Bukitmakmur.id – Internasional Community Development Program (ICDP) 2026 sukses menyelenggarakan Workshop Hospital Branding Strategy secara hybrid di Ballroom Mustika Yogyakarta Resort dan platform Zoom meeting pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan para ahli di bidang kesehatan dan pemasaran digital guna merumuskan langkah strategis dalam membangun citra rumah sakit yang berdaya saing global.
WUACD UNAIR memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Selain itu, Dr. dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV, SubspVE(K)., FIATCVS, selaku Ketua ICDP 2026 sekaligus Founder Medical Tourism Indonesia, membuka rangkaian acara tersebut dengan paparan komprehensif mengenai posisi strategis sektor kesehatan di masa depan.
Dokter Niko menjelaskan, workshop hospital branding strategy ini bertujuan membuka cara pandang baru bagi para praktisi kesehatan mengenai pentingnya membangun citra organisasi yang kuat di tengah era persaingan global tahun 2026. Dengan memahami strategi branding yang tepat, pengelola rumah sakit mampu meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan.
Pentingnya Strategy Branding Rumah Sakit yang Berdaya Saing
Branding rumah sakit mewakili investasi strategis yang mencerminkan kualitas layanan dan pengalaman pasien secara menyeluruh. Selain itu, reputasi institusi kesehatan kini sangat bergantung pada bagaimana pengelola rumah sakit merespons tuntutan pasar yang semakin kompetitif dan serba digital.
Dr. dr. Niko Azhari Hidayat menjelaskan materi sesi pertama mengenai topik membangun kepercayaan di era persaingan modern. Kemudian, pada sesi kedua, peserta membedah materi analisis SWOT merek rumah sakit dalam lingkup internal dan eksternal. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Analisis SWOT memungkinkan pengelola rumah sakit untuk memetakan faktor internal dan eksternal secara lebih akurat. Dengan data valid, manajemen dapat menyusun program branding berbasis data yang terukur. Alhasil, hal tersebut meningkatkan loyalitas pasien dan pertumbuhan rumah sakit secara berkelanjutan.
Integrasi Layanan Medical Tourism dan Wellness Center
Sesi ketiga dan keempat workshop menghadirkan dr. Ulfatun Nisa, M.Biomed, selaku ketua UPF Hortus Medicus RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Beliau membahas strategi pengalaman branding A-Z pusat wellness dan medical tourism yang unik bagi audiens.
Studi kasus di RSUP Dr. Sardjito menunjukkan bahwa integrasi kesehatan tradisional berbasis riset dengan layanan medis modern menciptakan posisi tawar yang kuat. Pendekatan back to nature yang didukung paket eduwisata kesehatan di kawasan Gunung Lawu menjadikan layanan mereka lebih holistik.
Selanjutnya, dr. Astya Parawitha, MMRS, CRP, selaku direktur operasional Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, turut memaparkan konsep From Visibility To Trust. Beliau menekankan bahwa transformasi dari sekadar visibilitas menuju kepercayaan memerlukan perencanaan komunikasi yang terarah dan konsisten.
Mengelola Reputasi Digital untuk Kepercayaan Pasien
Kepercayaan pasien di tahun 2026 sangat dipengaruhi oleh kehadiran rumah sakit di media sosial. Oleh karena itu, pengelola rumah sakit wajib melakukan audit digital secara berkala untuk menjaga kredibilitas merek mereka.
Strategi komunikasi yang edukatif dan berbasis bukti nyata (evidence-based) menjadi kunci utama. Pihak rumah sakit perlu menjaga konsistensi interaksi dengan audiens guna memperkuat hubungan emosional. Berikut adalah rangkuman elemen kunci dalam pengelolaan reputasi digital:
- Audit digital rutin untuk mengevaluasi kehadiran di media sosial.
- Pengembangan konten edukatif berbasis bukti medis yang valid.
- Interaksi proaktif yang menjaga standar keramahan bagi audiens.
- Sinergi antara kualitas layanan medis dan pengelolaan identitas merek.
Tabel Perbandingan Fokus Branding Rumah Sakit
| Aspek Branding | Pendekatan Strategis |
|---|---|
| Analisis Internal | Audit SWOT untuk pemetaan kekuatan dan kelemahan |
| Pengalaman Pasien | Integrasi wellness dengan pendekatan holistik 5 indera |
| Kehadiran Digital | Transisi dari visibilitas menuju kepercayaan melalui edukasi |
Optimalisasi Branding Melalui Pendekatan Multisensori
Sesi kelima kegiatan workshop ditutup oleh pemaparan dari dr. Alvin Saputra, yang merupakan ahli media sosial dari Kemenkes Republik Indonesia. Beliau memaparkan strategi Hospital Branding melalui pendekatan 5 indera manusia.
Pengelola rumah sakit dapat mengoptimalkan pengalaman pasien melalui pengaturan cahaya, suara, bau, rasa, dan sentuhan. Dengan mengelola elemen multisensori tersebut, rumah sakit menciptakan identitas yang unik dan membekas di benak para pasien.
Kegiatan ICDP 2026 ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kemdiktisaintek, LPDP, Universitas Airlangga, WUACD Unair, dan Medical Tourism Indonesia. Sinergi ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta kesehatan global di masa depan.
Dokter Niko Azhari menambahkan, ICDP 2026 akan melanjutkan rangkaian acara dengan Workshop Series serta kegiatan Visit and Discussion on Community Services in Health Tourism di Bali pada bulan Juni 2026 nanti. Para pemangku kebijakan dan pelaku industri kesehatan dapat terus memantau pembaruan informasi melalui laman resmi https://healthtourism.id/.
Antusiasme dosen, praktisi pemasaran rumah sakit, tenaga medis, serta pelaku industri pariwisata menunjukkan besarnya potensi pengembangan kesehatan di tanah air. Dengan langkah nyata ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi destinasi kesehatan yang unggul dan berdaya saing tinggi di level internasional.