Bukitmakmur.id – Citadines Antasari Jakarta menyelenggarakan peringatan Earth Hour pada Sabtu, 28 Maret 2026 malam sebagai wujud nyata komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui inisiatif Ascott CARES. Aksi pemadaman lampu selama 60 menit ini berlangsung di seluruh kawasan hotel dengan melibatkan para staf serta tamu yang menginap.
Perayaan tahun ini mengusung konsep dekorasi unik yang memanfaatkan biji kopi dan material daur ulang, sesuai dengan identitas brand Citadines yang terkenal dengan semboyan For the Love of Coffee. Langkah inovatif ini menandai komitmen hotel dalam mengintegrasikan sustainability dengan pengalaman tamu yang bermakna.
Konsep Earth Hour 2026 dengan Sentuhan Budaya Kopi
Seluruh ornamen yang menghiasi area lobi dibuat dari barang bekas di area hotel, menciptakan dekorasi berkelanjutan tanpa perlu memerlukan material baru. Menariknya, proses pembuatan dekorasi melibatkan langsung para associate hotel, sehingga menciptakan sense of ownership terhadap gerakan environmental sustainability ini.
Sambil merayakan momen dalam kegelapan yang bermakna, para tamu hotel menikmati sajian canape dan free flow coffee. Suasana hangat dan intim ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya penghematan energi dan tanggung jawab lingkungan.
Strategi Jangka Panjang Pengurangi Limbah Dekorasi
R Ahmad Haitan Yurizal, selaku Marketing & Branding Manager Citadines Antasari Jakarta, menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang hotel dalam menekan limbah dekorasi. Tidak hanya sekedar event tahunan, komitmen ini akan diterapkan pada berbagai seasonal event lainnya di masa mendatang.
“Melalui kegiatan Earth Hour ini, kami ingin menunjukkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak,” ujar Ahmad Haitan Yurizal. Pernyataan ini mencerminkan filosofi hotel dalam mengutamakan practical sustainability rather than mere symbolic gestures.
Lebih dari itu, Ahmad menjelaskan visi jangka panjang hotel: “Dengan mengangkat konsep For the Love of Coffee, kami menghadirkan dekorasi berkelanjutan dari bahan daur ulang yang dibuat langsung oleh para associate menggunakan material yang sudah tidak terpakai di area hotel. Ke depannya, Citadines Antasari Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan dekorasi yang ramah lingkungan dan dibuat secara internal oleh tim associate, tidak hanya saat Earth Hour tetapi juga pada berbagai seasonal event lainnya, sebagai upaya mengurangi limbah dekorasi serta penggunaan material yang tidak ramah lingkungan.”
Respons Industri Perhotelan Terhadap Earth Hour 2026
Inisiatif Citadines Antasari Jakarta bukanlah gerakan terisolasi. Sejumlah institusi dan hotel lain turut ambil bagian dalam gerakan global Earth Hour 2026, menunjukkan kesadaran kolektif industri terhadap perubahan iklim.
Pada peringatan Earth Hour 2026, BCA akan memadamkan lampu dan peralatan elektronik non-esensial pada Sabtu, 28 Maret, di gedung operasional dan kantor cabang BCA di berbagai wilayah Indonesia. Harris Puri Mansion juga memadamkan lampu di area publik seperti Gym, Outdoor area, lobi hotel dan restoran selama satu jam, mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB.
Selain itu, Grand Mercure Solo Baru turut serta dalam gerakan global Earth Hour dengan mematikan lampu selama satu jam sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. MesaStila Resort and Spa pun ambil bagian dalam gerakan ini dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak diperlukan selama satu jam. Bahkan, Hotel Alila Solo menggelar Earth Hour Lights-Off Ceremony pada 22 Maret 2025 sebagai bagian dari kampanye global untuk mitigasi perubahan iklim.
Kopi: Dari Budaya hingga Keberlanjutan
Pilihan kopi sebagai identitas brand Citadines memiliki relevansi mendalam dengan gerakan sustainability. Minuman ini terkenal di seluruh dunia karena memiliki aroma khas, rasa pahit yang unik, serta kandungan kafein yang dapat membantu meningkatkan energi dan kewaspadaan.
Menariknya, industri kopi juga menghadapi tantangan sustainability yang serius. Kopi luwak, misalnya, dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus). Namun, praktik produksi kopi luwak seringkali menimbulkan isu kesejahteraan hewan dan environmental impact.
Dengan demikian, pengintegrasian budaya kopi dalam kampanye Earth Hour bukan hanya sekedar kebetulan, melainkan refleksi dari tanggung jawab industri perhotelan dan minuman untuk mengambil peran aktif dalam sustainability movement.
Manfaat Kesehatan dan Edukasi Konsumen Kopi
Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa konsumsi kopi memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Studi Harvard selama 43 tahun mengungkap bahwa rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat mengurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Meskipun konsumsi kopi atau teh secara umum tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan, para ahli menekankan adanya dampak turunan yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, edukasi konsumen mengenai konsumsi kopi yang sehat dan sustainable menjadi bagian penting dari tanggung jawab brand seperti Citadines.
Cara Menghubungi dan Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai acara dan promosi di Citadines Antasari Jakarta, berbagai saluran komunikasi telah disediakan untuk kemudahan akses informasi.
- WhatsApp: +62 811 1044 523
- Situs resmi: www.discoverasr.com
- Akun media sosial: @citadinesantasarijkt
Dengan beragam pilihan kontak ini, calon tamu atau pelanggan setia dapat dengan mudah menggali informasi terkini mengenai berbagai program dan event yang diselenggarakan hotel.
Implikasi Jangka Panjang Gerakan Sustainability di Industri Perhotelan
Inisiatif Citadines Antasari Jakarta dalam mengombinasikan Earth Hour dengan budaya kopi menunjukkan tren penting dalam industri perhotelan modern. Hotel tidak lagi sekadar menyediakan akomodasi, melainkan turut mengambil peran aktif dalam mendorong kesadaran lingkungan.
Strategi internal yang melibatkan para associate dalam pembuatan dekorasi dari material daur ulang juga mencerminkan shift paradigm dalam corporate social responsibility. Bukan hanya top-down mandate, melainkan bottom-up engagement yang melibatkan seluruh tim.
Gerakan kolektif dari berbagai institusi—mulai dari hotel hingga lembaga keuangan seperti BCA—menunjukkan momentum yang kuat menuju ekonomi yang lebih sustainable. Setiap pemadaman lampu selama 60 menit bukan hanya saving energi, tetapi juga simbolisasi komitmen terhadap planet ini.
Citadines Antasari Jakarta telah membuktikan bahwa sustainability dapat diintegrasikan dengan identitas brand dan pengalaman tamu yang memorable. Model ini berpotensi menjadi blueprint bagi industri perhotelan lainnya dalam mengembangkan strategi environmental responsibility yang authentic dan impactful.