Bukitmakmur.id – Seorang pria berinisial AS (57) mengembuskan napas terakhir dengan luka tembak pada bagian kening di area perkebunan PTPN Pasir Nangka, Blok 3, Kampung Sirnagalih III, Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (10/4/2026).
Warga yang saat itu tengah mengontrol kawasan perkebunan menemukan jasad korban dalam kondisi berlumuran darah. Penemuan tragis ini segera memicu laporan kepada pihak kepolisian setempat agar petugas segera menindaklanjuti kejadian tersebut.
Kapolsek Sukanagara AKP Dedi Hasrul Rasid langsung memimpin jajaran untuk mengecek lokasi kejadian segera setelah menerima informasi penemuan jasad. Kepolisian membawa satu pucuk senjata api rakitan sebagai barang bukti temuan di lokasi perkara.
Kronologi penemuan pria ditemukan tewas di perkebunan
Dedi menjelaskan petugas mendapati senjata api rakitan tersebut dalam posisi bagian tengah senapan terbuka atau patah di dekat jasad korban. Selain itu, pihak kepolisian kini mengamankan barang bukti tersebut untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan adanya luka robek yang menembus dari dahi hingga ke belakang kepala korban. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian AS, walaupun keluarga menolak proses autopsi.
Faktanya, AS memang memiliki senjata api yang ia gunakan sehari-hari. Berdasarkan keterangan berbagai pihak, korban sering memanfaatkan senjata rakitan ini untuk berburu babi hutan di area perkebunan, namun kali ini kegiatan tersebut berakhir dengan insiden fatal.
Tindakan kepolisian setelah insiden
Tidak hanya mengamankan barang bukti, pihak Polsek Sukanagara juga terus mengumpulkan informasi dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Selain itu, kepolisian berusaha memetakan apakah insiden ini benar merupakan kecelakaan kerja saat berburu atau melibatkan faktor lain.
Oleh karena itu, penyidik tetap menjalankan prosedur hukum yang berlaku meskipun pihak keluarga sudah menerima kepergian korban dengan ikhlas. Dengan demikian, proses penyelidikan menjadi tanggung jawab negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Menariknya, lokasi perkebunan PTPN Pasir Nangka sering masyarakat jadikan tempat berburu babi hutan. Alhasil, kepemilikan senjata rakitan oleh warga lokal di kawasan tersebut memang menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum setempat dalam meminimalisir risiko bahaya.
Data temuan barang bukti
| Kategori Temuan | Detail Informasi |
|---|---|
| Jenis Barang Bukti | Senjata api rakitan |
| Kondisi Senjata | Bagian tengah terbuka/patah |
| Lokasi Kejadian | Perkebunan PTPN Pasir Nangka |
Pentingnya keselamatan dalam aktivitas berburu
Terkait insiden nahas ini, petugas kepolisian menghimbau warga agar lebih berhati-hati saat menggunakan alat bantu berburu. Terlebih, penggunaan senjata api rakitan menyimpan risiko keselamatan yang sangat tinggi bagi penggunanya sendiri jika tidak memperlakukan alat tersebut dengan prosedur aman.
Selanjutnya, pemerintah setempat perlu mengedukasi masyarakat mengenai bahaya senjata rakitan. Banyak warga mungkin belum memahami standar keamanan teknis yang benar dalam pengoperasian peralatan tersebut sehari-hari.
Kemudian, pihak keluarga telah menjemput jasad AS untuk kemudian mereka makamkan sesuai syariat. Kepolisian menyerahkan jasad korban segera setelah menyelesaikan pemeriksaan di tempat kejadian perkara pada Sabtu (11/4/2026).
Terakhir, masyarakat berharap peristiwa serupa tidak lagi terjadi di masa depan. Kedisiplinan dalam menerapkan keamanan diri dan pemeliharaan alat menjadi syarat mutlak bagi warga yang masih melakukan aktivitas berburu di area perkebunan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar selalu mengutamakan keselamatan jiwa dalam setiap tindakan. Meskipun perburuan babi hutan merupakan aktivitas umum, kepatuhan terhadap aturan keamanan senjata menjadi kunci utama untuk mencegah hilangnya nyawa secara sia-sia.