Bukitmakmur.id – Kabar perkiraan harga Pertamax naik hingga Rp 17.850 per liter pada April 2026, sontak memicu reaksi dari berbagai pihak. Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai masyarakat, terutama kelas menengah, belum siap jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi melambung tinggi.
Bhima menambahkan, kenaikan harga BBM non-subsidi sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter saja sudah memberatkan masyarakat. Hal ini menunjukkan daya beli kelas menengah masih terbatas. Sementara itu, beredar tangkapan layar di aplikasi WhatsApp yang menampilkan perkiraan kenaikan harga Pertamax yang jauh lebih signifikan.
Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Masyarakat
Bhima Yudhistira sebelumnya telah memperkirakan adanya kenaikan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax dan Pertamina Dex, sekitar 15% atau setara dengan Rp 1.500 – Rp 2.000 per liter. Namun, angka yang beredar dalam tangkapan layar tersebut jauh melampaui perkiraan awal.
Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibowo, juga memberikan pandangannya. Wisnu memperkirakan kenaikan harga BBM yang wajar berada di kisaran 5% – 10%. Wisnu menambahkan, harga BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar internasional.
Rincian Perkiraan Kenaikan Harga BBM Per April 2026
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, berikut adalah rincian perkiraan Harga Jual Eceran (HJE) BBM pada April 2026:
| Jenis BBM | Harga Lama | Harga Baru (Perkiraan) | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Pertamax | Rp 12.300 | Rp 17.850 | Rp 5.550 |
| Pertamax Green | Rp 12.900 | Rp 19.150 | Rp 6.250 |
| Pertamax Turbo | Rp 13.100 | Rp 19.450 | Rp 6.350 |
| Dex | Rp 14.500 | Rp 23.950 | Rp 9.450 |
| Dexlite | Rp 14.200 | Rp 23.650 | Rp 9.450 |
Tanggapan Pertamina dan Kementerian ESDM
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Baron menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026.
Katadata.co.id juga meminta konfirmasi kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Laode meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi pada 1 April 2026. Laode tidak memberikan komentar mengenai angka-angka perkiraan harga BBM. Ia hanya menjelaskan bahwa besaran harga BBM non-subsidi akan berbeda antara BUMN dan badan usaha swasta.
Laode menambahkan harga BBM non-subsidi akan mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan harga BBM subsidi, seperti Biosolar dan Pertalite, agar tidak mengalami kenaikan.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga BBM
Dalam tangkapan layar yang beredar, disebutkan bahwa kenaikan harga BBM dipicu oleh tren kenaikan Harga Indeks Pasar (HIP) akibat lonjakan harga minyak dunia. Lonjakan harga minyak dunia ini dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Selain itu, penyesuaian harga BBM juga mempertimbangkan perlunya gap harga yang cukup lebar dari pesaing. Tujuannya adalah untuk memitigasi gejolak sosial di segmen Jenis BBM Umum (JBU) ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan.
Antisipasi Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga Pertamax
Kenaikan harga Pertamax, jika benar terjadi, berpotensi memicu berbagai dampak ekonomi dan sosial. Masyarakat perlu mengantisipasi hal ini dengan melakukan efisiensi penggunaan energi dan mencari alternatif transportasi yang lebih terjangkau. Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi yang meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.
Perlu diingat, informasi mengenai perkiraan kenaikan harga Pertamax ini masih belum terkonfirmasi secara resmi. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.
Harga Pertamax Terbaru 2026: Menunggu Kepastian
Kenaikan harga Pertamax menjadi isu yang cukup sensitif dan dapat memengaruhi kondisi ekonomi secara luas. Pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan untuk menaikkan harga BBM non-subsidi. Transparansi dan komunikasi yang efektif dengan masyarakat menjadi kunci untuk menghindari gejolak sosial yang tidak diinginkan.
Dengan demikian, mari kita tunggu pengumuman resmi dari Pertamina dan Kementerian ESDM terkait harga Pertamax terbaru 2026. Keputusan yang diambil nantinya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.