Bukitmakmur.id – Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) mempercepat langkah internasionalisasi kampus melalui penguatan mutu akademik dan perluasan kerja sama lintas negara per 2026. Kampus yang berbasis di Tasikmalaya, Jawa Barat, ini kini menjajaki peluang kolaborasi baru dengan pihak Filipina dan Sri Lanka yang rencananya mulai berjalan pada 2027.
Sebelumnya, Universitas BTH sudah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi di Malaysia, Taiwan, dan Jepang. Langkah ekspansi global ini menyusul pencapaian akreditasi Unggul pada tiga program studi utama institusi, yaitu S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Farmasi, dan Pendidikan Profesi Apoteker.
Program Internasionalisasi Kampus BTH dan Prestasi Akademik
Pihak kampus menargetkan penambahan tiga program studi berstatus Unggul dalam waktu dekat guna memperkuat posisi tawar di kancah internasional. Universitas BTH menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi berstandar global, khususnya dalam pengembangan bidang kesehatan, teknologi, dan bisnis. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ummy Mardiana, pada Selasa (31/3/2026).
Selain itu, strategi internasionalisasi institusi ini nyata dalam aktivitas mobilitas mahasiswa sejak Tahun Akademik 2025/2026. Data menunjukkan bahwa mahasiswa asal Thailand kini menempuh studi di Program Studi Sistem Informasi. Tidak hanya itu, dua mahasiswa asal Nigeria dijadwalkan mulai mengikuti perkuliahan di Program Studi S1 Farmasi pada Tahun Akademik 2026/2027.
Universitas BTH juga memperluas jangkauan reputasi akademik melalui berbagai skema pendukung lainnya. Ummy Mardiana menjelaskan bahwa kampus menginisiasi kegiatan riset bersama, pengabdian masyarakat lintas negara, dan penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala. Dengan demikian, institusi berupaya membangun ekosistem pendidikan yang kompetitif di luar wilayah nasional sesuai visi pengembangan perguruan tinggi yang berdaya saing global.
Relevansi Pendidikan Tinggi dalam Skala Global 2026
Stefania Giannini selaku Assistant Director-General for Education UNESCO berpendapat pada 2026 bahwa sistem pendidikan tinggi memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam membangun masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan hingga perubahan metode pengajaran. Pemerintah Republik Indonesia merespons hal ini melalui penerbitan SKB 7 Menteri terkait pemanfaatan AI yang merupakan langkah penting untuk menjawab tantangan dunia pendidikan modern.
Menariknya, perkembangan teknologi ini terjadi di tengah dinamika jumlah mahasiswa di Indonesia. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) per 2026, jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia bahkan mencapai angka mendekati 10 juta jiwa. Data ini menggambarkan betapa masifnya kebutuhan akan pendidikan tinggi yang berkualitas dan bereputasi internasional.
Dinamika Strategi Kampus di Indonesia
Berbagai universitas saat ini berupaya meningkatkan mutu dengan mengukuhkan tiga, lima, hingga tujuh guru besar sekaligus sebagai upaya akselerasi kualitas akademik. Selain itu, kolaborasi pihak swasta juga mendukung mobilitas pelajar, seperti kampanye GoStudy GREAT UK yang membawa peluang bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Inggris Raya. Dalam hal ini, pemilihan program studi yang selaras dengan minat mahasiswa juga memainkan peran krusial bagi peningkatan motivasi selama masa perkuliahan.
Faktanya, beberapa praktisi pendidikan seperti Indra Charismiadji menilai wacana pembelajaran jarak jauh atau PJJ maupun work from home (WFH) sama sekali tidak berkaitan dengan penentu kualitas pendidikan. Hal ini sejalan dengan perlunya fokus pada substansi akademik daripada sekadar metode, terutama pasca periode sekolah daring yang sempat menciptakan tantangan bagi generasi Covid-19 dalam aspek kognitif. Studi PISA dan data global juga menunjukkan tren penurunan kemampuan kognitif Gen Z di beberapa aspek, sehingga institusi pendidikan perlu menyesuaikan strategi pengajaran secara lebih mendalam.
Tabel Data Perkembangan Pendidikan Tinggi Terkini
| Aspek | Status Tahun 2026 |
|---|---|
| Total Perguruan Tinggi | 4.416 unit |
| Estimasi Mahasiswa | Hampir 10 Juta |
| Fokus Kampus BTH | Internasionalisasi |
| Target Mitra Baru | Filipina & Sri Lanka |
Pencapaian Universitas BTH dalam memperkuat mutu akademik menjadi bukti nyata keseriusan kampus daerah untuk berkompetisi di tingkat dunia. Dengan memanfaatkan potensi mahasiswa internasional serta memperluas jejaring global, BTH optimis mampu mencetak lulusan yang relevan bagi kebutuhan industri di masa mendatang. Strategi ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tinggi yang Unggul merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi yang semakin terbuka.