Beranda » Berita » Penerbangan di Bandara Soetta Kembali Normal Pasca Cuaca Ekstrem

Penerbangan di Bandara Soetta Kembali Normal Pasca Cuaca Ekstrem

Bukitmakmur.id – PT Indonesia (InJourney Airports) memastikan operasional penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional , , Banten, kembali normal pada Senin, 2026. Penegasan ini muncul setelah ekstrem sempat mengganggu kelancaran jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat di kawasan bandara tersebut.

Yudistiawan, Assistant Deputy Communication and Legal PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, menyatakan bahwa seluruh aktivitas kini berjalan kembali. Pihaknya kini fokus memulihkan ritme jadwal yang sempat terhambat akibat prosedur keselamatan saat cuaca buruk melanda.

Penerbangan di Bandara Soetta Berjalan Lancar Pasca Cuaca Buruk

Cuaca ekstrem memaksa otoritas bandara mengambil langkah pencegahan krusial demi keselamatan pengguna jasa. Otoritas navigasi , termasuk AirNav Indonesia, memberikan arahan kepada pilot untuk melakukan tindakan antisipatif seperti holding atau pengalihan rute. Alhasil, banyak pesawat harus menyesuaikan jadwal pendaratan maupun keberangkatan demi menghindari risiko tinggi di udara.

Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), tim operasional mencatat berbagai penyesuaian prosedur selama puncak terjadi:

  • 12 penerbangan mengalihkan pendaratan ke bandara lain (divert).
  • 14 penerbangan melakukan prosedur holding di udara.
  • 13 penerbangan melakukan go around saat akan mendarat.
  • 1 penerbangan kembali ke apron (return to apron/RTA).

Yudistiawan menjelaskan bahwa mulai membaik sejak pukul 14.00 WIB. Hujan deras yang mereda memungkinkan pesawat kembali melakukan aktivitas lepas landas dan mendarat secara bertahap. Meskipun masih ada keterlambatan, manajemen bandara memastikan situasi terus membaik dari waktu ke waktu.

Baca Juga:  Rupiah Melemah Imbas Perang Timteng: Analisis Valas 2026

Evaluasi Atap Terminal 3 Pasca Insiden Plafon

Menariknya, Yudistiawan menegaskan bahwa gangguan jadwal penerbangan tidak berasal dari insiden plafon bocor di Terminal 3. Faktanya, masalah tersebut murni terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya. Hujan dengan intensitas tinggi memang menyebabkan air meluap dan merembes ke plafon di Gate 7 Keberangkatan Internasional.

Tekanan air hujan yang besar membuat plafon jebol, namun PT Angkasa Pura Indonesia memastikan lokasi tersebut tidak membahayakan penumpang. Petugas segera mengosongkan area Gate 7 dan memindahkan penumpang ke gerbang keberangkatan lainnya. Tidak ada satu pun penumpang yang mengalami dampak langsung dari kejadian atap rembes tersebut.

Tim teknis lapangan langsung melokalisasi area terdampak segera setelah insiden terjadi. Mereka membersihkan seluruh genangan air dan melakukan penataan ulang demi menjamin keamanan area terminal. Langkah ini menunjukkan kesigapan petugas dalam menjaga kenyamanan pengguna jasa di bandara tersibuk di Indonesia ini.

Langkah Preventif InJourney Airports Hadapi Cuaca Ekstrem 2026

Ke depan, InJourney Airports menyiapkan evaluasi menyeluruh terkait kondisi atap Terminal 3. Hal ini bertujuan mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan. Pengelola bandara berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2026.

Manajemen ingin memastikan bahwa setiap pendukung di area bandara tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan cuaca. Evaluasi ini mencakup pengecekan struktur atap secara komprehensif, pemeliharaan sistem drainase, dan penguatan prosedur mitigasi risiko. Dengan demikian, penumpang mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman meskipun menghadapi tantangan lingkungan.

Data Operasional Penerbangan Selama Gangguan

Sebagai gambaran situasi di lapangan, berikut adalah ringkasan data yang kami rangkum dari AOCC untuk memberikan perspektif mengenai volume penyesuaian jadwal yang terjadi:

Baca Juga:  Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon Memicu Dukacita Mendalam
Aktivitas Operasional Jumlah Penerbangan
Pengalihan ke Bandara Lain (Divert) 12
Prosedur Holding 14
Prosedur Go Around 13
Kembali ke Apron (RTA) 1

Pada akhirnya, keselamatan tetap menjadi prioritas utama pihak bandara. Keputusan pilot dan arahan AirNav Indonesia mengenai penundaan atau merupakan langkah mutlak demi menjamin keamanan seluruh penumpang dan awak pesawat. PT Angkasa Pura Indonesia terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah tantangan cuaca yang tidak terduga.

Sekarang, seluruh pengguna jasa bandara bisa bernapas lega karena aktivitas telah kembali normal. Manajemen bandara mengajak para pelanggan untuk terus memantau informasi dari maskapai terkait penyesuaian jadwal lebih lanjut. Semangat perbaikan terus tim jalankan demi menciptakan ekosistem bandara yang lebih tangguh dan responsif di masa mendatang.