Bukitmakmur.id – Jakarta menempati urutan kedua sebagai kota teraman di kawasan Asia Tenggara berdasarkan riset Global Residence Index yang rilis pada 16 Januari 2026. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait capaian ibu kota Indonesia tersebut dalam sebuah wawancara di Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (12/4/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima data tersebut sebagai sebuah kejutan yang sangat positif. Rano Karno menegaskan bahwa predikat ini membuktikan efektivitas berbagai langkah pembangunan yang pemerintah jalankan selama ini untuk menjaga stabilitas serta kualitas hidup penduduk ibu kota.
Faktor Utama Jakarta Kota Teraman di Asia Tenggara
Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik penganugerahan predikat tersebut. Rano Karno menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya bertumpu pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas semata. Lembaga internasional tersebut juga meninjau berbagai indikator krusial lainnya yang berdampak langsung terhadap kenyamanan warga sehari-hari.
Salah satu pilar utama yang Rano Karno soroti yaitu aspek kebudayaan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara konsisten membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif untuk mempererat hubungan antarwarga. Langkah ini menghasilkan dampak nyata dalam menciptakan suasana kota yang jauh lebih humanis serta terkendali.
Penguatan Toleransi Beragama
Selain pembangunan budaya, Rano Karno menyoroti peran penting toleransi beragama dalam mendongkrak penilaian tersebut. Pemerintah memandang bahwa kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi kokoh untuk menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman penduduk Jakarta yang sangat heterogen.
Dengan demikian, Jakarta berhasil mengintegrasikan nilai-nilai toleransi ke dalam kebijakan publik sehari-hari. Upaya ini secara perlahan membentuk karakter kota yang menghargai perbedaan, sehingga meminimalisir potensi konflik yang mungkin muncul pada lapisan masyarakat bawah.
Analisis Indikator Keamanan Kota
Lembaga internasional seperti Global Residence Index seringkali menetapkan standar ketat dalam penilaian sebuah kota. Mereka menggabungkan data kuantitatif dengan observasi kualitatif untuk memastikan objektivitas hasil riset. Berikut merupakan beberapa indikator yang seringkali lembaga tersebut pantau untuk menentukan peringkat keamanan kota:
| Kategori Penilaian | Keterangan |
|---|---|
| Stabilitas Sosial | Tingkat toleransi dan minimnya konflik horizontal. |
| Budaya & Humanisme | Pemeliharaan keragaman budaya dan ruang interaksi. |
| Keamanan Publik | Ketertiban masyarakat dan penegakan hukum. |
Tidak hanya itu, pemerintah pun terus mengevaluasi setiap kebijakan keamanan yang berlaku agar selaras dengan kebutuhan dunia internasional. Melalui pendekatan yang humanis, Pemprov DKI Jakarta berharap bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan peringkat pada periode-periode berikutnya.
Respon Pemprov DKI Jakarta
Rano Karno mengakui bahwa ia dan Gubernur DKI Jakarta merasa agak terkejut saat mengetahui hasil riset per 2026 ini. Meski terkejut, pemerintah merasa bersyukur atas pengakuan internasional yang menempatkan Jakarta pada posisi yang sangat terhormat di skala regional Asia Tenggara.
Lebih dari itu, pengakuan ini berfungsi sebagai motivasi tambahan bagi jajaran perangkat daerah. Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat fondasi toleransi serta pembangunan budaya yang berkelanjutan. Tujuannya sangat jelas, yakni memastikan Jakarta senantiasa menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh penduduk maupun pendatang.
Sebagai langkah lanjut, pemerintah akan terus memantau indikator-indikator krusial yang mempengaruhi persepsi masyarakat global mengenai Jakarta. Dengan evaluasi berkala, Pemprov yakin ibu kota dapat menjaga predikat ini sekaligus memperbaiki aspek-aspek yang masih memerlukan perhatian khusus guna mewujudkan kota yang lebih baik di masa depan.