Bukitmakmur.id – Ledakan pabrik baja Sidoarjo mengguncang kawasan Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (6/4/2026) siang hingga sore hari. Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta menelan satu korban jiwa dari pihak pekerja pabrik.
Kekuatan ledakan yang berasal dari PT Great Wall Steel (GWS) memicu kepanikan warga di sekitar lokasi, terutama warga di kawasan Desa Janti dan Pelikan RW 08. Getaran hebat dan dentuman menyerupai bom terasa hingga radius ratusan meter, bahkan dampaknya merusak bangunan rumah penduduk hingga menyebabkan atap jebol.
Dampak Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo Bagi Warga
Muhammad Nur Holis (61), salah seorang warga Wedoro Regency, merasakan langsung dampak mengerikan insiden tersebut. Saat kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB lebih, Nur Holis sedang berada di kediaman lain untuk berdagang. Ia segera bergegas menuju rumahnya setelah menerima kabar dari petugas keamanan perumahan mengenai suara dentuman yang menyerupai bom tersebut.
Nur Holis menemukan lempengan besi panas menembus atap dan plafon rumahnya. Lempengan besi tersebut memiliki ukuran sekitar 15 cm x 8 cm dengan ketebalan 2-3 cm dan berat mencapai 2 kilogram. Beruntung, anggota keluarganya tidak berada di rumah sehingga tidak ada korban luka di pihak warga.
Selain kerusakan atap, Nur Holis mencatat bahwa getaran ledakan tersebut terasa kuat hingga ke wilayah Jatayu yang berjarak sekitar 500 hingga 700 meter dari pusat ledakan. Bangunan di sekitar titik ledakan mengalami guncangan hebat akibat gelombang kejut yang dihasilkan perusahaan tersebut.
Kesaksian Warga Mengenai Detik-Detik Ledakan
Icha, warga lain yang terdampak, menceritakan peristiwa tersebut. Ia melihat kilatan cahaya berwarna biru sebelum dua kali dentuman keras terdengar. Sementara petugas keamanan di lokasi melaporkan kilatan tersebut berwarna kuning.
Getaran yang timbul merusak barang-barang di dalam rumah milik Icha. Peralatan dapur jatuh ke lantai dan pintu jendela yang terkunci terbuka sendiri akibat tekanan suara yang sangat kuat. Pengalaman traumatis ini mengingatkan Icha pada peristiwa ledakan bom di Kuningan, Jakarta, karena kemiripan suara dentuman yang meledak hebat.
| Keterangan Dampak | Detail Kejadian |
|---|---|
| Lokasi Terdampak | Desa Janti, Pelikan RW 08, Wedoro Regency |
| Waktu Kejadian | Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 14.00 WIB |
| Material Terlontar | Besi panas ukuran 15x8x2-3 cm, berat 2 kg |
Respon Kepolisian Terhadap Insiden di PT GWS
Polda Jatim segera mengerahkan tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Brimob ke lokasi. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing memimpin langsung langkah sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi melakukan penyisiran area pabrik untuk memastikan penyebab pasti dentuman tersebut.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan ledakan bermula dari aktivitas pemotongan material logam di dalam pabrik. Dua pekerja berinisial P dan J sedang menggunakan alat las blender saat memotong besi tua. Nahas, ledakan terjadi dari proses pengelasan tersebut dan menelan nyawa seorang pekerja berinisial R yang bertugas sebagai kenek truk.
Harapan Warga Atas Pertanggungjawaban Perusahaan
Hingga saat ini, warga masih menunggu itikad baik dan pertanggungjawaban dari PT Great Wall Steel. Mereka menuntut perbaikan hunian yang rusak akibat material besi yang jatuh maupun kerusakan struktur akibat getaran ledakan. Kekhawatiran akan adanya ledakan susulan membuat akses menuju titik lokasi masih dalam pengawasan aparat.
Warga sangat berharap perusahaan segera memberikan kompensasi atau melakukan perbaikan material secara nyata. Keamanan lingkungan dan keselamatan hunian menjadi prioritas utama bagi seluruh warga yang terdampak. Pihak kepolisian pun terus mendata saksi mata dan mengumpulkan bukti pendukung untuk menyelesaikan kasus ini secara hukum di tahun 2026.
Kejadian tragis ini tentu menyisakan duka bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Semoga pihak perusahaan segera mengambil langkah kooperatif agar musibah ini menemukan titik terang bagi seluruh pihak yang terdampak.