Bukitmakmur.id – Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan pola operasional Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk pada Rabu (1/4/2026). Langkah ini pihak perusahaan ambil untuk mengatasi kepadatan truk logistik yang memadati Pelabuhan Ketapang pasca berakhirnya masa pembatasan kendaraan oleh pemerintah.
Hingga pukul 15.00 WIB, arus kendaraan dari arah utara menuju pelabuhan menunjukkan kepadatan dengan estimasi antrean mencapai 12 kilometer. Komposisi kendaraan yang mengantre didominasi truk logistik, bus, dan kendaraan pribadi yang terus mengalir menuju area pelabuhan guna melanjutkan perjalanan.
Kondisi ini muncul sebagai dampak langsung berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang pemerintah atur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, Nomor: HK.201/1/21DJPL/2026, Nomor: 20/KPTS/Db/2026, dan Nomor: Kep/43/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026. Aturan pembatasan tersebut sebelumnya berlaku di lintasan Ketapang–Gilimanuk sejak 13 hingga 29 Maret 2026.
Manajemen Operasional ASDP dalam Mengatasi Kepadatan
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menyatakan bahwa lonjakan jumlah truk logistik usai pembukaan kembali pembatasan menjadi faktor utama pemicu antrean panjang. Pihaknya berupaya keras mengendalikan situasi melalui penguatan manajemen operasional di lapangan agar distribusi logistik tidak terhambat.
Selain itu, ASDP berkolaborasi dengan regulator untuk melakukan penyesuaian layanan secara adaptif. Mereka mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah jumlah trip, mengerahkan lebih banyak kapal, serta mengatur ritme pergerakan kendaraan melalui area penyangga atau buffer zone.
Dengan demikian, ASDP tetap melayani arus logistik dengan baik tanpa mengganggu kelancaran bagi pengguna jasa lainnya. Pihak perusahaan saat ini mengoperasikan 36 kapal untuk melayani penyeberangan di lintas ini. Mereka juga menerapkan pola TBB pada 10 kapal di Dermaga 4 agar proses bongkar muat berlangsung lebih cepat.
Tidak hanya itu, ASDP juga menambah enam kapal perbantuan untuk memperkuat layanan penyeberangan. Daftar kapal tersebut antara lain:
- Portlink VII
- Liputan XII
- Dharma Kencana IX
- Dharma Rucitra
- Karya Maritim II
- Perkasa Prima V
Optimalisasi Buffer Zone dan Skema Dermaga
Pihak ASDP Cabang Ketapang juga melakukan pengaturan arus kendaraan melalui pengoptimalan buffer zone sebagai area penyangga sebelum kendaraan masuk ke pelabuhan. General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan bahwa skema penampungan kendaraan truk logistik di Dermaga Bulusan sangat membantu menjaga kelancaran operasional.
Skema buffer zone ini tidak hanya mengatur arus masuk kendaraan ke area utama pelabuhan, namun juga memberikan ruang istirahat bagi para pengemudi. Pengaturan ini memastikan pengemudi mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum melanjutkan perjalanan jauh.
Arief Eko merinci dua skema pemberangkatan dari Bulusan. Pertama, sebagian kendaraan menyeberang langsung melalui Dermaga Bulusan menggunakan kapal yang bersandar di pelabuhan tersebut. Kedua, pihaknya mengalihkan sebagian kendaraan lain ke Dermaga LCM untuk mengurai kepadatan di jalur utama.
Faktanya, pada Selasa (31/3) pagi, sekitar 380 kendaraan yang didominasi truk besar dan sedang memadati kawasan buffer zone Bulusan dan jumlahnya masih terus bertambah. Di sisi lain, arus kendaraan dari Tollgate menuju dermaga pada pukul 12.45 WIB menunjukkan kepadatan dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 30 menit.
Data Arus Penyeberangan dan Proyeksi Kedepan
Berdasarkan data operasional selama 24 jam pada 30 Maret 2026 atau H+8, data mencatat total 56.197 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali yang menunjukkan kenaikan sebesar 5,2%. Sementara itu, jumlah total kendaraan mencapai 17.608 unit atau meningkat 2,1% dibandingkan periode sebelumnya.
Secara kumulatif, sejak 11 hingga 30 Maret 2026 atau periode H-10 sampai dengan H+8, data merekapitulasi total 624.717 penumpang dan 171.921 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Berikut adalah ringkasan data kendaraan yang telah terlayani oleh ASDP:
| Kategori Data | Jumlah Unit |
|---|---|
| Total Reservasi Ferizy | 183.810 |
| Kendaraan Terlayani (H-10 s/d H+8) | 171.921 |
| Potensi Kendaraan hingga H+10 | 11.889 |
Dari total reservasi sebanyak 183.810 unit kendaraan di platform digital Ferizy, ASDP telah melayani sebanyak 171.921 unit kendaraan masuk ke Pelabuhan Ketapang dengan lancar. Akibat dari tingginya mobilitas ini, perusahaan memperkirakan masih terdapat potensi 11.889 unit kendaraan yang akan menyeberang hingga H+10.
Upaya kolaboratif antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan para pengelola buffer zone menjadi kunci utama kelancaran arus barang serta penumpang pasca periode mudik tahun 2026. Dengan komitmen kuat dari seluruh pihak, pengiriman logistik diharapkan dapat kembali berjalan normal segera setelah puncak arus balik terlewati sepenuhnya.