Bukitmakmur.id – Kabar kenaikan harga Pertamax per 1 April 2026 santer beredar di masyarakat. Isu ini mencuat seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia, dipicu oleh konflik geopolitik antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak menyentuh USD115 per barel.
Sontak, muncul spekulasi mengenai harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, yang dikabarkan melonjak hingga Rp17.850 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Lalu, bagaimana fakta sebenarnya? Berikut rangkuman informasi terbaru terkait isu kenaikan harga Pertamax per 1 April 2026.
Fakta Terbaru Harga Pertamax per 1 April 2026
Media sosial dihebohkan dengan tangkapan layar dokumen berlabel ‘confidential’ yang memuat proyeksi kenaikan harga BBM Pertamina nonsubsidi mulai 1 April 2026. Dalam dokumen tersebut, tertera rincian kenaikan harga beberapa jenis BBM. Pertamax disebut naik Rp5.550 menjadi Rp17.850 per liter dari harga awal Rp12.300 per liter.
Tidak hanya itu, Pertamax Green juga diproyeksikan naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari Rp12.900 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo mengalami kenaikan Rp6.350 menjadi Rp19.450 per liter dari harga sebelumnya Rp13.100 per liter.
Untuk jenis diesel, Pertamina Dex naik signifikan sebesar Rp9.450 menjadi Rp23.950 per liter dari Rp14.500 per liter. Kemudian, Dexlite juga mengalami kenaikan serupa, yakni Rp9.450 per liter menjadi Rp23.650 per liter dari Rp14.200 per liter.
Penyebab Isu Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Dokumen yang beredar tersebut juga mencantumkan beberapa faktor yang memicu potensi kenaikan harga BBM Pertamina nonsubsidi. Salah satunya adalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sebesar 0,34 persen (Rp58/USD), dari Rp16.819/USD menjadi Rp16.877/USD.
Selain itu, HIP Gasoline RON 92 naik 62,44 persen (46,15 USD/bbl) dari 73,91 USD/bbl menjadi 120,06 USD/bbl, atau naik 62,99 persen (Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.
Kemudian, HIP Gasoil 250ppm juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 90,65 persen (79,08 USD/bbl) dari 87,23 USD/bbl menjadi 166,31 USD/bbl, atau naik 91,30 persen (Rp8.425 per liter) dari Rp9.228 per liter menjadi Rp17.653 per liter.
“Skema harga Gasoline dan Gasoil naik sejalan dengan tren HIP dalam upaya mendukung arahan Pemerintah untuk hemat energi akibat situasi perang US-Israel vs Iran yang menyebabkan harga minyak dunia naik ekstrem dan terjadi gangguan 20% pasokan minyak dunia di Selat Hormuz,” demikian bunyi keterangan dalam dokumen tersebut.
Respon Pertamina Terkait Isu Kenaikan Harga Pertamax
Menanggapi isu yang beredar, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi yang dikabarkan akan naik 1 April 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar luas di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” tegasnya.
Baron mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi harga BBM hanya melalui kanal resmi Pertamina. Ia juga menambahkan bahwa Pertamina mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak di tengah dinamika pasar energi global. Jadi, untuk saat ini, informasi terkait harga Pertamax yang beredar masih sebatas rumor.
Kata Menteri ESDM Soal Harga BBM Nonsubsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut angkat bicara mengenai isu kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax per 1 April 2026. Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme penentuan harga BBM telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022.
“Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” jelas Bahlil di sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto kunjungan kerja di Jepang, Senin (30/3/2026).
Bahlil menegaskan bahwa BBM industri, seperti bensin dengan RON 95 dan 98, memang diperuntukkan bagi masyarakat mampu dan mengikuti harga pasar tanpa intervensi pemerintah. Apakah ini berarti harga Pertamax, yang termasuk BBM non-subsidi, akan fluktuatif mengikuti harga pasar?
Kepastian Harga BBM Subsidi Terbaru 2026
Sementara itu, Bahlil memastikan pemerintah tetap memprioritaskan kebijakan untuk harga BBM subsidi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Bahlil meyakinkan bahwa Presiden selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat dalam membuat kebijakan terkait subsidi BBM.
Di sisi lain, Bahlil memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi masih tetap stabil di tengah lonjakan harga minyak dunia yang mencapai USD115 per barel. Per 2026, harga BBM subsidi masih berada di level Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk solar subsidi (Biosolar).
Meskipun demikian, Bahlil belum dapat memastikan apakah harga BBM subsidi akan mengalami kenaikan ke depan. Keputusan akhir akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah terkait kebijakan harga BBM terbaru 2026.
Kesimpulan
Isu kenaikan harga Pertamax per 1 April 2026 masih menjadi tanda tanya. Pertamina belum memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan harga. Pemerintah melalui Menteri ESDM menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi akan mengikuti mekanisme pasar, sementara harga BBM subsidi tetap menjadi prioritas dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Mari kita tunggu pengumuman resmi dari pemerintah untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.