Beranda » Berita » IHSG Diprediksi Kembali Melemah dalam Perdagangan 7 April 2026

IHSG Diprediksi Kembali Melemah dalam Perdagangan 7 April 2026

Bukitmakmur.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Selasa (7/4/2026). Para pelaku pasar memantau pergerakan bursa setelah indeks mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada sesi sebelumnya.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan berpeluang menurun pada awal perdagangan hari ini ke kisaran rentang 6.745 hingga 6.849. Kondisi pasar saat ini menunjukkan kerawanan koreksi yang cukup nyata bagi para investor yang berniat melakukan akumulasi saham.

Analis MNC Sekuritas Bedah Tren Koreksi IHSG

Herditya Wicaksana dalam riset harian menyebutkan bahwa indeks masih berada dalam area tekanan. Meski skenario terbaik mengharapkan indeks melanjutkan penguatan ke level 7.323 hingga 7.450, namun kenyataan di lapangan menuntut kewaspadaan lebih bagi para pemain pasar.

Skenario tersebut menetapkan pergerakan IHSG hari ini pada level support di 6.917 dan 6.846. Sementara untuk level resistance, pasar menempatkan target pada angka 7.207 dan 7.302. Selain itu, sebagai sarana optimasi , terdapat beberapa saham pilihan yang layak investor cermati, yakni BKSL, BRPT, ITMG, serta TKIM.

Analisis Binaartha Sekuritas Terkait Tren Penurunan

Di sisi lain, Analis Ivan Rosanova memiliki pandangan serupa mengenai prospek indeks. Ivan memprediksi IHSG terus mengisyaratkan potensi kelanjutan tren turun setelah pada Senin (6/4/) indeks menembus fraktal terdekat pada level 6.945.

Alhasil, target level 6.744 mungkin sekali tercapai dalam kurun waktu dua pekan kedepan. Mengingat tren tersebut, Ivan memproyeksikan level support berada pada 6.900, 6.744, dan 6.587. Sementara itu, level resistance berada pada angka 7.077, 7.268, 7.436, hingga 7.765.

Baca Juga:  EV Murah 2026: Cara Indonesia Tekan Harga Minyak Impor!

Bagi pelaku pasar yang mencari peluang di tengah guncangan ini, terdapat sejumlah saham yang mendapat rekomendasi beli. Daftar tersebut mencakup AMRT, , BBRI, serta TLKM. Keputusan investasi tentu kembali kepada strategi masing-masing investor dalam menghadapi volatilitas pasar.

Data Transaksi Penutupan Senin 6 April 2026

Sebelumnya, IHSG menutup sesi perdagangan Senin (6/4/2026) pada level 6.989. Penutupan itu menunjukkan pelemahan sebesar 37,35 poin atau minus 0,53 persen dari posisi perdagangan periode sebelumnya. Data dari RTI Infokom mencatat aktivitas transaksi yang cukup masif selama sesi tersebut berlangsung.

Para investor membukukan total nilai transaksi sebesar Rp15,24 triliun. Secara volume, jumlah saham yang berpindah tangan menyentuh angka 29,20 miliar lembar saham. Pergerakan harga saham pun menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar.

Keterangan Hasil Perdagangan 6
Saham Menguat 255
Saham Terkoreksi 412
Saham Stagnan 151

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar 2026

Melihat kondisi pasar yang cenderung fluktuatif di tahun 2026 ini, para investor perlu menerapkan strategi yang disiplin. Koreksi IHSG yang berpotensi berlanjut memberikan sinyal agar pelaku pasar tidak gegabah dalam menempatkan modal pada aset berisiko tinggi.

Pertama, investor bisa memperhatikan level support yang para analis berikan sebagai titik masuk yang rasional. Kedua, tetap menjadi kunci utama untuk menjaga nilai aset dari guncangan pasar saham. Terakhir, memantau sentimen global serta domestik yang memengaruhi arus modal masuk atau keluar Bursa Efek Indonesia.

Intinya, pergerakan IHSG pada 7 April 2026 memerlukan sikap yang tenang dari para investor. Dengan mempertimbangkan di atas, pelaku pasar dapat meminimalisir potensi kerugian sekaligus menangkap peluang di tengah penurunan harga saham yang saat ini sedang terjadi.

Baca Juga:  Apa Itu Saham IPO? Cara Pesan Saham Baru Lewat e-IPO KSEI