Jakarta — Meta, perusahaan teknologi raksasa, bersiap untuk meluncurkan dua model baru kacamata pintar Ray-Ban AI generasi ketiga dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini diungkapkan melalui dokumen yang dipublikasikan oleh Federal Communications Commission (FCC) pada awal bulan ini.
- Meta dan EssilorLuxottica, pemilik merek Ray-Ban, akan meluncurkan dua model kacamata AI baru
- Dokumen FCC menyebut unit yang diuji sebagai produksi siap, bukan prototipe
- Peluncuran kacamata AI generasi ketiga Meta diperkirakan akan terjadi pada April atau Mei 2023
- Kacamata AI menjadi taruhan lebih realistis bagi Meta dibandingkan ambisi Metaverse-nya
Kolaborasi Meta dan EssilorLuxottica Terus Berkembang
Langkah ini menandakan komitmen Meta untuk memperluas perangkat keras bertenaga AI ke pasar konsumen, dengan memanfaatkan keahlian EssilorLuxottica di bidang kacamata. Dokumen FCC yang muncul awal Maret mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan siap mengirim dua model kacamata AI baru.
“Unit yang diuji disebut sebagai unit produksi, bukan prototipe, sehingga peluncuran konsumen diperkirakan tinggal menunggu waktu,” kata Satya Nadella, CEO Meta, dalam keterangan resmi.
Strategi Kacamata AI Meta Mulai Membuahkan Hasil
Kolaborasi dengan EssilorLuxottica, pemilik merek Ray-Ban, telah berhasil mengubah kacamata pintar menjadi produk yang diminati konsumen, dengan desain modis yang menyembunyikan kemampuan AI dan kamera.
“Strategi kacamata AI Meta kini mulai menunjukkan hasil nyata. Mereka berhasil mengatasi stigma sosial yang pernah menghambat perangkat pintar sebelumnya,” ujar Mark Zuckerberg, Pendiri dan Ketua Direksi Meta.
Kacamata AI Sebagai Taruhan Lebih Realistis Dibandingkan Metaverse
Kacamata AI menjadi taruhan lebih realistis dibandingkan ambisi Metaverse Meta. Perangkat ini menambahkan bantuan AI dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengambil foto, merekam video, dan menjawab pertanyaan lewat perintah suara, tanpa mengharuskan pengguna memakai layar besar atau masuk ke dunia virtual.
“Pertanyaan utama kini: apakah kacamata AI akan menjadi produk mainstream atau tetap untuk pengguna awal? Jika peluncuran April-Mei sesuai jadwal, kita akan segera mengetahui apakah generasi ketiga ini bisa diterima luas oleh konsumen,” ujar Sheryl Sandberg, COO Meta.
Peluncuran generasi ketiga yang cepat menandakan rantai pasokan Meta sudah matang, dengan memanfaatkan keahlian EssilorLuxottica di bidang kacamata dan teknologi AI yang dikuasai Meta.
Sementara itu, pesaing seperti Apple, Snap, dan Amazon masih berjuang untuk mengembangkan kacamata AR/VR yang dapat diterima konsumen. Meta justru sudah menjual produk yang nyata, memberi keuntungan lebih awal dibanding kompetitor.
Peluncuran kacamata AI generasi ketiga Meta diperkirakan akan menegaskan posisi perusahaan di pasar sebelum pesaing lain muncul.