Bukitmakmur.id – Institut Teknologi Bandung atau ITB menerima 1.225 calon mahasiswa baru program jenjang sarjana melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Pihak ITB mengumumkan hasil seleksi tersebut secara resmi pada Selasa, 31 Maret 2026 mulai pukul 15.00 WIB melalui situs resmi snbp.itb.ac.id.
Proses seleksi ketat ini menyaring ribuan pendaftar dari seluruh pelosok negeri. Selain itu, pihak kampus menetapkan jadwal pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa yang lolos seleksi mulai 1 April 2026 hingga 10 April 2026. Calon mahasiswa bisa melakukan proses pendaftaran ulang ini secara daring melalui laman admission.itb.ac.id/id/pengumuman agar bisa melihat tata cara, jadwal, sowie persyaratan lengkap.
Rincian Mahasiswa Baru ITB Jalur SNBP 2026
Pihak kampus menempatkan fokus besar pada pengembangan karakter serta sukses belajar matematika dan sains dasar bagi mahasiswa baru. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, melalui keterangan tertulis pada Selasa, 31 Maret 2026, memastikan seluruh kegiatan penerimaan mahasiswa baru dan orientasi akan berlangsung di ITB Kampus Jatinangor.
Faktanya, komposisi mahasiswa yang lolos seleksi cukup beragam dengan dukungan bagi kelompok ekonomi tertentu. Data menunjukkan sebanyak 158 orang atau 24 persen dari total 1.225 mahasiswa merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Bahkan, kampus ITB Cirebon sukses menerima 186 mahasiswa baru, di mana 32 orang di antaranya atau sekitar 17,2 persen berasal dari wilayah Cirebon dan daerah sekitarnya.
Distribusi Fakultas dan Sekolah
Penyebaran mahasiswa baru mengikuti berbagai fakultas dan sekolah yang ada di lingkungan ITB. Berikut rincian penerimaan per fakultas pada program SNBP 2026:
| Fakultas / Sekolah | Jumlah Mahasiswa |
|---|---|
| FMIPA – Matematika | 46 |
| FMIPA – IPA | 81 |
| SITH – Sains | 34 |
| SITH – Rekayasa | 61 |
| SITH – Kampus Cirebon | 17 |
| Sekolah Farmasi | 43 |
Persebaran mahasiswa berlanjut ke berbagai disiplin ilmu teknik dan pengembangan kebijakan. Tidak hanya itu, fakultas di bidang ilmu kebumian dan eksplorasi energi juga menerima pendaftar dalam jumlah signifikan.
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB): 103 orang
- FITB – Kampus Cirebon: 28 orang
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM): 95 orang
- FTTM Kampus Cirebon: 63 orang
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) – Komputasi: 52 orang
- STEI – Rekayasa: 53 orang
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) – Infrastruktur: 65 orang
- FTSL – Sumber Daya Air dan Sanitasi: 34 orang
- Fakultas Teknologi Industri (FTI) – Sistem dan Proses: 79 orang
- FTI – Rekayasa Industri: 46 orang
- FTI – Kampus Cirebon: 31 orang
- Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara: 76 orang
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) – Arsitektur: 20 orang
- SAPPK – Perencanaan Wilayah dan Kota: 26 orang
- SAPPK – Perencanaan Wilayah dan Kota Kampus Cirebon: 25 orang
- Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD): 81 orang
- FSRD – Kampus Cirebon: 22 orang
- Sekolah Bisnis dan Manajemen: 44 orang
Integrasi Kampus dan Persiapan Mahasiswa
Menariknya, ITB menerapkan kebijakan integrasi bagi seluruh mahasiswa baru program sarjana untuk tahun akademik 2026/2027. Setelah melewati proses pendaftaran, mereka akan menjalani tahun pertama masa perkuliahan di ITB Kampus Jatinangor tanpa terkecuali. Langkah ini mendukung pemerataan kualitas pendidikan dasar bagi mahasiswa baru dari berbagai program studi.
Dengan demikian, para mahasiswa baru perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum waktu pendaftaran ulang berakhir. Ketelitian dalam melengkapi persyaratan pada laman admission.itb.ac.id/id/pengumuman menjadi kunci kelancaran proses. Semoga seluruh mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan cepat saat menjalani masa orientasi di lingkungan kampus nanti.