Jakarta, CNBC Indonesia – Industri smartphone global mulai stabil pasca-pandemi Covid-19. Dalam dua tahun berturut-turut, pasar smartphone dunia menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2025, firma riset Counterpoint mencatat pasar smartphone global naik 2% secara tahun-ke-tahun (YoY).
- Pertumbuhan pasar smartphone global didorong oleh strategi pemasaran yang efektif, adopsi perangkat 5G di negara-negara berkembang, dan opsi pembelian yang memfasilitasi pertumbuhan segmen premium.
- Pasar smartphone diproyeksikan akan terus bergerak ke arah segmen dengan harga lebih tinggi, didukung konsumen yang memutuskan untuk upgrade ke perangkat premium.
- Pertumbuhan smartphone global tidak merata, dengan beberapa negara seperti Jepang, Timur Tengah, Afrika, dan beberapa negara Asia mencatat pertumbuhan signifikan.
- Apple berhasil kembali menjadi raja smartphone dunia, mencatat pertumbuhan 10% YoY dengan pangsa pasar 20% sepanjang 2025.
Apple Kembali Mendominasi Pasar Smartphone Premium
Peluncuran seri iPhone 17 menjadi momentum penting bagi pertumbuhan Apple, sampai bisa kembali bangkit menjadi raja HP dunia. “Pertumbuhan Apple di 2025 didorong ekspansi dan permintaan yang meningkat di negara-negara berkembang, didukung campuran portofolio produk yang lebih kuat,” kata Senior Analyst Counterpoint, Varun Mishra.
Sebelumnya, seri iPhone 16 menjadi momentum ‘tiarap’ bagi Apple, yang disebabkan minimnya inovasi, penundaan fitur AI Apple Intelligence, serta persaingan dengan HP Android yang kian inovatif. Namun, Apple berhasil bangkit dan kembali mendominasi pasar smartphone premium.
Samsung Tetap Bertahan di Peringkat Kedua
Samsung yang sebelumnya menjadi ‘raja’ HP dunia pada 2024, terpaksa harus lengser ke posisi kedua. Kendati demikian, Samsung tetap mempertahankan pertumbuhan positif yang stabil sebesar 5%, dengan market share 19%.
“Di posisi ketiga, Xiaomi mencatat kinerja stagnan dengan pangsa pasar 13%, sedikit menurun dari 2024 sebesar 14%,” tambah Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain.
Pabrikan Smartphone China Mulai Tergeser
Pabrikan smartphone China sepertinya pelan-pelan mulai tergeser, seiring tren yang menunjukkan segmen premium tumbuh signifikan. Terbukti, Apple dan Samsung yang merupakan penguasa HP premium mampu bertahan di posisi pucuk.
Vivo yang berada di posisi ke-4 sejatinya mencatat pertumbuhan tipis sebesar 3% YoY, dengan pangsa pasar yang tak berubah dari 2024, yakni 8%. Sementara itu, Oppo yang dalam beberapa kuartal terakhir menunjukkan kinerja lesu, kembali harus mencatat pertumbuhan minus 4% YoY dan menduduki posisi paling bawah pada jejeran ‘Top 5’ HP dengan pangsa pasar terbesar.
Secara keseluruhan, tren pasar smartphone global menunjukkan bahwa segmen premium semakin mendominasi, dengan Apple dan Samsung sebagai pemain utama yang mampu mempertahankan posisi mereka di puncak. Sementara itu, pabrikan smartphone China sepertinya mulai tergeser dari persaingan sengit di pasar global.