Bukitmakmur.id – Rachmat Irianto mengakui Persebaya Surabaya tampil buruk saat babak kedua puluh tujuh Super League 2025-2026. Persebaya Surabaya menelan kekalahan telak 0-3 dari tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu 11 April 2026 malam WIB.
Kekalahan pahit ini membuat tim tamu Bajul Ijo harus pulang tanpa poin. Persija Jakarta tampil mendominasi sepanjang 90 menit pertandingan dan mengunci kemenangan mutlak atas anak asuh sang pelatih. Hasil ini sekaligus memperpanjang catatan minor tim dalam laga tandang selama musim 2026.
Analisis Performa Buruk Persebaya Surabaya
Rachmat Irianto secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya atas penampilan seluruh rekan setimnya di lapangan. Ia merasa permainan tim jauh di bawah standar yang mereka tetapkan selama ini. Pemain yang akrab disapa Rian ini menyoroti banyaknya kesalahan mendasar dalam koordinasi operan bola.
Selain itu, Rian menegaskan bahwa skuad Persebaya gagal menerapkan strategi di atas rumput hijau. Mereka sering kehilangan bola di area sendiri, baik saat membangun serangan dari lini belakang maupun saat melakukan transisi ke depan. Kesalahan-kesalahan individual ini menghukum mereka dengan kebobolan tiga gol ke gawang sendiri.
Persija Jakarta memanfaatkan setiap celah yang terbuka akibat keteledoran lini pertahanan Bajul Ijo. Bahkan, para pemain lawan mampu membaca arah pergerakan pemain Persebaya dengan sangat efektif. Hal ini tentu menyulitkan upaya rekan-rekan Rian untuk mengembangkan permainan selama babak kedua.
Menariknya, dominasi Macan Kemayoran terlihat sejak menit awal hingga wasit meniup peluit panjang. Statistik penguasaan bola menunjukkan Persija lebih tenang dalam mengalirkan serangan. Di sisi lain, Persebaya tampak terburu-buru dan panik saat tekanan pendukung tuan rumah meningkat drastis.
Dominasi Persija Jakarta di SUGBK
Persija Jakarta mengamankan kemenangan telak melalui gol penalti Allano Lima pada menit ke-16. Gol ini membakar semangat para pemain tuan rumah untuk terus memberikan tekanan hebat ke area pertahanan lawan. Alhasil, ritme pertandingan sepenuhnya berada di tangan anak asuh sang pelatih Persija.
Tidak hanya itu, Eksel Runtukahu menambah keunggulan Persija lewat dua gol (brace) pada menit ke-54 dan menit ke-76. Kemampuan Eksel dalam memposisikan diri di kotak penalti benar-benar merepotkan barisan pemain belakang tim tamu. Berikut merupakan rincian singkat gol-gol dalam pertandingan tersebut:
| Pencetak Gol | Menit Ke |
|---|---|
| Allano Lima (Penalti) | 16′ |
| Eksel Runtukahu | 54′ |
| Eksel Runtukahu | 76′ |
Kondisi ini menegaskan bahwa tim tamu tidak mampu mengimbangi kecepatan lini serang Persija. Padahal, Rian dan pemain lainnya berharap bisa mencuri poin krusial demi memperbaiki posisi di klasemen sementara Super League 2026. Namun, kenyataan pahit harus mereka terima di hadapan ribuan pendukung Persija.
Evaluasi Mendalam Rachmat Irianto
Rachmat Irianto mengungkapkan kekecewaannya mengenai hasil akhir pertandingan tersebut melalui pernyataan resmi pada Senin 13 April 2026. Ia menekankan pentingnya melakukan perbaikan menyeluruh setelah kekalahan ini. Rian menilai bahwa skuad butuh disiplin tinggi untuk meminimalisir kesalahan konyol di pertandingan selanjutnya.
Pertama, pemain harus lebih fokus menjaga area pertahanan sendiri. Kedua, komunikasi antar pemain di lini tengah perlu segera pelatih tingkatkan agar aliran bola lebih lancar. Ketiga, skuad perlu membangun mentalitas yang lebih tangguh saat bertanding di kandang lawan yang memiliki dukungan suporter masif.
Singkatnya, kekalahan 0-3 dari Persija menjadi tamparan keras bagi jajaran pelatih dan seluruh pemain Persebaya. Mereka tidak memiliki alasan untuk membenarkan performa yang minim kreativitas dalam laga tersebut. Dengan demikian, evaluasi internal mutlak menjadi agenda utama sebelum menyambut laga berikutnya.
Apakah Persebaya mampu bangkit dari tren negatif ini dalam waktu dekat? Tentu saja, jawaban atas pertanyaan ini bergantung pada bagaimana para pemain menanggapi hasil buruk di Jakarta. Kepercayaan diri tim kini berada di titik nadir, namun mereka punya kesempatan mengubah nasib di pekan depan.
Langkah Antisipasi Persebaya Surabaya
Manajemen tim kini menghadapi tekanan besar untuk segera memperbaiki kerangka permainan utama. Fans Bajul Ijo tentu menuntut konsistensi yang lebih baik, terutama setelah melihat hasil mengecewakan di SUGBK. Seluruh pihak perlu bekerja ekstra keras demi mengembalikan kejayaan tim di sisa musim kompetisi 2026.
Tim pelatih harus mengolah kembali strategi serangan balik yang selama ini menjadi andalan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lawan sudah memiliki cara jitu untuk mematikan pergerakan kunci dari Persebaya. Oleh karena itu, variasi taktik baru menjadi kebutuhan mendesak bagi skuad.
Terakhir, semangat juang para pemain harus tetap terjaga meskipun baru saja menerima kekalahan telak. Perjalanan di ajang Super League 2026 masih panjang dengan banyaknya pertandingan menanti di depan. Jika semua anggota tim bersatu padu, peluang untuk kembali ke jalur kemenangan tetap terbuka lebar pada masa yang akan datang.