Beranda » Berita » Buronan Interpol Inggris Ditangkap – Update 2026

Buronan Interpol Inggris Ditangkap – Update 2026

Bukitmakmur.id – Seorang buronan Interpol Inggris berinisial SL, berusia 45 tahun, berhasil petugas Imigrasi Ngurah Rai amankan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu, 28 Maret 2026. Penangkapan ini terjadi saat proses pemeriksaan keimigrasian setelah SL tiba di Bali dari –Denpasar.

Deteksi terhadap SL muncul ketika sistem imigrasi mengidentifikasinya sebagai subjek Red Notice Interpol. Selain itu, informasi intelijen mengindikasikan bahwa SL diduga kuat merupakan pemimpin sebuah organisasi internasional yang terlibat dalam pengelolaan perusahaan fiktif dan .

Kronologi Penangkapan Buronan Interpol

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menjelaskan bahwa penangkapan buronan Interpol ini merupakan hasil dari koordinasi intelijen yang cermat dan sistem pengawasan yang terintegrasi. “SL diduga merupakan pimpinan sebuah organisasi kriminal internasional. Ia disinyalir menjadi dalang yang mengendalikan anggota jaringannya dalam operasi pengelolaan perusahaan fiktif serta tindak pidana pencucian uang,” ungkap Bugie.

Setelah mengamankan SL di area kedatangan internasional, Imigrasi Ngurah Rai segera menyerahkannya kepada Kepolisian Resor (Polres) Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Proses serah terima ini mengikuti prosedur standar penyerahan buronan internasional, memastikan penanganan hukum berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Bali Bukan Surga Bagi Buronan: Penegasan Imigrasi

Bugie Kurniawan menegaskan bahwa tidak akan menjadi tempat persembunyian yang aman bagi para pelaku internasional. “Kami tegaskan bahwa Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian yang aman bagi buronan Interpol. Sistem kami terintegrasi dengan baik dan petugas kami sangat berpengalaman dalam mendeteksi dan mengamankan DPO Interpol,” tegasnya.

Baca Juga:  Satgas Cartenz Tangkap 4 Penyuplai Amunisi Ilegal ke KKB di Jayapura

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan yang berupaya memanfaatkan Bali sebagai tempat pelarian. Imigrasi Ngurah Rai terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah masuknya orang-orang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Apresiasi Kinerja dan Peningkatan Kewaspadaan

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Kantor Imigrasi Ngurah Rai dalam mengamankan buronan Interpol Inggris. “Kami memberikan apresiasi tinggi atas kinerja jajaran Kantor Imigrasi Ngurah Rai dalam mengamankan buronan internasional tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan keimigrasian di wilayah Bali berjalan efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Felucia Sengky Ratna juga menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan pemanfaatan teknologi. Seluruh unit kerja di bawah Kantor Wilayah Imigrasi Bali akan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan kerja sama internasional.

Penguatan Sistem Keimigrasian di Bali

Upaya penangkapan buronan Interpol ini menjadi bukti nyata efektivitas sistem keimigrasian di Bali. Sistem yang terintegrasi dan responsif memungkinkan terhadap individu yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Interpol. Selain itu, pengalaman dan profesionalisme petugas imigrasi juga memegang peranan penting dalam keberhasilan operasi ini.

Ke depannya, Imigrasi Bali berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya adalah untuk menjaga Bali tetap aman dan tertib, serta mencegah segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk oleh buronan internasional.

Komitmen Bali untuk Keamanan Nasional dan Internasional

Keberhasilan mengamankan buronan Interpol Inggris ini mencerminkan komitmen Bali dalam menjaga nasional dan internasional. Bali tidak hanya menjadi destinasi yang menarik, tetapi juga menjadi wilayah yang aman dan tidak memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan.

Baca Juga:  Pembangunan Proyek PSEL untuk Percepat Penanganan Sampah 2026

Dengan terus memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan koordinasi, Imigrasi Bali berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pemberantasan kejahatan lintas negara. Hal ini sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang aman, berdaulat, dan berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Kesimpulan

Penangkapan buronan Interpol di Bali menjadi bukti bahwa sistem pengawasan dan di Indonesia berjalan efektif. Selain itu, peristiwa ini juga menegaskan komitmen Indonesia dalam memberantas kejahatan transnasional dan menjaga keamanan wilayahnya. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengawasan keimigrasian. Pada akhirnya, Bali harus tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan tidak memberikan ruang bagi pelanggar hukum.