Beranda » Berita » Paket jasa EO BGN Mencapai Rp 113 Miliar di Tahun 2026

Paket jasa EO BGN Mencapai Rp 113 Miliar di Tahun 2026

Bukitmakmur.idBadan Gizi Nasional (BGN) menunjuk sejumlah untuk mengelola 31 paket penyewaan jasa event organizer (EO) dengan total nilai kontrak mencapai Rp 113 miliar sepanjang tahun 2026. Penunjukan pihak ketiga ini mendukung berbagai kegiatan lembaga tersebut, terutama untuk operasional kantor pusat yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Menteng, .

Data realisasi pengadaan barang dan jasa dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memperlihatkan dominasi proyek EO untuk agenda internal. Selain itu, manajemen BGN mengakui bahwa instansi yang baru berjalan ini membutuhkan dukungan eksternal karena belum memiliki sumber daya internal penuh guna menangani kegiatan berskala besar secara mandiri.

Rincian Paket jasa EO BGN yang Menjadi Sorotan

Perusahaan-perusahaan penyedia jasa kerap menerima lebih dari satu tender dari BGN. Temuan data mencatat Anugrah Duta Promosindo dan Renjana Media Indonesia sebagai pihak yang paling sering memperoleh penunjukan untuk menggarap paket kontrak kegiatan lembaga.

Berikut rincian beberapa paket EO yang BGN laksanakan pada tahun 2026:

Perusahaan Nilai Kontrak (Rp)
Anugrah Duta Promosindo (Pkt 8) 11.072.879.037
Anugrah Wizardhi Convex (Pkt 11) 1.515.437.823
Anugrah Duta Promosindo (Pkt 13) 3.110.265.371
Anugrah Duta Promosindo (Pkt 14) 2.310.487.200
Citra Solusi Konvensindo (Pkt 16) 4.010.217.047
Citra Solusi Konvensindo (Pkt 17) 1.153.290.000
Anugrah Wizardhi Convex (Pkt 20) 4.597.322.631
Renjana Media (Pkt 27) 5.257.989.248

Catatan menunjukkan bahwa Anugrah Duta Promosindo mendapatkan total empat paket kontrak dengan nilai akumulasi mencapai Rp 17,425 miliar. Sedangkan, Renjana Media Indonesia memperoleh total sebesar Rp 7,807 miliar untuk pengerjaan empat paket pengadaan yang sama.

Baca Juga:  Ketua Umum PB IPSI Terpilih 2026: Sugiono Resmi Pimpin Organisasi

Fokus Kegiatan dan Alokasi Anggaran Terbesar

BGN tidak membatasi penggunaan hanya pada kegiatan seremoni atau rapat rutin. Lembaga yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis () ini juga memanfaatkan jasa pihak ketiga untuk mendukung agenda bimbingan teknis (bimtek).

Bahkan, perusahaan bernama Maria Utara Jaya menerima kontrak bernilai paling fantastis, yakni sebesar Rp 18,472 miliar. BGN menunjuk perusahaan ini untuk mengelola bimbingan teknis manajemen risiko pada jaringan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Daerah.

Selain fokus pada manajemen risiko, BGN juga mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pendukung lainnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mereka pernah menyewa jasa EO bernama Kredo Aum untuk acara Fun Run Hakordia BGN dalam memperingati Hari Sedunia 2026. Nilai kontrak untuk penyelenggaraan ajang olahraga ini sebesar Rp 1,339 miliar.

Penjelasan Kepala BGN Terkait Kebutuhan Strategis

Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi melalui keterangan tertulis pada Ahad, 12 April 2026. Ia menegaskan bahwa pelibatan pihak ketiga merupakan bagian dari strategi pengembangan lembaga di masa awal berdirinya.

Banyak pembaca mungkin bertanya, apakah langkah ini akan tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang? Singkatnya, efektivitas penggunaan anggaran ini akan terus menjadi sorotan publik seiring dengan pematangan sistem internal yang BGN lakukan demi mencapai target organisasi yang lebih efisien di masa depan.