .

Pentingnya Reset Finansial Pasca-Lebaran

Agustina Samara atau yang akrab dipanggil Tina menekankan bahwa momen setelah hari raya merupakan waktu krusial untuk merefleksi diri. Ia menilai bahwa kondisi keuangan yang terkendali memberikan rasa tenang yang sesungguhnya. Menurut Tina, seseorang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga masa depan keluarga melalui manajemen finansial yang disiplin dan kesehatan yang optimal.

Selain itu, perencanaan keuangan yang disiplin membantu keluarga menghindari tekanan utang konsumtif yang sering muncul setelah mudik atau pemberian hadiah. Tina menyatakan bahwa kesehatan dan finansial harus berjalan beriringan. Perlindungan kesehatan tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa dibarengi dengan kedisiplinan mengelola pengeluaran rutin.

Singkatnya, yang tepat memungkinkan keluarga untuk lebih siap menghadapi risiko ekonomi yang tidak terduga. Dengan demikian, masyarakat bisa mewujudkan hari esok yang lebih sejahtera melalui langkah-langkah kecil yang konsisten sejak saat ini.

Baca Juga:  Maskapai Murah Atur Strategi Hadapi Harga Bahan Bakar

Strategi Pengelolaan Arus Kas dan Dana Darurat

Yan Ardhianto Handoyo memberikan panduan praktis untuk melakukan reset finansial sebagai langkah pemulihan pasca-libur panjang. Ketahanan keuangan keluarga tidak hanya tergantung pada tingginya pendapatan, melainkan pada kemampuan seseorang dalam mengatur arus kas, mengendalikan utang, serta menyiapkan darurat secara bijak.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah alokasi keuangan ideal. Yan memaparkan pembagian porsi ideal untuk menjaga kestabilan rumah tangga sebagai berikut:

Pos Pengeluaran Besaran Alokasi
Rutin 50% – 60%
Tabungan dan Dana Darurat 10% – 20%
Proteksi Finansial Sesuai Kebutuhan

Faktanya, asuransi jiwa dan kesehatan merupakan instrumen wajib dalam membangun ketahanan finansial. Produk ini berperan meminimalkan dampak finansial dari risiko yang tidak terduga di masa mendatang. Oleh karena itu, masyarakat perlu bersikap prudent atau bijaksana dalam mengambil keputusan ekonomi serta tetap adaptif terhadap dinamika ekonomi global tahun 2026 yang terus berubah.

Waspada Risiko Kesehatan Pasca-Lebaran

Selain aspek finansial, kesehatan tubuh juga memerlukan perhatian ekstra usai perayaan hari raya. Dr. Juwalita Surapsari mengingatkan bahwa pola makan selama Ramadan dan libur Lebaran sering kali melibatkan konsumsi berlebih makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, hingga gula darah dalam tubuh seseorang.

Dokter Juwalita menekankan pentingnya prinsip ‘Know Your Numbers’ bagi setiap orang. Langkah preventif ini mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh. Banyak orang merasa sehat secara fisik, namun indikator metabolisme internal mereka belum tentu berada pada level optimal.

Data Profil Kesehatan Indonesia 2026 dari Kemenkes juga memberikan peringatan keras. Tren penyakit tidak menular seperti , melitus, dan mulai menyerang kelompok usia muda (16-30 tahun). Kurangnya aktivitas fisik pada era digital dan pola konsumsi buruk menjadi pemicu utama kenaikan angka gangguan kesehatan tersebut.

Baca Juga:  Paranoia dan Amigdala: Memahami Cara Otak Memproses Rasa Takut

Pentingnya Disiplin demi Hari Esok Lebih Baik

Donna Agnesia berbagi perspektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan hidup di tengah kesibukan yang padat. Menurutnya, masa depan yang cerah hanya bisa seseorang capai melalui kebiasaan sehat yang konsisten. Ia menyatakan bahwa olahraga seharusnya menjadi kebutuhan tubuh, bukan beban yang harus orang hindari meski jadwal kesibukan sedang tinggi.

Tidak hanya itu, Donna menegaskan asuransi jiwa dan kesehatan adalah bentuk nyata kasih sayang untuk orang terkasih. Ketika risiko hidup datang tanpa peringatan, proteksi finansial memastikan keluarga tetap terlindungi secara ekonomi. Melalui perencanaan yang matang, masyarakat dapat menata kembali kehidupan pasca-Lebaran dengan jauh lebih terorganisir.

Industri keuangan sendiri menunjukkan tren positif sepanjang 2026, termasuk peningkatan aset pada asuransi syariah. Harapannya, literasi finansial yang semakin baik dapat membantu masyarakat menghadapi volatilitas dengan lebih tenang. Dengan melakukan reset gaya hidup dan keuangan sekarang, setiap individu lebih siap menyongsong masa depan yang tangguh dan sehat.