Beranda » Berita » Blibli Catat Pertumbuhan Pendapatan 34% di 2026

Blibli Catat Pertumbuhan Pendapatan 34% di 2026

Bukitmakmur.id – PT Global Digital Niaga Tbk alias Blibli membukukan pendapatan neto sebesar Rp22,36 triliun sepanjang 2026. Angka ini mencerminkan lonjakan pendapatan 34% secara tahunan meskipun kondisi konsumsi masyarakat Indonesia cenderung selektif serta persaingan pasar kian sengit.

mencetak capaian positif di tengah tantangan ekonomi tahun . menunjukkan bahwa langkah ekspansi omnichannel menjadi pendorong utama keberhasilan dalam mengamankan posisi pasar di segmen elektronik serta ritel premium.

Blibli Catat Pertumbuhan Pendapatan 34% melalui Strategi Omnichannel

Peningkatan pendapatan 34% tersebut bersumber dari kinerja solid di berbagai lini usaha. Kategori elektronik konsumen, khususnya produk smartphone, memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perusahaan.

Selain kategori konsumen, ekspansi omnichannel secara masif memperkuat ekosistem bisnis perusahaan. Perusahaan berhasil mengoptimalkan bauran produk dengan margin yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan monetisasi secara efisien.

Fakta menarik lainnya muncul dari angka gross profit before discount (GPBD) yang meningkat 32% secara tahunan. Tidak hanya itu, take rate perusahaan juga naik dari 6,9% menjadi 8,5% per 2026.

Efisiensi Operasional dan Penguatan Margin

Manajemen berhasil memperbaiki kinerja operasional melalui langkah yang terukur. Perusahaan menurunkan rasio beban operasional terhadap total processing value (TPV) dari 7,4% ke angka 7,1%.

Perbaikan rasio tersebut memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan. Alhasil, EBITDA terhadap TPV mencatat kenaikan sebesar 60 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbandingan Kinerja Keuangan Utama

Indikator Kinerja Pencapaian 2026
Pendapatan Neto Rp22,36 Triliun (Naik 34%)
Gross Profit Before Discount Naik 32%
Take Rate Naik ke 8,5%
Rasio Beban Operasional/TPV Turun ke 7,1%
Baca Juga:  Produksi Uang Palsu Rp 100 Ribu Terbongkar di Hotel Bogor

Ekspansi Gerai Fisik dalam Ekosistem Omnichannel

Strategi omnichannel tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam memperluas jangkauan ke konsumen. Hingga akhir 2026, perusahaan mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen di berbagai lokasi strategis.

Lebih dari itu, perusahaan memperluas kehadiran pada kategori lain melalui toko elektronik rumah tangga serta toko fesyen dan olahraga. Ranch Market juga memperkuat posisi lewat 57 gerai supermarket premium yang beroperasi penuh.

Segmen home & living turut mencatat pertumbuhan melalui pengelolaan 39 pusat pengalaman Dekoruma. Dengan demikian, integrasi fisik dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih lancar bagi pelanggan setia mereka.

Integrasi Ekosistem Digital

Perusahaan memperkuat integrasi ekosistem melalui implementasi penuh keanggotaan terpadu bagi semua pelanggan. Program loyalitas ini menghubungkan berbagai di bawah naungan ekosistem perusahaan dengan mulus.

Pengguna kini bisa menikmati benefit di Blibli, tiket.com, Ranch Market, hingga Dekoruma melalui satu akun terpadu. Langkah ini menciptakan retensi pelanggan yang lebih kuat di tengah ketatnya persaingan teknologi di tahun 2026.

CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengungkapkan bahwa fokus pada pembangunan ekosistem omnichannel menjadi kunci di tengah moderasi konsumsi rumah tangga selama 2026. Meski tantangan pasar tetap besar, beliau meyakini model bisnis yang terintegrasi mampu menavigasi setiap dinamika.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 15–20% pada tahun 2026 mendatang. Strategi ke depan mencakup penguatan margin, implementasi efisiensi operasional lebih lanjut, serta ekspansi omnichannel yang lebih selektif untuk menangkap nilai pasar secara maksimal.