Bukitmakmur.id – Candyco merintis ekspansi bisnis kerajinan rajut custom dari Kota Malang sejak 2020 dengan memanfaatkan dukungan teknologi dari BRI dan platform LinkUMKM. Usaha ini menawarkan produk berupa bunga dan boneka rajut yang pelanggan pesan spesifik sesuai preferensi individu guna memenangkan persaingan pasar handmade yang semakin ketat.
Co-Founder Candyco, Adillah Dhianida Khanza, mengungkapkan strategi mereka dalam membangun operasional yang konsisten demi mempertahankan kualitas setiap produk. Hingga awal 2026, Candyco mempekerjakan 15 tenaga kerja untuk menjaga kapasitas produksi tetap stabil seraya memenuhi permintaan pasar yang terus meluas antar kota.
Strategi Candyco Kembangkan Kerajinan Rajut Custom
Pengembangan bisnis Candyco menuntut kedisiplinan tinggi dalam mengelola sumber daya manusia dan menjaga konsistensi kualitas. Adillah mengakui bahwa perjalanan bisnis ini memiliki tantangan tersendiri, terutama saat harus beradaptasi dengan tren pasar yang dinamis dan fluktuasi permintaan konsumen.
Awalnya, Candyco berdiri sebagai wadah menyalurkan hobi merajut yang Adillah tekuni saat masih menempuh pendidikan di bangku kuliah. Usaha sempat mengalami masa vakum selama periode 2022 hingga 2023, namun kini mereka kembali beroperasi aktif sejak awal 2026 dengan membuka gerai fisik di Kota Malang.
Berikut merupakan saluran pemasaran yang Candyco gunakan untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas:
- Gerai fisik atau offline secara langsung di Kota Malang.
- Jaringan reseller untuk memperluas jangkauan distribusi.
- Platform marketplace guna mencapai pembeli antar kota.
- Social commerce untuk interaksi lebih dekat dengan pelanggan.
- Skema B2B (Business to Business) untuk pesanan dalam jumlah besar.
- Partisipasi aktif dalam berbagai pameran dan event kreatif.
Tidak hanya itu, manajemen Candyco juga menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS BRI. Langkah ini mempermudah proses transaksi antara pelanggan dan pihak usaha, sehingga operasional harian menjadi jauh lebih efisien.
Langkah Candyco Kembangkan Kerajinan Rajut Custom via LinkUMKM
Pemanfaatan platform LinkUMKM memberikan dampak signifikan bagi perkembangan kapasitas bisnis Candyco. Adillah mengikuti program intensif Seven Days Challenge yang mendorong pelaku usaha untuk mengulas kembali perjalanan bisnis mereka melalui pendekatan micro storytelling guna merancang strategi masa depan yang lebih matang.
Adillah merasakan manfaat besar saat melakukan refleksi atas semua proses yang telah dijalankan selama membangun Candyco. Program tersebut membantu timnya memetakan hambatan sekaligus peluang di masa depan yang lebih terukur per 2026. Alhasil, Candyco kini memiliki fondasi usaha yang lebih kuat dan mampu menjawab tantangan pasar yang semakin kompetitif.
Dukungan BRI untuk Pertumbuhan UMKM
Data menunjukkan bahwa per akhir 2026, lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM sebagai sarana pendampingan usaha berbasis digital. Platform ini menjadi jembatan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta melakukan percepatan proses naik kelas secara berkelanjutan.
Secara garis besar, LinkUMKM menyediakan enam fitur utama yang terintegrasi bagi para pengguna. Simak rincian fitur pendampingan tersebut pada tabel di bawah ini:
| Fitur LinkUMKM | Keterangan Fungsi |
|---|---|
| UMKM Smart | Peningkatan kapasitas bisnis melalui pelatihan |
| Rumah BUMN | Pusat kolaborasi dan pendampingan UMKM |
| UMKM Media | Penyebaran informasi dan edukasi pelaku usaha |
| Komunitas | Ruang interaksi antar pelaku UMKM |
| Etalase Digital | Platform untuk memajang produk jualan |
| Register NIB | Kemudahan pendaftaran legalitas usaha |
Lebih dari itu, terdapat lebih dari 750 modul pembelajaran yang tersedia dalam platform ini. Modul-modul tersebut dirancang khusus untuk memperkuat soft skill maupun hard skill pengusaha, sehingga mereka mampu menata bisnisnya lebih profesional.
Visi Keberlanjutan UMKM di Indonesia
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa Candyco menjadi bukti nyata keberhasilan program pendampingan yang BRI berikan. Perusahaan memandang bahwa keberlanjutan bisnis pelaku usaha sangat bergantung pada konsistensi pengelolaan dan kesiapan dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
BRI terus mendorong pelaku UMKM untuk membangun fondasi usaha yang tangguh dan adaptif. Melalui akses pelatihan serta pendampingan yang aplikatif, bank berharap setiap pelaku bisnis mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional secara lebih terukur pada tahun 2026.
Pada akhirnya, kesuksesan Candyco menunjukkan bahwa sinergi antara kreativitas pengusaha muda dan dukungan infrastruktur digital seperti yang BRI sediakan merupakan kunci sukses ekonomi kerakyatan. Dengan semangat yang konsisten, UMKM Indonesia pasti mampu meraih peluang baru dan tumbuh lebih besar di masa depan.