Bukitmakmur.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sekitar 15 persen kendaraan belum kembali ke Jakarta hingga Sabtu malam, 28 Maret 2026. Sisa kendaraan tersebut berasal dari wilayah Jawa Barat dan jalur Trans Jawa, dengan proyeksi bahwa arus kendaraan masih akan terus meningkat pada hari-hari berikutnya.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suraynugroho menjelaskan bahwa malam itu kemungkinan tinggal 15 persen kendaraan yang masih berada di luar Jakarta. Angka ini terutama mencakup sisa perjalanan dari jalur Jawa Barat dan Trans Jawa yang masih dalam proses kembali ke ibu kota.
Persiapan One Way Tahap III untuk Antisipasi Arus Tinggi
Meski tingkat pengembalian kendaraan sudah cukup baik, Korlantas tidak berpangku tangan. Pihaknya sudah melakukan antisipasi mendalam terhadap potensi peningkatan volume lalu lintas dari berbagai arah, khususnya dari jalur timur dan selatan.
Irjen Pol Agus Suraynugroho mengungkapkan bahwa apabila terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan, Korlantas sudah siap melaksanakan one way tahap tiga. Strategi ini merupakan langkah proaktif untuk mengoptimalkan aliran lalu lintas dan mencegah kemacetan parah di area-area rawan.
Tantangan dari Arah Selatan yang Sulit Dikontrol
Selain fokus pada arus dari timur, Korlantas juga melakukan antisipasi khusus dari arah selatan. Kakorlantas menjelaskan bahwa aliran kendaraan dari arah selatan tidak bisa dikontrol sepenuhnya melalui parameter Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, sehingga diperlukan strategi tambahan.
Tantangan ini membuat Korlantas harus lebih waspada dan responsif terhadap kondisi real-time di lapangan. Tim manajemen lalu lintas siap melakukan penyesuaian cepat jika memang diperlukan aktivasi one way tahap ketiga untuk mengelola arus kendaraan lebih efektif.
Strategi One Way Tahap III dan Kapasitas Jalur
Dalam keterangan resmi, Irjen Pol Agus Suraynugroho menyebutkan bahwa one way tahap tiga sudah disiapkan dengan matang. Strategi ini melibatkan penarikan atau pengalihan rute kendaraan ke jalur-jalur alternatif yang mampu menampung volume lebih besar.
Korlantas mempertimbangkan untuk menarik arus kendaraan ke rute 414, yaitu jalur yang memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan rute utama yang saat itu sedang dikelola. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi kendaraan lebih merata dan mengurangi beban pada satu titik kemacetan potensial.
Kesiapan Korlantas Menghadapi Lonjakan Arus Balik 2026
Data Korlantas menunjukkan bahwa hingga 28 Maret 2026, masih ada kemungkinan bangkitan arus yang cukup tinggi pada hari-hari berikutnya. Proyeksi ini menjadi dasar pertimbangan Korlantas untuk terus siaga dalam menerapkan manajemen lalu lintas yang adaptif.
Tim Korlantas telah menyiapkan protokol escalation yang jelas. Jika kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan drastis, one way tahap tiga akan langsung diaktifkan tanpa perlu menunggu situasi menjadi kritis. Pendekatan proaktif ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Pemantauan Berkelanjutan dan Koordinasi Tim
Selama periode arus balik, Korlantas tetap melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap volume kendaraan dan kondisi real-time di berbagai titik strategis. Koordinasi antar unit polisi lalu lintas dan stakeholder terkait dilakukan secara intensif untuk memastikan respons cepat jika diperlukan.
Strategi komunikasi dua arah dengan pengguna jalan juga ditingkatkan melalui media sosial dan aplikasi manajemen lalu lintas. Tujuannya agar pengendara mendapat informasi akurat tentang kondisi jalan dan rute alternatif yang bisa mereka gunakan untuk menghindari kemacetan.
Persiapan mendalam yang dilakukan Korlantas mencerminkan komitmen untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode arus balik puncak di 2026. Dengan one way tahap III sebagai instrumen cadangan, sistem manajemen lalu lintas Jakarta memiliki fleksibilitas untuk merespons berbagai skenario yang mungkin terjadi di lapangan.