Bukitmakmur.id – Manajemen PT Great Wall Steel (GWS) memberikan klarifikasi resmi perihal insiden ledakan maut pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026) siang. Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka ringan saat mereka beraktivitas di area pabrik peleburan baja tersebut.
Heri Prasetyo selaku perwakilan HRD dan GA PT GWS mengungkapkan kronologi kejadian bermula ketika pekerja memotong material besi tua kiriman pemasok di area terbuka atau scrap yard perusahaan. Material tersebut memerlukan pemotongan lantaran dimensinya terlalu besar untuk masuk ke mesin peleburan utama perusahaan.
Heri Prasetyo menjelaskan bahwa pekerja tidak menduga adanya risiko ledakan saat mereka memotong material besi tua tersebut. Proses pemotongan yang berjalan di area terbuka berubah menjadi musibah yang menelan korban jiwa secara mendadak.
Detail Kronologi Ledakan Maut Pabrik Sidoarjo
Pihak manajemen PT GWS mengakui kendala identifikasi asal muasal material besi tua tersebut karena perusahaan menerima pasokan dari banyak pihak. Selain itu, PT GWS menepis dugaan keterlibatan bahan peledak militer atau bom berdaya ledak tinggi dalam insiden ini.
Kepolisian melalui pemeriksaan Gegana dan Inafis Polri tidak menemukan indikasi bahan peledak militer di tempat kejadian perkara. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bangunan sekitar lokasi dan mesin-mesin pabrik tetap dalam kondisi utuh tanpa kerusakan materiil berarti.
Tanah di titik pusat ledakan justru mengalami kerusakan akibat daya ledak material yang tidak terduga tersebut. Manajemen PT GWS masih menunggu hasil investigasi laboratorium guna memastikan penyebab pasti meledaknya material besi tua yang sedang pekerja potong.
Analisis Dampak Pasca Insiden Ledakan
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi rekan kerja korban yang selamat. Dua pekerja yang berada dekat dengan lokasi pemotongan mengalami luka ringan akibat hempasan serpihan besi yang terbang dari titik ledakan.
Nasib nahas menimpa seorang kenek truk yang justru berada jauh dari lokasi pemotongan. Korban sedang beristirahat di sekitar kendaraannya pada jarak lebih dari 50 meter saat kejadian berlangsung.
Posisi korban terhalang oleh keberadaan tiga hingga empat unit truk yang sedang terparkir. Namun, serpihan besi dari material yang terpotong terbang dan menghantam tubuh kenek truk tersebut hingga menyebabkan kematian.
Langkah Penanganan Aparat Kepolisian
Polda Jatim segera merespons kejadian ini dengan mengerahkan tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Brimob ke lokasi pabrik. Tim ahli segera menyisir seluruh sudut pabrik untuk sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing memimpin langsung pengamanan area bersama jajaran anggota dari Polsek setempat. Pihak kepolisian berkomitmen menentukan penyebab pasti munculnya dentuman keras yang memicu korban jiwa.
Proses olah TKP berjalan bersamaan dengan pengumpulan bukti fisik di lapangan. Tim gabungan berupaya memastikan apakah terdapat sisa material berbahaya lainnya di area scrap yard milik perusahaan tersebut.
| Detail Kejadian | Informasi Terkait |
|---|---|
| Lokasi | PT GWS Sidoarjo |
| Waktu | Senin, 6 April 2026 |
| Dampak | 1 Meninggal, 2 Luka Ringan |
Dampak Ledakan Maut Pabrik hingga Permukiman
Ledakan maut pabrik pengolahan baja tersebut tidak hanya berdampak di dalam area perusahaan. Getaran serta serpihan ledakan merembet hingga ke permukiman warga Desa Janti di sekitar lokasi pabrik.
Bahkan, beberapa warga melaporkan dampak dentuman terasa hingga mencapai wilayah Kota Surabaya. Data mencatat kerusakan material pada setidaknya dua rumah warga di kawasan Kutisari Indah Barat akibat insiden tersebut.
Pihak berwenang meninjau kondisi hunian warga untuk memastikan tingkat kerusakan yang terjadi. Investigasi lanjutan akan mengonfirmasi kaitan antara dentuman di kawasan pabrik dengan kerusakan bangunan di area perumahan warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaku industri logam untuk meningkatkan standar prosedur keamanan kerja. Keselamatan setiap pekerja harus menjadi prioritas utama sekalipun dalam aktivitas rutin pemotongan material besi tua.
Pihak kepolisian dan manajemen perusahaan kini fokus menuntaskan pengusutan serta memberikan pertanggungjawaban bagi pihak terdampak. Semua pihak berharap hasil investigasi laboratorium bisa menjawab teka-teki penyebab munculnya ledakan dahsyat di lingkungan scrap yard tersebut.