Beranda » Berita » Pesawat Orion NASA: Fakta Kendaraan Pengangkut 4 Astronaut ke Bulan

Pesawat Orion NASA: Fakta Kendaraan Pengangkut 4 Astronaut ke Bulan

Bukitmakmur.id – Pesawat Orion Multi-Purpose Crew Vehicle bersiap mengangkut empat kru Artemis II mengelilingi Bulan dalam misi bersejarah pada Rabu, 1 April 2026. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjadwalkan peluncuran wahana ini untuk menjangkau orbit satelit alami tersebut selama 10 hari sebelum kembali ke Bumi.

Empat astronaut yang terpilih untuk menjalankan misi ini meliputi Reid Wiseman, Victor , Christina Koch, dan Jeremy . Kehadiran pesawat ini menandai momen penting bagi NASA karena mereka kembali mengirim manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad.

Mengenal Pesawat Orion dalam Misi Artemis II

Pesawat Orion memiliki rekam jejak panjang sebelum mencapai tahap krusial pada tahun . Wahana ini berhasil menuntaskan uji terbang perdana pada 2014, kemudian melanjutkan pencapaian lewat misi tanpa awak Artemis I pada akhir 2022. FAKTANYA, pesawat tersebut sukses mengorbit Bulan dan kembali ke permukaan Bumi dengan tingkat keamanan yang tinggi.

NASA mengembangkan wahana antariksa ini melalui kolaborasi intensif bersama perusahaan Lockheed Martin. Sejak memenangkan kontrak senilai US$8,15 miliar atau setara Rp126,3 triliun pada Agustus 2006, Lockheed Martin terus menyempurnakan teknologi Orion. Menariknya, proyek ini bermula dari tahun 2004 di bawah program Constellation yang mengalami pembatalan pada 2010. Meski sempat terhenti, NASA tetap melanjutkan pengembangan desain Orion karena mereka menganggapnya sebagai opsi paling masuk akal untuk eksplorasi luar angkasa.

Desain Mutakhir dan Kapasitas Ruang Huni

Secara visual, Orion mungkin mengingatkan banyak orang pada kapsul Apollo yang legendaris, namun insinyur NASA menerapkan mutakhir pada versi kali ini. Pesawat memiliki diameter 5,2 meter dengan tinggi total mencapai 15 meter. Dengan dimensi tersebut, Orion menyediakan ruang huni 1,5 kali lebih luas daripada kapsul pendahulunya sehingga empat astronaut dapat beraktivitas dengan lebih leluasa.

Baca Juga:  Samsung Galaxy A55 5G Review Terbaru 2026: Masih Layak Beli?

Massa kapsul untuk misi Artemis II hanya berkisar 7.770 kilogram. Angka ini mencerminkan material yang luar biasa untuk sebuah kendaraan penembus batas atmosfer. Sebagai , berikut adalah spesifikasi teknis utama dari pesawat ini:

Spesifikasi Keterangan
Diameter 5,2 meter
Tinggi 15 meter
Massa Kapsul 7.770 kilogram
Ketahanan Hidup Hingga 21 hari mandiri

Sistem Navigasi dan Keamanan Tingkat Tinggi

Komputer penerbangan Orion mencatatkan lompatan besar dibandingkan era Apollo. Kecepatan pemrosesan data sistem ini mencapai 20.000 kali lipat lebih cepat daripada teknologi masa lalu. Komputer mengelola ribuan sensor secara real-time untuk memastikan akurasi navigasi selama di ruang hampa.

Tidak hanya itu, modul layanan asal Eropa menyediakan sistem propulsi kuat dengan 33 mesin. Mesin-mesin ini mendukung manuver jarak jauh bagi Orion saat mengelilingi Bulan. Dengan adanya dukungan sistem pendukung kehidupan yang canggih, pesawat sanggup mengakomodasi kru secara mandiri hingga 21 hari tanpa stasiun luar angkasa.

Keselamatan tetap menjadi fokus utama bagi NASA. Mereka menyematkan sistem pembatalan peluncuran (LAS) yang sanggup menyelamatkan kru dalam hitungan milidetik jika kondisi darurat muncul di landasan. Selain itu, sistem redundansi berlapis menjamin misi tetap berjalan aman meski satu komponen mengalami kegagalan. Saat kru kembali ke Bumi, 11 parasut terintegrasi bekerja secara otomatis guna memperlambat laju sebelum pesawat mendarat di samudera.

Interior Modern dan Kenyamanan Kru

Interior Orion dirancang untuk mendukung kenyamanan astronaut selama menjalani misi yang panjang. NASA melengkapi kabin dengan layar digital modern, kursi ergonomis yang dapat menyesuaikan bentuk tubuh, serta fasilitas tidur khusus tanpa gravitasi. Kursi dan panel layar harus memenuhi standar kenyamanan bagi 99 persen orang dengan berbagai ukuran tubuh.

Baca Juga:  Samsung Galaxy Book4 Pro: Laptop AI Terbaik Tahun 2026

Peran penting Orion tidak berhenti pada misi Artemis II saja. Pesawat ini direncanakan mengantarkan manusia kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan untuk kedua kalinya pada akhir dekade 2026. Doug Cooke selaku wakil administrator Direktorat Misi Sistem Eksplorasi NASA pada 24 Mei 2011 menegaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan desain tersebut merupakan langkah strategis yang sangat tepat.

Program ini sekarang menjadi fondasi utama dalam program Artemis. Pemerintah Amerika Serikat tetap melanjutkan komitmen ini demi membuka era baru eksplorasi ruang angkasa bagi umat manusia di masa depan.