Bukitmakmur.id – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memeriahkan gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Politeknik Nasional yang berlangsung pada 13-14 April 2026 di kampus Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala). Sebanyak 56 pelaku usaha lokal menjajakan berbagai produk unggulan mereka di area pameran yang menyatu dengan agenda syiar Islam tersebut.
Acara ini menjadi bukti nyata integrasi antara kegiatan keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Meldayanoor, Direktur Politala, menegaskan bahwa inisiatif ini membawa dampak positif bagi promosi potensi daerah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
MTQ Politeknik Nasional Jadi Wadah Kolaborasi UMKM dan Pendidikan
Partisipasi 56 pelaku UMKM dalam MTQ Politeknik Nasional 2026 menunjukkan sinergi kuat antara dunia kampus dan sektor riil. Pihak penyelenggara membuka ruang promosi seluas-luasnya agar pelaku usaha lokal mampu meningkatkan pendapatan selama ajang berlangsung. Meldayanoor menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum penguatan ekonomi kreatif warga.
Selain pelaku UMKM, berbagai elemen dari sektor pendidikan turut ambil bagian untuk menyemarakkan suasana. Kehadiran 4 sekolah tingkat SMA sederajat memberikan warna baru melalui stand edukatif dan kreatif. Langkah ini sekaligus memperkenalkan profil pendidikan tinggi kepada calon mahasiswa baru yang berkunjung ke lokasi.
Rincian Partisipan Stand di Politala
Berbagai kelompok usaha mengisi stand yang tersedia dengan produk yang beragam. Data menunjukkan komposisi peserta mencakup berbagai sektor bisnis untuk memastikan variasi produk bagi pengunjung. Berikut merupakah rincian peserta yang mengisi stand dalam acara tersebut:
| Kategori Peserta | Jumlah Unit |
|---|---|
| UMKM Binaan Diskomdag | 31 |
| Komunitas Kuliner Tala | 4 |
| Pelaku Usaha Kopi Lokal | 2 |
| UMKM Desa Panggung | 4 |
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tanah Laut bahkan mendukung penuh kegiatan ini dengan menampilkan produk Sasirangan khas daerah. Kehadiran stand khusus ini memperkuat identitas budaya Tanah Laut di mata para peserta MTQ dari berbagai wilayah.
Sinergi Akademis dan Pengembangan Ekonomi Kreatif
Tidak hanya UMKM yang unjuk gigi, Politala juga melibatkan internal kampus dalam kegiatan ini. Sebanyak 10 program studi dari 3 jurusan berbeda turut aktif mengelola stand pameran. Organisasi mahasiswa pun tidak ketinggalan ikut menyukseskan acara melalui berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Faktanya, kolaborasi semacam ini memudahkan masyarakat luas untuk lebih mengenal program studi yang ada di Politala. Mahasiswa mengaplikasikan ilmu manajemen acara dan komunikasi langsung di lapangan, sementara pelaku bisnis memperoleh eksposur pemasaran secara instan. Menariknya, integrasi lintas sektor ini menciptakan ekosistem promosi yang efektif dalam skala lokal 2026.
Oleh karena itu, Meldayanoor berharap kegiatan MTQ Politeknik Nasional mampu mewujudkan visi kolaborasi yang lebih luas antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan penggerak ekonomi. Semangat syiar Islam berpadu dengan geliat ekonomi kreatif menjadi ciri khas pelaksanaan MTQ di Kampus Politala tahun ini.
Dampak Positif bagi Pengembangan Daerah
Singkatnya, keterlibatan UMKM dalam ajang religius memberikan dampak ganda bagi pengembangan wilayah. Pertama, ajang ini meningkatkan promosi produk lokal, seperti kopi, kuliner, dan kerajinan tangan khas Tanah Laut. Kedua, kegiatan ini mempererat hubungan antara pihak kampus dengan masyarakat sekitar kampus yang selama ini menjadi mitra strategis.
Di sisi lain, partisipasi aktif dari sektor pendidikan tingkat sekolah menengah menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut ajang ini. Dengan demikian, kegiatan MTQ Politeknik Nasional 2026 ini bukan sekadar ajang adu kepiawaian seni baca Al-Quran, melainkan panggung besar bagi kemajuan ekonomi dan intelektual di Tanah Laut. Pada akhirnya, keberhasilan penyelenggara dalam menghadirkan stand-stand informatif menjamin kehadiran pengunjung yang masif selama dua hari pelaksanaan.
Semangat gotong royong yang tecermin dari banyaknya pihak yang terlibat patut mendapat apresiasi. Semoga ke depan, sinergi serupa terus berlanjut guna membangun masyarakat Tanah Laut yang religius, kreatif, dan berdaya saing tinggi hingga penghujung tahun 2026 dan seterusnya.