Bukitmakmur.id – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, resmi meluncurkan langkah strategis untuk memfasilitasi pengurusan ijazah hilang akibat banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah turun langsung mendata para siswa yang kehilangan dokumen penting tersebut demi menjamin keberlanjutan pendidikan mereka.
Musibah banjir bandang di kawasan tersebut berdampak cukup luas bagi warga. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya hadir secara aktif memberikan bantuan guna mempermudah akses legalitas dokumen kependidikan bagi korban terdampak. Langkah cepat ini mengikuti instruksi tegas dari Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, agar jajarannya menjadikan pelayanan administratif sebagai prioritas utama bagi seluruh warga yang mengalami kesulitan akibat bencana alam.
Langkah Pemerintah Nagan Raya dalam Pengurusan Ijazah Hilang
Pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat kesulitan masyarakat. Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya kini tengah menjalankan proses pendataan secara masif di beberapa kecamatan terdampak, yakni Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, Tripa Makmur, dan Tadu Raya. Dinas melakukan pendataan ketat untuk memastikan tidak ada siswa yang terkendala masalah legalitas dokumen pendidikan saat ingin melanjutkan jenjang sekolah ataupun melamar pekerjaan.
Selain itu, instansi pendidikan ini menjalin koordinasi intensif dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh. Kerjasama ini bertujuan untuk mempercepat penerbitan surat keterangan pengganti atau legalitas ijazah asli yang hilang akibat terendam banjir. Pemerintah berharap sinergi lintas instansi ini bisa memangkas waktu tunggu masyarakat yang membutuhkan dokumen tersebut dalam waktu dekat.
Faktanya, Zulkifli menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat. Pihak sekolah menerima instruksi khusus untuk mendata siswa yang terdampak secara akurat. Dengan demikian, warga tidak perlu khawatir karena pemerintah memberikan kemudahan prosedur tanpa mempersulit syarat administrasi yang memberatkan korban bencana.
Integrasi Layanan Dokumen Kependudukan
Tidak hanya menyasar dokumen pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya juga berkolaborasi erat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nagan Raya. Kolaborasi ini membantu masyarakat mengurus KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang turut hilang atau rusak karena terjangan air banjir. Alhasil, warga bisa memulihkan identitas diri mereka secara bersamaan dengan pengurusan surat-surat pendidikan.
Bupati Teuku Raja Keumangan pun menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani keluhan warga. Beliau menuntut seluruh dinas terkait untuk bersikap proaktif dalam merespons laporan kehilangan dokumen penting milik masyarakat. Berdasarkan laporan terkini, kantor Dinas Pendidikan dan Disdukcapil Nagan Raya sudah mulai memproses sejumlah berkas permohonan dari warga yang melapor secara resmi di wilayah-wilayah terdampak.
| Jenis Layanan | Instansi Terkait |
|---|---|
| Penerbitan Ijazah | Dinas Pendidikan Nagan Raya & BPMP Aceh |
| KTP dan Kartu Keluarga | Disdukcapil Kabupaten Nagan Raya |
Menariknya, kecepatan proses ini menjadi bukti kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi kritis. Petugas di lapangan saat ini bekerja ekstra untuk verifikasi data setiap pemohon. Langkah ini memastikan bahwa setiap warga yang berhak mendapatkan kembali dokumen mereka bisa memperolehnya tepat waktu tanpa perlu melalui birokrasi yang panjang atau rumit.
Apakah warga sudah melapor ke pihak terkait? Pemerintah mengimbau masyarakat segera mendatangi kantor sekolah atau kantor dinas terkait jika kehilangan dokumen penting. Petugas memberikan panduan jelas mengenai persyaratan apa saja yang perlu warga siapkan selama periode darurat bencana ini. Perlu warga pahami bahwa pelayanan ini gratis dan memang menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi dokumen kewarganegaraan masyarakatnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen terus memantau perkembangan situasi di lokasi banjir hingga normal kembali. Fokus utama saat ini tetap pemberian bantuan administratif yang krusial bagi kehidupan warga sehari-hari. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pemulihan pasca-bencana bisa berjalan lancar dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan dokumen kependudukan yang lengkap.
Singkatnya, upaya kolektif ini mencerminkan kehadiran negara dalam waktu sulit. Masyarakat Nagan Raya kini memiliki pegangan pasti dalam menata kembali kehidupan setelah banjir bandang 26 November 2026. Pemerintah daerah pun terus membuka kanal informasi bagi warga yang membutuhkan bantuan lebih lanjut mengenai prosedur pengurusan ijazah maupun identitas kependudukan terbaru 2026.