Beranda » Berita » Cara cek kondisi ban mobil agar perjalanan 2026 aman

Cara cek kondisi ban mobil agar perjalanan 2026 aman

Bukitmakmur.id – Pemilik kendaraan wajib melakukan pemeriksaan ban secara mandiri sebagai langkah antisipasi selama menempuh perjalanan darat pada tahun 2026. Penurunan performa karet ban seiring waktu seringkali luput dari pengamatan pengemudi meskipun tapak ban terlihat masih tebal.

Pengendara perlu memahami bahwa ban berfungsi sebagai satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal. Pemeliharaan yang tepat menjaga tingkat traksi optimal sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan atau konsumsi daya listrik pada kendaraan selama melaju di jalan tol maupun jalan raya.

Cara cek kondisi ban melalui kode produksi

Informasi usia ban tersimpan pada kode produksi di dinding ban. Kode empat digit diawali tulisan DOT menunjukkan waktu pembuatan ban secara spesifik.

Dua angka pertama mewakili minggu produksi, sementara dua angka terakhir merujuk pada tahun pembuatan. Contoh, kode 1126 menandakan ban keluar dari pabrik pada minggu ke-11 tahun 2026. Umumnya, pabrikan menyarankan masa pakai aman ban selama 3 hingga 5 tahun sejak tanggal produksi tersebut.

Indikator keausan ban dan ketebalan tapak

Pengemudi perlu memeriksa ketebalan tapak ban secara rutin guna memastikan traksi tetap maksimal. Standar ketebalan tapak ideal minimal 1,6 milimeter demi menjaga performa pengereman mendadak atau saat melintasi jalan licin.

Aspek Pengecekan Keterangan
Indikator TWI Tanda segitiga pada dinding ban
Tekanan Angin Sesuai manual pabrikan

Pemeriksaan tanda Tread Wear Indicator (TWI) memudahkan pengemudi melihat tingkat keausan. Tanda ini berupa tonjolan pada alur ban yang berada di setidaknya enam posisi berbeda di sekeliling dinding ban.

Baca Juga:  Penumpang Melonjak: Pelni Catat Rekor Arus Balik 2026!

Pentingnya tekanan angin dan perawatan ban serep

Tekanan angin yang tidak sesuai memicu ban menjadi cepat aus dan berkontribusi terhadap borosnya konsumsi energi. Oleh karena itu, pengemudi perlu menyesuaikan tekanan ban dengan standar pabrikan setiap sebelum memulai perjalanan jauh.

Tidak hanya ban utama, ban serep juga memerlukan perhatian khusus pasca penggunaan atau saat periode libur. Pemilik kendaraan disarankan mencuci ban serep dengan sabun guna menghilangkan kotoran yang menempel, terutama jika posisi letaknya berada di kolong mobil.

Selanjutnya, tambahkan tekanan angin ban serep sekitar 3 hingga 4 PSI lebih tinggi daripada standar normal. Langkah ini menjaga ban tetap dalam kondisi siap pakai saat situasi darurat terjadi di tengah perjalanan.

Perawatan ban kendaraan listrik

Pemilik seringkali mempertanyakan prosedur perawatan rutin jika dibandingkan dengan mesin konvensional. Faktanya, ban keduanya tetap sama dan pemeliharaan pun mengikuti standar pengecekan fisik yang serupa.

Pengguna perlu memperhatikan retakan, benjolan, benda asing yang menempel, hingga indikator TWI pada listrik. Namun, proses pembongkaran ban belakang pada motor listrik memerlukan kehati-hatian ekstra karena adanya hub-drive yang menyatu dengan pelek.

Bengkel servis ban terpercaya biasanya menyediakan alat press khusus untuk memasang roda motor listrik agar pelek tidak mengalami kerusakan atau peyang. Dengan demikian, kualitas berkendara tetap terjaga meskipun motor memiliki sistem penggerak yang berbeda.

Upaya proaktif dalam memantau usia, ketebalan, dan tekanan ban menjamin keselamatan pengemudi sepanjang tahun 2026. Segera lakukan pengecekan mandiri atau kunjungi bengkel jika ditemukan tanda-tanda keausan yang mencurigakan demi bersama .