Beranda » Berita » Praka Farizal Gugur: Detik-detik Mortir Israel Hantam Pos UNIFIL

Praka Farizal Gugur: Detik-detik Mortir Israel Hantam Pos UNIFIL

Bukitmakmur.idPraka Farizal Rhomadhong saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon pada Minggu, 29 Maret 2026. Anggota Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah ini mengembuskan napas terakhir akibat serangan mortir tentara Israel saat menunaikan ibadah salat Isya di pos jaga pasukan UNIFIL, dekat Adchit Al Qusayr.

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahteram, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut kepada di rumah duka, Ledok, Lendah, , Yogyakarta, Selasa (31/3/2026). Serangan mortir artileri tersebut jatuh tepat di samping masjid tempat almarhum memanjatkan doa, merenggut nyawa prajurit kebanggaan Indonesia tersebut saat ia sedang dalam kondisi suci beribadah.

Kronologi Gugurnya Praka Farizal Rhomadhong

Laporan lapangan menjelaskan bahwa proyektil mortir menghantam sekitar area pos jaga di sektor Adchit Al Qusayr. Kejadian mendadak ini menghentikan langkah sang prajurit saat ia sedang bersujud dalam salat Isya. Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengidentifikasi secara pasti titik asal proyektil tersebut, namun dampak kerusakan di lokasi sangat fatal.

Selain itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres segera merilis pernyataan melalui kanal media sosial X. Pihaknya mengutuk keras serangan mematikan yang menimpa personel TNI tersebut. PBB juga menuntut investigasi menyeluruh untuk mengungkap asal muasal proyektil tak dikenal yang meledak di sekitar markas UNIFIL tersebut. Keamanan dan keselamatan setiap personel penjaga perdamaian di Lebanon sesuai hukum internasional kini menjadi sorotan utama global.

Prosesi Evakuasi dan Repatriasi Jenazah

Saat ini, jenazah almarhum masih berada di East Sector Headquarters (HQ). Rekan-rekan satu regu Praka Farizal melakukan prosesi terakhir dan salat jenazah di lokasi sebagai bentuk solidaritas militer. Selanjutnya, pihak terkait merencanakan evakuasi jenazah menuju rumah sakit di Beirut agar tim medis dapat melakukan autopsi standar yang lebih komprehensif.

Baca Juga:  Reset Finansial dan Gaya Hidup Pasca-Lebaran Versi Sequis Life

PBB nantinya memimpin seluruh tahapan autopsi sebelum memasuki fase repatriasi atau pemulangan ke Air. Kolonel Dimar memastikan bahwa proses repatriasi memerlukan waktu karena harus melengkapi berbagai dokumen administratif yang ketat. Jika situasi keamanan di lapangan kondusif, tim medis akan menjalankan tahapan ini mulai esok hari. Faktanya, protokol pabean dan regulasi PBB mewajibkan ketelitian tinggi sebelum setiap personel kembali ke negara asal.

Tantangan Logistik Pemulangan Prajurit

Situasi di Timur Tengah pada memaksa pihak otoritas memutar otak terkait jalur . Mengingat pembatasan penerbangan sipil yang ketat, pemerintah mempertimbangkan rute melalui negara tetangga seperti Yordania atau Mesir. Kementerian Luar Negeri bersama Atase Pertahanan kini memegang kendali penuh untuk memastikan kelancaran pemulangan jenazah.

Berikut adalah estimasi tahapan prosesi kepulangan jenazah:

Tahapan Deskripsi Kegiatan
Identifikasi Autopsi standar di rumah sakit Beirut
Administrasi Pemenuhan dokumen repatriasi PBB
Transportasi Penerbangan via Mesir atau Yordania
Penyambutan Upacara kehormatan di Indonesia

Menariknya, lokasi penyambutan jenazah nantinya akan menyesuaikan instruksi pimpinan TNI. Beberapa opsi tempat mencakup Mabes TNI, Kantor Kementerian Pertahanan, atau markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP). Keputusan akhir bergantung pada kebijakan yang pemerintah tetapkan demi memberikan penghormatan tertinggi kepada sang pahlawan.

Rencana Pemakaman dengan Upacara Militer

Pihak keluarga almarhum di Kulon Progo telah mengajukan permohonan agar Praka Farizal dimakamkan di kampung halaman. Negara pun menyetujui permintaan tersebut dengan menggelar upacara kehormatan militer. Kolonel Dimar menegaskan kesiapannya untuk memimpin langsung upacara pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi anggota terbaiknya.

Pemerintah menaruh perhatian besar pada insiden ini. Kolonel Dimar mengungkapkan bahwa pimpinan tertinggi, termasuk Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), memberikan arahan langsung agar prosesi pemakaman berjalan khidmat. Kehadiran negara dalam mengawal kepulangan hingga peristirahatan terakhir menjadi bukti penghargaan atas dedikasi Praka Farizal dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

Baca Juga:  Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bali untuk Ekstradisi Spanyol

Insiden ini mengingatkan semua pihak akan besarnya risiko yang dihadapi oleh penjaga perdamaian di wilayah konflik. Dunia internasional kini semakin menuntut jaminan keamanan agar tidak ada lagi nyawa prajurit yang menjadi korban dalam menjalankan misi mulia. Dedikasi Praka Farizal Rhomadhong akan selalu terpatri dalam sejarah perjuangan pasukan perdamaian Indonesia di kancah internasional selamanya.