Bukitmakmur.id – PT MD Entertainment Tbk (FILM) membukukan rugi bersih sebesar Rp 315,11 miliar pada tahun buku 2026, meskipun perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya. Data dalam laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit pada Selasa (31/3) mengonfirmasi kondisi finansial perusahaan rumah produksi tersebut selama periode 2026.
Perusahaan melaporkan pendapatan bersih senilai Rp 496,41 miliar sepanjang 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 8,9% secara tahunan (YoY) apabila pembaca membandingkannya dengan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 455,95 miliar.
Analisis Kinerja MD Entertainment Rugi Bersih
Langkah manajemen dalam mendorong pendapatan pada kurun waktu 2026 ternyata menghadapi tantangan beban operasional yang cukup berat. Perseroan mengalami lonjakan beban pokok pendapatan secara signifikan hingga mencapai Rp 352,35 miliar pada 2026, melonjak jauh dari posisi tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 181,15 miliar.
Kondisi ini mengakibatkan laba bruto perusahaan merosot tajam sekitar 47,6% secara tahunan. Laba bruto yang pada 2024 mencapai angka Rp 274,80 miliar, kini hanya menyisakan Rp 144,06 miliar saja pada 2026.
Selain beban pokok, perseroan juga mencatat kenaikan beban usaha yang cukup menguras profitabilitas. Manajemen mencatat beban usaha sebesar Rp 308,02 miliar pada 2026, angka ini meningkat sekitar 48,8% dari tahun 2024 yang berjumlah Rp 206,97 miliar.
Perbandingan Kinerja Keuangan MD Entertainment
Perubahan struktur biaya tersebut membuat kinerja operasional perusahaan berbalik arah dari perolehan laba di masa lalu menuju kerugian bersih. Berikut adalah tabel perbandingan ringkas kinerja keuangan MD Entertainment untuk memahami posisi perusahaan per 2026.
| Komponen Keuangan | Data Tahun 2024 (Miliar Rp) | Data Tahun 2026 (Miliar Rp) |
|---|---|---|
| Pendapatan Bersih | 455,95 | 496,41 |
| Beban Pokok Pendapatan | 181,15 | 352,35 |
| Laba Bruto | 274,80 | 144,06 |
| Laba/Rugi Bersih | 22,09 (Laba) | -315,11 (Rugi) |
Capaian laba bersih Rp 22,09 miliar pada 2024 kini berganti menjadi rugi bersih Rp 315,11 miliar pada 2026. Alhasil, kinerja keuangan bersih perseroan mengalami penurunan secara tahunan sebesar Rp 337 miliar.
Kondisi Neraca Perusahaan Akhir 2026
Direktur MD Entertainment, Priyadarshi Anand, menjelaskan bahwa posisi total aset perseroan pada akhir 2026 menyusut menjadi Rp 3,75 triliun. Angka ini turun 4,86% dibandingkan posisi tahun 2024 yang berjumlah Rp 3,94 triliun karena adanya penyusutan aset dan perubahan struktur pembiayaan.
Namun, pihak manajemen mengambil langkah drastis dalam perbaikan struktur utang. Total liabilitas perusahaan turun menjadi Rp 561,98 miliar pada 2026 dari angka sebelumnya yang mencapai Rp 1,22 triliun pada 2024.
Priyadarshi Anand menegaskan dalam penjelasannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perseroan melunasi utang bank jangka panjang secara signifikan sepanjang tahun. Aksi pelunasan utang tersebut menjadi faktor utama yang menekan total kewajiban perusahaan secara keseluruhan.
Penguatan Struktur Modal MD Entertainment
Di sisi lain, perusahaan mencatatkan kenaikan total ekuitas yang cukup impresif pada 2026. Indikator keuangan menunjukkan ekuitas meningkat menjadi Rp 3,18 triliun dari Rp 2,71 triliun pada 2024.
Peningkatan ekuitas tersebut terjadi karena perseroan melakukan aksi korporasi penambahan modal melalui rights issue pada 2026. Upaya tersebut secara langsung memperkuat struktur permodalan perusahaan di tengah tekanan operasional yang sempat menggerus profitabilitas.
Apakah manajemen mampu mengembalikan performa profit pada masa mendatang setelah restrukturisasi utang ini selesai? Fokus perusahaan kini tertuju pada optimalisasi beban produksi guna memperbaiki kinerja margin setelah sempat mencatat kerugian pada tahun buku 2026.
Penguatan modal yang perseroan lakukan memberikan dukungan bagi keberlanjutan bisnis di masa depan. Meskipun operasional sempat tertekan sepanjang 2026, langkah strategis dalam perbaikan neraca perusahaan menjadi modal dasar yang cukup krusial bagi perjalanan bisnis MD Entertainment berikutnya.