Beranda » Berita » Personel RI Gugur di UNIFIL – Menlu Pastikan Pemulangan Jenazah

Personel RI Gugur di UNIFIL – Menlu Pastikan Pemulangan Jenazah

Bukitmakmur.id – Kabar duka datang dari Lebanon. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan belasungkawa mendalam atas gugurnya seorang personel RI saat menjalankan tugas dalam misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) per 2026. Menlu memastikan pemerintah akan memfasilitasi pemulangan jenazah ke tanah air secepatnya.

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang prajurit kita, atas nama Praka Farizal Rhomadhon, yang bertugas di kontingen UNIFIL di Lebanon. Beliau gugur,” kata Menlu Sugiono dalam pernyataan pers di sela kunjungannya ke pada Senin ini. Informasi ini disampaikan melalui rekaman suara yang diterima di , Senin.

Proses Pemulangan Jenazah Personel RI dan Investigasi UNIFIL

Menyusul berita gugurnya Praka Farizal, Menlu Sugiono segera menginstruksikan KBRI Beirut untuk mempersiapkan proses pemulasaraan jenazah. Selain itu, KBRI juga bertugas memonitor kondisi personel RI lainnya yang bertugas dalam Kontingen Garuda di UNIFIL.

Tidak hanya itu, Wakil Tetap RI untuk PBB di New York dijadwalkan bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB yang menangani masalah pasukan penjaga perdamaian PBB. Pertemuan ini bertujuan membahas proses pemulasaraan serta mendesak UNIFIL segera melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden yang menewaskan prajurit tersebut.

“Kami meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini,” tegas Menlu Sugiono.

Kecaman atas Serangan di Lebanon Selatan

Menlu RI juga mengecam keras Israel terhadap wilayah . Pemerintah Indonesia mendesak semua pihak terkait untuk segera melakukan deeskalasi konflik. Tujuannya, tentu saja, mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa akibat konflik yang berkecamuk.

Baca Juga:  April 2026: Jadwal Lengkap Fenomena Langit Malam Spektakuler

Proses Administrasi Pemulangan Jenazah

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi bahwa proses administrasi pemulangan jenazah Praka Farizal dari Lebanon sedang berlangsung. Pihak TNI berupaya mempercepat proses tersebut agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

“Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) UNIFIL,” kata Mayjen Aulia, memberikan informasi terbaru per 2026.

Detail Kejadian dan Korban Luka

Praka Farizal sendiri merupakan personel yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL. Ia gugur akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026).

Selain Praka Farizal, tiga lainnya, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif, mengalami cedera dalam serangan tersebut. Saat ini, mereka sedang mendapatkan perawatan intensif.

Dukungan dan Perhatian Pemerintah

Tragedi ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Semua pihak terkait berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan dukungan kepada Praka Farizal dan memastikan pemulangan jenazah berjalan lancar. Investigasi mendalam oleh UNIFIL diharapkan dapat memberikan jawaban atas penyebab terjadinya serangan tersebut.

Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Lebanon Selatan dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan damai demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Investigasi Atas Insiden Personel RI Gugur di Lebanon

Penting untuk dicatat bahwa insiden yang menimpa personel RI di UNIFIL ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi pasukan perdamaian di seluruh dunia. Risiko selalu ada dalam setiap misi kemanusiaan, dan perlindungan terhadap personel menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  Lab Ekstasi dan Happy Five di Apartemen Cipinang Terbongkar

Bagaimana sebenarnya protokol keamanan yang diterapkan UNIFIL? Apakah ada indikasi kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang diharapkan dapat terjawab melalui investigasi yang komprehensif. Selain itu, penting juga untuk mengevaluasi kembali strategi penempatan pasukan dan peralatan demi di masa depan.

Selain investigasi internal UNIFIL, pemerintah Indonesia juga dapat membentuk tim investigasi independen untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan transparan mengenai insiden tersebut. Hasil investigasi ini nantinya dapat menjadi dasar untuk mengambil langkah-langkah perbaikan dan memberikan masukan kepada PBB terkait peningkatan keamanan bagi pasukan perdamaian.

Peran Indonesia dalam Misi Perdamaian UNIFIL

Keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL adalah wujud komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas global. Kontingen Garuda telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga keamanan dan membantu masyarakat Lebanon Selatan selama bertahun-tahun.

Namun, insiden yang baru saja terjadi ini menjadi pengingat bahwa misi perdamaian bukanlah tanpa risiko. Pemerintah Indonesia perlu terus mengevaluasi dan meningkatkan dukungan terhadap personel yang bertugas di UNIFIL, baik dari segi pelatihan, peralatan, maupun jaminan keselamatan. Selain itu, diplomasi aktif di tingkat internasional juga diperlukan untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi perdamaian di Lebanon Selatan.

Indonesia akan terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia. Peristiwa ini justru semakin memacu semangat untuk terus berkontribusi positif bagi kemanusiaan.

Kesimpulan

Gugurnya dalam misi UNIFIL menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Pemerintah memastikan pemulangan jenazah dan mengawal investigasi atas insiden tersebut. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.