Sebagai seorang petani, Anda tentunya menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha tani. Mulai dari modal yang terbatas, biaya operasional yang tinggi, hingga fluktuasi harga produk pertanian. Namun, kini ada solusi yang dapat membantu Anda, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian 2026. KUR Pertanian hadir sebagai program pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.
Simak penjelasan lengkap dari Bukitmakmur.id berikut ini…
Ringkasan Cepat: KUR Pertanian 2026
KUR Pertanian 2026 adalah program kredit dari pemerintah yang ditujukan khusus bagi petani, pekebun, peternak, dan nelayan. Dengan bunga rendah dan persyaratan yang lebih mudah, KUR Pertanian dapat dimanfaatkan untuk modal usaha, investasi, dan pengembangan bisnis di sektor pertanian.
Syarat Khusus Pengajuan KUR Pertanian 2026
Untuk dapat mengajukan KUR Pertanian 2026, terdapat beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi, yaitu:
- Warga Negara Indonesia yang memiliki usaha di sektor pertanian, perikanan, atau peternakan.
- Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
- Usaha yang dijalankan telah berjalan minimal 1 tahun dan memiliki prospek yang baik.
- Belum pernah menerima KUR sebelumnya atau sedang tidak memiliki tunggakan kredit.
Cara Pengajuan KUR Pertanian 2026
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengajukan KUR Pertanian 2026:
- Kunjungi Bank Penyalur terdekat yang telah ditunjuk oleh pemerintah, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, atau Bank Negara Indonesia (BNI).
- Ajukan Permohonan Kredit dengan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, seperti foto copy KTP, NPWP, dokumen usaha, dan lain-lain.
- Verifikasi Data oleh pihak bank untuk memastikan Anda memenuhi persyaratan.
- Ajukan Survei Kelayakan Usaha agar bank dapat menilai prospek bisnis Anda.
- Dapatkan Persetujuan Kredit dari pihak bank jika pengajuan Anda disetujui.
- Lakukan Penandatanganan Akad Kredit dan jalankan proses pencairan dana.
Simulasi Perhitungan KUR Pertanian 2026
Misalkan Anda mengajukan KUR Pertanian 2026 sebesar Rp 50.000.000 dengan tenor 3 tahun. Berdasarkan suku bunga 3% per tahun, maka:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Pinjaman | Rp 50.000.000 |
| Tenor | 3 Tahun |
| Suku Bunga | 3% per tahun |
| Angsuran Per Bulan | Rp 1.472.222 |
| Total Bunga | Rp 5.800.000 |
| Total Pembayaran | Rp 55.800.000 |
Studi Kasus: Pengalaman Pak Budi Mendapatkan KUR Pertanian
Pak Budi, seorang petani sayur di Bogor, telah mengajukan KUR Pertanian 2026 untuk memperluas lahan pertaniannya. Awalnya, Pak Budi mengunjungi kantor cabang Bank BRI terdekat dan mengumpulkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP, NPWP, dan surat keterangan usaha.
Setelah dokumen dilengkapi, pihak bank melakukan verifikasi dan survei ke lahan pertanian Pak Budi. Proses ini memakan waktu sekitar 2 minggu. Kemudian, Pak Budi mendapatkan persetujuan kredit dari pihak bank dengan plafon sebesar Rp 75.000.000 dan tenor 4 tahun.
Dengan adanya KUR Pertanian, Pak Budi dapat memperluas lahan pertaniannya dan meningkatkan produktivitas usahanya. Pak Budi mengaku sangat terbantu dengan bunga rendah dan proses pengajuan yang lebih mudah dibandingkan kredit komersial lainnya.
Troubleshooting: Kendala Umum Pengajuan KUR Pertanian
Meski KUR Pertanian 2026 memiliki persyaratan yang lebih mudah, namun ada beberapa kendala umum yang sering dialami oleh para petani, antara lain:
- Dokumen Tidak Lengkap: Kelengkapan dokumen seperti KTP, NPWP, dan surat keterangan usaha menjadi syarat mutlak. Pastikan semua dokumen telah disiapkan.
- Usaha Belum Berjalan 1 Tahun: Salah satu persyaratan adalah usaha telah berjalan minimal 1 tahun. Petani pemula harus bersabar untuk mengajukan KUR.
- Belum Memiliki NPWP: Kepemilikan NPWP wajib untuk mengajukan KUR. Pastikan Anda telah memiliki NPWP sebelum mengajukan.
- Pernah Menunggak Kredit: Jika Anda pernah memiliki tunggakan kredit di bank lain, pengajuan KUR bisa ditolak.
- Lahan Pertanian Tidak Produktif: Bank akan menilai prospek usaha Anda. Jika lahan pertanian tidak produktif, pengajuan bisa ditolak.
FAQ Seputar KUR Pertanian 2026
- Apakah KUR Pertanian 2026 hanya untuk petani? Tidak, KUR Pertanian 2026 dapat diakses oleh petani, pekebun, peternak, dan nelayan yang memenuhi persyaratan.
- Berapa plafon pinjaman maksimal KUR Pertanian 2026? Plafon pinjaman KUR Pertanian 2026 adalah Rp 500 juta per debitur.
- Berapa suku bunga KUR Pertanian 2026? Suku bunga KUR Pertanian 2026 adalah 3% per tahun (fixed rate).
- Apakah ada jaminan untuk mengajukan KUR Pertanian? Ada jaminan berupa aset seperti sertifikat tanah, BPKB, atau agunan lainnya.
- Apakah KUR Pertanian 2026 dapat digunakan untuk investasi? Ya, KUR Pertanian 2026 dapat digunakan untuk modal usaha, investasi, dan pengembangan bisnis di sektor pertanian.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi, bukan saran finansial profesional. Bukitmakmur.id tidak bekerja sama dengan pemerintah/instansi terkait.
Itulah informasi lengkap seputar KUR Pertanian 2026, mulai dari persyaratan, proses pengajuan, simulasi perhitungan, hingga studi kasus dan kendala umum yang sering dihadapi. Dengan memahami program ini, para petani di Indonesia dapat memanfaatkan KUR Pertanian untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan bank penyalur KUR agar pengajuan kredit Anda berjalan lancar. Selamat mencoba!